ALTITUDE 3676: SINOPSIS DUA BAHASA

Altitude 3676 lmni

The story began with Faras met Mareta at complex of Borobudur Temple then tracing King Ikhsan tracks in Tanjung Bira to Semeru. First character was Faras; a friendly good country girl from Ranu Pane village. The second character was revenged one; King Ikhsan. And the last character was Mareta, a backpacker from Jakarta, who nicknamed King Ikhsan monster.

The novel told about a quest to find true meaning of life, struggles to sweep the grudges away, dedication towards parents, also prelude introductory to God. Poetry lines, songs, powerful words, and some records of Hadiths were implicitly provided for the readers to contemplate.

This novel offered not only the beauty of two lakes in Semeru: Ranu Pane and Ranu Kumbolo but also the charming of local wisdom in Celebes region, the breathtaking glorious Pinisi in Bulukumba, and the miraculous Tanjung Bira in South Sulawesi Province. Wow! So many tourism sites in this archipelago I had not explored yet.

Cruising through the shores and hiking through the mountains was the nature cogitation toward The Creator. At this point, the courage unfolded to search for the truth, peacefulness, and happiness. This novel was not an ‘ordinary’ natural journey. It was more than that, it was a journey of someone’s heart in a way to comprehend his God thoroughly.

 


Penulis: Azzura Dayana

Tebal: 416 halaman

Harga: Rp 59.000,-

 

Cerita berawal dari pertemuan Faras dengan Mareta di kompleks Candi Borobodur, kemudian menelusuri jejak Raja Ikhsan di Tanjung Bira hingga Semeru. Tokoh pertama adalah Faras, seorang gadis desa Ranu Pane yang ramah, baik terhadap siapa saja. Kedua, adalah sosok pendendam: Raja Ikhsan. Ketiga, Mareta, sang petualang (backpacker) dari Jakarta ternyata memiliki panggilan khusus terhadap Raja Ikhsan yaitu monster.

Novel ini berkisah tentang pencarian tentang makna hidup, perjuangan untuk menghilangkan rasa dendam, pengabdian terhadap orang tua, serta pengenalan terhadap Sang Pencipta. Bait-bait syair, lagu, kata-kata bertenaga, dan kepingan hadits yang terselip menjadi renungan tersendiri bagi pembaca.

Novel ini tidak hanya menyajikan keindahan dua danau cantik di Semeru: Ranu Pane dan Ranu Kumbolo, melainkan juga pesona kearifan lokal di daerah Celebes, kemegahan pinisi di Bulukumba, dan keindahan Tanjung Bira di Provinsi Sulawesi Selatan. Wow, begitu banyak situs wisata nusantara yang belum saya jelajahi.

Mulai dari menyusuri pantai hingga mendaki gunung adalah bentuk tafakur alam kepada Sang Pencipta. Dari sini, muncul sebuah keberanian untuk mencari kebenaran, ketenangan, dan kebahagiaan. Novel ini bukanlah suatu cerita tentang perjalanan alam ‘biasa’. Namun lebih dari itu, yaitu perjalanan hati seorang manusia untuk mengenal Tuhannya dengan baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *