A MOMENT TO DECIDE: BERAWAL DARI BAPER KARENA DRAMA KOREA

Ini dia novel yang akan kami rilis dalam waktu dekat ini. A Moment to Decide: Oppa Meets Santri Kpop, karya debut Dian Dhie.

Berawal dari Drakor? Demi apa coba.

Kalem, Gurls … jangan judge dulu. Karena Dian Dhie punya formulasi yang bikin kamu bisa relate dengan cerita. Terutama kamu yang suka Kpop apalagi drakor, dijamin akan jatuh hati pada novel ini. Dan kalian yang bukan penggemar Korea-korea-an sangat bisa untuk suka pada novel ini karena  ceritanya yang simply heartwarming.

Nah di kesempatan ini, penulis akan berbagi proses kreatif novel A Moment to Decide: Oppa Meets Santri Kpop.  Yuk, kita langsung cabut buat lihat penuturan dari Mbak Dian Dhie.

EH, oh. Jangan lupa juga ikuti sneak peeks A Moment to Decide di fanpage Indiva Media Kreasi. Admin fanpage akan ngajak kamu-kamu buat icip-icip novel ini. Cek part pertamanya di sini.


Sepenggal Sejarah Proses Kreatif Sebuah Tulisan


Sebuah tulisan memiliki takdirnya sendiri. Ibaratnya, tulisan adalah ‘anak’ yang lahir dari kreatifitas seorang penulis, maka nasibnya tergantung dari bagaimana penulis membuatnya eksis. Sebuah tulisan memiliki jodoh dan rejekinya masing-masing.

Bagi saya, novel ‘A Moment To Decide (Oppa Meets Santri Kpop)’ dulunya adalah sebuah keberhasilan yang (sempat) gagal. Kenapa berhasil? Sejak kecil saya suka menulis, tepatnya ketika masih siswi SD. Tulisan saya waktu itu lebih ke jenre horror. Dulu saya menulis pada buku tulis yang seharusnya dipakai untuk menulis pelajaran. Banyak teman-teman yang suka setelah membacanya dan berkomentar, seram. Ketika SMP, surga membaca saya adalah perpustakaan sekolah. Saya jadi memikirkan banyak kisah dan sangat bersemangat untuk menulis. Sayangnya, karena terlalu banyak kisah yang ingin saya tulis, saya merasa takut kehilangan inspirasi. Saya lalu menulis semua kisah yang saya bayangkan secara bergantian. Hasilnya? Berantakan. Tidak ada yang berhasil selesai sampai TAMAT. Novel ini adalah satu-satunya novel yang berhasil saya pertahankan semangat menulisnya dalam satu bulan hingga finish ke kata TAMAT dan dulu judulnya Santri Korean Style. Jadi ini adalah karya saya yang berhasil menurut saya.

Terbilang cukup cepat, hanya butuh waktu beberapa jam dalam enam hari selama kurang lebih empat minggu. Bagaimana bisa cepat? Terinspirasi oleh seorang penulis dan motivator Islam -Oleh Solihin- favorit saya, bahwa dengan kekuatan fokus pada target kapan selesai menulis, kita pasti bisa. Lagi pula, tema dan kisahnya

tidak jauh dari apa yang kebetulan sudah saya miliki, seputar Korea. Terutama boyband Super Junior, tidak sulit mencari informasi untuk memperkaya tulisan sebab saya hanya perlu menumpahkan semua yang saya tahu tentang Super Junior. Meski sosok Lee Dong Hae adalah personel favorit saya di grup Super Junior, tapi bukan Dong Hae-Oppa yang saya bayangkan untuk menjadi tokoh utama tulisan saya.

Kegemaran saya menonton drama Korea termasuk salah satu faktor utama belajar Bahasa Korea sebagai selipan tulisan saya agar lebih berasa Korea-nya. Saking sering dan banyaknya drama yang saya tonton, maka banyak pula aktor drama Korea yang waktu itu menyilaukan mata dan berebut menginspirasi karakter di tulisan ini. Untungnya drama terakhir yang saya tonton dibintangi salah satunya oleh aktor Park Hae Jin, 7 First Kisses. Jadi membayangkan sosok Oppa yang nyaris sempurna tapi sederhana, seperti perannya di short drama tersebut.

Sebagai orang yang pernah ‘demam’ drama Korea dan musik K-Pop, saya juga pernah menjadi korban ‘baper’ drama Korea. Didukung dengan musik-musik K-Pop yang menambah semakin ‘baper’. Apa ada hidup yang semenarik kisah drama Korea? Sepertinya imposible. Lagi pula, gaya hidup dalam drama Korea berbeda jauh dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Jadi tidak akan terealisasi.

Saking ‘baper’-nya, saya berpikir kalau hidup tidak seindah drama Korea. Bisa jadi sebaliknya, tidak indah. Tapi ternyata salah, hidup kita bisa lebih indah dari drama Korea selama kita mau menerima keadaan pada diri kita sendiri dan membuatnya menjadi lebih indah. Itu adalah titik ‘hijrah’ dari baper karena Korean fever. Mungkin saya perlu mengabadikan perasaan itu melalui sebuah tulisan. Tujuan sebenarnya adalah untuk memotivasi diri saya sendiri supaya tidak baper lagi.

Hal-hal apa saja yang tidak saya temui di dunia nyata dan hanya ada di drama Korea akan saya buat seolah menjadi nyata. Berlatar Indonesia, kehidupan orang-orang Indonesia yang sederhana tapi rasa drama Korea. Maka terciptalah karakter Oppa Lee Joo Hwon dan Riana. Karena itulah karakter Riana adalah gadis dari daerah yang biasa-biasa saja. Terkait gaya bercerita yang sepertinya kurang dalam bernarasi yang lebih deskripsi atau hiperbolis, karena awalnya tulisan ini untuk saya simpan sendiri.

Meskipun hobi menulis, beberapa kali memposting hasil karya di media sekolah atau media sosial, tapi belum ada rasa percaya diri yang power. Hingga suatu hari, seorang teman membaca tulisan saya ini yang belum selesai waktu itu, mengatakan kesukaannya yang antusias. Setelah berbicara sambil meledek-ledek ria, sampai pada kesimpulan, kenapa tidak mencoba menawarkan naskah ke penerbit mayor? Malu dan tidak percaya diri.

Walau akhirnya mencoba juga dan beberapa kali ditolak. Setidaknya saya pernah mencoba. Saya tidak akan kapok, saya akan terus belajar memperkaya inspirasi, teknik, kosakata dan informasi. Mungkin memang hanya sampai disitu nasib dari tulisan saya. Siapa sangka, itu hanya masalah waktu saja. Pada akhirnya naskah saya diterima dan diterbitkan juga. Rasanya seperti dream comes true.

Itu sebuah kejutan yang luar biasa syukurnya. Meski masih meraba-raba, sebagai seorang penulis newbie, setidaknya saya termotivasi. Menyempatkan waktu luang untuk menulis kembali dan meneruskan kisah lainnya. Saya pikir, setiap penulis yang memiliki nama besar saat ini, juga pernah merasakan hal yang sama pada awalnya.

Jadi inilah yang disebut takdir sebuah tulisan. Selanjutnya adalah tinggal bagaimana bekerja keras agar membuatnya eksis.

Seperti kebanyakan penulis favorit saya, tulisan mereka bukan hanya tentang menyajikan keindahan kisah. Tapi sebuah petualangan, motivasi dan pesan baik yang harus disampaikan. Semoga pesan kecil dalam tulisan ini bisa dimaknai dengan mudah oleh pembaca.


Ikhtisar Buku


Judul                : A Moment to Decide: Oppa Meets Santri Kpop

Penulis             : Dian Dhie

ISBN                 : 978-602-5701-08-5

Ukuran                 : 13 x 19 cm

Halaman              : 288 hlm

 

Kau tahu apa rasanya menjadi orang lain? Kau tidak akan pernah jadi dirimu sendiri, selama tidak kau terima keadaanmu.

Riana tidak pernah melawan pada kedua orang tuanya. Apa pun yang Ummi dan Abi-nya perintahkan, dia akan melakukannya. Hingga suatu hari, mau tidak mau, ia harus menikah dengan seorang mualaf asal Korea yang belum dikenalinya. Riana dan kedua sahabatnya memang suka K-Pop dan K-Drama tanpa setahu Ummi dan Abi-nya, tapi haruskah dia menikahi Oppa seperti yang teman-temannya ceritakan? Bermata sipit dan berbadan gemuk yang mewujudkan khayalannya?

Riana menangisi nasibnya yang merasa tidak bisa menjadi dirinya sendiri.


Profil Penulis


Penulis adalah seorang ibu dua anak yang lahir pada Juni 1988 silam. Bercita-cita menjadi seorang ahli farmasi dan penulis. Dhie, begitu orang memanggilnya, lengkapnya Dian Nur Rachmawati. Penulis lebih suka ketika di setiap karyanya tertera nama Dian Dhie. Jika ingin menghubunginya bisa lewat account facebook: Dian Nur Rachmawati atau Instagram: @diandhie88. Hanya ada satu motivasi, yaitu Allah,maka lakukanlah segala sesuatu yang baik dalam rangka karena dan/atau untuk Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *