PENTINGNYA MEMILIKI SIKAP PEMBERANI

Sumber Gambar: Pixabay

Oleh: Aulia Maysarah

Memberikan pendidikan pada anak bisa melalui apa saja. Salah satunya adalah dengan memberikan buku pendidikan karakter padanya. Bukan buku pelajaran seperti buku pada umumnya, orang tua bisa memberikan mereka buku cerita sebagai alternatif yang menyenangkan. Teka-teki Warisan Kakek adalah salah satu contoh buku yang bisa diberikan pada mereka. Buku ini mengajarkan betapa pentingnya memiliki sifat berani. Tak hanya untuk anak saja sebenarnya, namun juga untuk orang tuanya.

Kisah Teka-teki Warisan Kakek dimulai dengan scene Ara yang mengurung diri karena dimarahi ibu setelah membuat onar dan mendapatkan skors dari sekolah. Merasa kesal dan tak terima, Ara memutuskan pergi sendirian ke rumah nenek yang jaraknya cukup jauh. Jakarta-Rembang. Tanpa sepengetahuan ayah dan ibu, ia pergi naik kereta api di pagi buta. Tentu saja hal ini membuat kedua orang tuanya kalut. Namun, dengan tenang dan tanpa sepengetahuan Ara, nenek meminta mereka untuk mengerti dan tak menyusul dulu.

Di rumah yang sunyi itu, Ara mendapati sebuah ruangan yang terkunci dengan sandi. Tak ada satu orang pun yang bisa membukanya. Bahkan nenek sekalipun. Selama di rumah nenek, ia mendapat teman baru bernama Wulan. Ia adalah anak seusia Ara yang putus sekolah karena memiliki adik yang banyak sedangkan ekonomi keluarganya pas-pasan. Sehari-hari ia selalu membantu nenek mengerjakan pekerjaan rumah. Selama di sana, Wulanlah yang menjadi teman Ara.

Wulan mengajak Ara melakukan banyak hal menarik. Mulai dari mengunjungi rumah kelahiran Jenderal Sudirman hingga berkumpul dengan teman sekampung serta belajar seni khas Rembang. Selain Wulan, Ara juga bertemu dengan Pak Beno. Pak Beno adalah orang yang misterius namun baik. Ia juga sering membantu nenek.

Suatu malam, Ara mendengar suara aneh dari ruangan terkunci. Nenek dan Wulan menganggap Ara hanya berilusi. Tapi, Ara merasa ada yang salah dengan ruangan itu terlebih dengan keberadaan pohon beringin di depan rumah yang tak jauh dari ruangan tersebut serta dilarang untuk didekati. Tanpa sengaja, Ara mendapatkan jawaban atas teka-teki pembuka kunci kamar. Dan di dalamnya, sesuatu yang tak pernah diduga berada. Sesuatu yang sempat mengundang orang yang berniat jahat.

Buku ini mengajarkan pada kita pentingnya melawan rasa takut yang dimiliki, terlebih pada anak. Sedikit saja keberanian bisa mengubah banyak hal. Namun, bukan berarti boleh terlalu banyak juga, sebab yang demikian pun tak bagus. Malah, keberanian yang berlebihan bisa mendatangkan masalah dan membuat banyak orang susah.

Jangan bimbang dalam menghadapi macam-macam penderitaan karena makin dekat cita-cita kita tercapai, makin berat derita yang harus dialami (hal. 4)

Tak hanya mengajari soal keberanian, buku ini juga mengajak kita untuk terus bersyukur atas apa yang dimiliki sekarang. Di luar sana, masih banyak orang yang tak seberuntung kita dalam banyak hal. Satu lagi, buku Teka-teki Warisan Kakek ini juga mengajarkan kita untuk lebih dekat dengan budaya sendiri, terkhusus Rembang. Di dalamnya terpapar dengan baik narasi mengenai rumah adat, kesenian, alat musik dan lainnya. Sesuatu yang memang harus dikenalkan pada anak sejak dini dan harus dilestarikan.


TEKA-TEKI WARISAN KAKEK


Judul               : Teka-teki Warisan Kakek

Penulis             : Rokhmat Gioramadhita

Penerbit           : Indiva Media Kreasi

Cetakan           : I, 2019

Dimensi           : 120 Hlm: 20 cm

ISBN               : 978-602-495-084-2

 

Kling …!

Tiba-tiba terdengar suara di dalam ruangan itu. Padahal ruangan itu sudah lama sekali terkunci dan tak pernah dibuka. Lebih tepatnya setelah Kakek meninggal, ruangan itu tak pernah dibuka.

Konon, di ruangan itu ada warisan berharga yang Kakek tinggalkan. Namun tak pernah ada satu pun yang berhasil membukanya. Sang pewaris lah yang bisa membuka ruangan tersebut dan menemukan warisan peninggalan Kakek. Sayangnya, tak ada satu pun dari keluarga Ara yang tahu identitas si pewaris. Sehingga ruangan itu sudah terkunci selama bertahun-tahun.

Meski demikian, setiap tengah malam tiba. Ada saja bunyi-bunyian aneh di dalam ruangan terkunci itu. Mulai dari benturan benda, derap langkah kaki, bahkan sampai ada suara percakapan seseorang.

Kira-kira, suara aneh apakah itu? Apakah itu hantu Kakek yang berada di dalam sana? Nah teman-teman, ikuti kisah Ara dalam mengungkap teka-teki warisan kakeknya di novel ini. Selamat membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *