Buku Baru: Rahasia Persahabatan

Buku Baru: Rahasia Persahabatan

 

Persahabatan itu adalah hal yang indah. Kita dan sahabat kita saling melengkapi, saling memberi semangat, dan membersamai. Nah, Adik-adik… Indiva baru saja meluncurkan novel keren yang akan menemani hari-hari kalian. Judul novelnya “Rahasia Persahabatan”. Novel ini menceritakan tentang persahabatan antara Pertiwi dan Irina.

Seperti apa ceritanya? Yuk, lihat sinopsis singkat di bawah ini.


Penulis: Rokhmat Gioramadhita Editor Ayu Wulan Ilustrator: Redwita & Nafi Nur Rohmah ISBN: 978-602-6334-17-6 Kategori: Fiksi Anak Harga: Rp 35.000,-

 

Penulis Rokhmat Gioramaditha

Editor: Ayu Wulan

Desain Cover Andi Rasydan

Ilustrator:Fahmi Asidiqi,Nafi Nur Rohmah

Harga: Rp 35.000

 

 

Kriuk … kriuk.

Perut Pertiwi berbunyi. Cacing di perutnya minta segera dikasih makan.

“Ternyata lapar juga kalau nggak jajan,” pikir Pertiwi.

Namun, ini demi memberi hadiah untuk Irina. Jika masih bisa diusahakan, kenapa tidak? Selama ini Irina sudah sangat baik kepadanya. Sedikit menahan lapar tidak apa-apa. Demi Irina.


Nah kan jadi penasaran…. eit penasarannya disimpen dulu ya… sekarang kita kenalan sama Kak Rokhmat Gioramadhita, penulis novel “Rahasia Persahabatan”.

Rokhmat Gioramadhita

PhotoGrid_1479808178627

Kak Rokhmat Gioramadhita, lahir dan besar di Purbalingga. Dari tanah kelahirannya itulah lahir buku ini. Sedikit banyak Purbalingga terlibat di dalam buku ini. Kak Gigye, begitu penulis dipanggil, tercatat sebagai Guru Wiyata Bhakti Sekolah Dasar di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Dari kedekatannya dengan dunia anak dan keinginan memberikan bacaan untuk anak-anak itulah, Kak Gigye menulis buku ini.

Beberapa karyanya telah dimuat dalam bentuk antologi, novel, serta di beberapa majalah lokal.

Yuk, kenalan dengan Kak Gigye melalui:

FB: Rokhmat Gioramadhita

IG: Rokhmat_Gioramadhita

Email: gioramadhita.rokhmat@gmail.com


Nah udah bocoran soal isi novelnya udah, kenalan sama penulisnya juga udah. Sekarang tinggal tunggu novel manis ini di toko buku ya… atau pesan langsung ke Indiva juga boleh. Kontak aja ke nomor 081904715588

Mau cantik? Yuk, Baca Look I’m Very Beautiful….

Mau cantik? Yuk, Baca Look I’m Very Beautiful….

 

IMG-20170223-WA0002

Edisi terbaru Look I’m Very Beautiful cakep!! Udah punya? Atau berencana beli…?


 

Penulis   : Afifah Afra

ISBN      : 978-602-6334-19-0

Terbit     : Februari 2017

Tebal      : 216

Harga     : Rp 50.000,-

 

IMG-20170223-WA0010

 

Sebenarnya, meskipun tampang minimalis, kita masih tetap bisa kelihatan enak dipandang, kok. Sebab, meski kecantikan itu anugerah, dengan kecerdasan otak, konsep diri yang tepat, perawatan diri, serta penampilan yang menarik, kita bisa mengupayakan sebuah kecantikan yang memancar dari dalam. Itulah yang disebut sebagai inner beauty. Bagaimana cara mendapatkannya? Baca aja buku ini!


Yuk buruan di-order sebelum kehabisan. Buku luks dengan harga yang ramah. Teenagers friendly banget… buku, package,  dan style-nya bikin kamu makin mantap buat meng-establish diri jadi muslimah cantik luar dalam.

Proses Kreatif Novel Sajak Rindu (Lontara Cinta dari Sindereng)

Proses Kreatif Novel Sajak Rindu (Lontara Cinta dari Sindereng)

 

Semangat dan inspirasi adalah hal yang menular. Medianya bermacam-macam. Salah satunya adalah lewat novel. Di pengujung tahun 2016 ini, Penerbit Indiva kembali menghadirkan bacaan yang akan menyuntikkan semangat dan inspirasi pada kalian. Apa itu? Dialah Sajak Rindu: Lontara Cinta dari Sidenreng, ditulis oleh novelis prestatif, S. Gegge Mappangewa.

Prestatif? Begitulah. Mas Gegge punya sederet penghargaan tingkat nasional. Apa saja prestasi beliau? Check it out!!

Juara I Lomba Penulisan Cerita Rakyat Kemendikbud 2015, Peraih Penghargaan Sastra Acarya 2015 (Penghargaan Sastra Untuk Pendidik dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa),  Juara I Lomba Menulis Esai Kategori Guru Tingkat Provinsi Sulselbar 2015 dan menjadi wakil provinsi untuk ikut Gerakan Indonesia Membaca Menulis di Jakarta,  Juara I Kompetisi Tulis Nusantara Kemenparekraf 2014 kategori nonfiksi, Peraih IBF (Islamic Book Fair) Award 2013 dengan novel Lontara Rindu sebagai Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Dewasa, Juara I  Lomba Menulis Novel Republika 2011, Juara Harapan Lomba Menulis Cerpen Anak oleh Guru Majalah Bobo 2011, Juara I Lomba Menulis Cerita Pendek Islami Tingkat Nasional Majalah (LMCPI) Annida 2008, Juara III Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional Aneka Yess! 2002, dan Pemenang Harapan Lomba Menulis Cerita Pendek Remaja Tingkat Nasional Rohto 2008.

Woa … banyaaaknya ….

Nah, kali ini Mas Gegge akan bercerita tentang proses kreatif dari novel Sajak Rindu dari Sidenreng.sajak-rindu

Novel ini adalah hadiah dari kesabaranku merawat mimpi untuk menjadi penulis. Memang bukan novel pertamaku, tapi di novel ini aku mendatangi kembali semua latar yang ada dalam novel ini. Kupotret kembali semua sesenti demi sesenti, lalu mendeskripsikannya senyata mungkin.

Novel ini pernah terbit dengan judul Lontara Rindu pada tahun 2013. Dua penghargaan tingkat nasional kuraih, dan menjadi hadiah untukku yang mampu merawat kenangan. Beberapa penggalan kisah di novel ini kuambil dari bagian masa laluku. Ketika ayah sakit dan saya yang masih SD menggantikan beliau menggembalai kerbau. Dan ternyata saya salah menggembalai, karena yang kujaga milik orang lain yang kebetulan jumlahnya sama dengan kerbau ayah.

Tentang danau kering yang berubah menjadi kebun, tentang sekolah di Pakka salo, dan segala kenangan yang pernah hadir di masa lalu. Kenangan masa kecil hingga remaja di kampung dan pengalaman mengajar di kota besar. Semua kupadukan dalam kisah yang mengangkat Bugis sebagai latar budayanya. Agak mudah bagiku untuk memotret budaya Bugis karena saya lahir di tengah-tengahnya. Bukan hanya menuliskan hal yang paling kuketahui, tapi juga menyajikan hal yang belum banyak diketahui pembaca tentang Bugis, kenangan, cinta, luka, dan rindu.

Senangnya Menghafal Al-Quran

Senangnya Menghafal Al-Quran

Assalamu’alaikum

senangnya-mghfal-alquranHai, adik-adik semua insya Allah akan hadir kembali novel anak Indiva. Novel ini dijamin keren dan ciamik. Penulisnya masih kecil juga lho, yah, seumuran kalian lah. Buat kamu yang suka, hobi, dan punya cita-cita jadi penghafal Al-Quran, wajib buat beli buku ini. Kamu akan semakin termotivasi dan senang sekali karena menemukan teman yang sama-sama hobi hafalan.

Yuk, kita simak sinopsisnya:

Ummi menawariku (Kinan) dan Kakakku, yang bernama Kak Fatih untuk mengikuti kegiatan PSA (Pesantren Sabtu Ahad). Kami merasa enggan untuk mengikuti kegiatan PSA tersebut karena beban pelajaran di sekolah sudah berat. Kami sekolah di SDIT populer di kotaku.

“Lagian, kalau ikut PSA, kapan kami jalan-jalannya? Kapan kami mainnya? Aku mencoba membela diri.

Tetapi. Ummi tetap berusaha membujuk kami agar mau ikut kegiatan PSA. Ummi ingin anak-anaknya menjadi penghafal Al-Quran dan tentunya menjadi anak yang shalih dan shalihah.

Hmm, kira-kira Kinan dan Kak Fatih patuh pada permintaan umminya apa tidak, ya, teman? Penasaran bukan? Temukan jawabannya dalam novel ini. Novel ini berbahasa ringan dan disampaikan dengan gaya khas anak-anak karena ditulis oleh anak seumuran kalian. Dalam buku ini juga ada tips-tips menghafal Al-Quran-nya juga lho. Wah, komplet deh. Jadi, tunggu apalagi? Ayo, buruan baca buku ini!

Judul     : SENANGNYA MENGHAFAL AL-QURAN

Penulis : Rizky Khansa Najibah

ISBN      : 978-602-6334-09-1

 

New Release, Novel Rom-Com Terbaru

New Release, Novel Rom-Com Terbaru

cinta-dalam-sop

“Mbak, saya pesan sop kaki kambing sama nasi. Jangan lupa cabe rawit yang banyak, terus dikasih acar timun. Minumnya es teh dua gelas, sama es batu yang banyak. Jangan gede-gede es batunya. Terus minta kerupuk kulit satu bungkus. Oh, ada empek-empek kan, Mbak? Waktu dulu saya ke sini ada soalnya.”
Brrrr. Kwek, kwek, kwek.
Si mbak tampak mencatat dengan tergesa sambil mengangguk.
“Mbak, Mbak, saya minta pergedel dua potong.”
Astaga. Ini beneran dia punya peliharaan naga di perutnya kali ya.
***
Stephanie si Putri Ketimun yang kerap patah hati, Awy sang Pangeran Naga yang dimabuk asmara, dan Gandhi si jejaka nerdy. Inilah kisah yang diduga cinta segitiga.

 

Judul : Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki Kambing
Penulis : Ifa Afianty
ISBN : 978-602-6334-03-9
Lini : Novela

IDR : 42 K

CP : 081904715588

Adik Kebanggaan

Adik Kebanggaan

 

adik-kebanggaan“Ma, adik itu kok beda, ya. Masak yang lain pada belajar, tapi dia malah masih asyik bikin mainan.” bisikku pada mama, takut dia akan mendengar.

“Hush, jangan bilang begitu! Setiap anak kan diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jangan merasa Kakak sudah pintar, tapi adik yang belum begitu paham teori, malah Kakak ledek di belakangnya.” balas mama yang membuat hatiku terperangah.

Hmm, kira-kira apa, ya, yang membuat Dira merasa adiknya beda dengan anak seusianya? Lantas, bagaimana cara Dira menyikapi sikap adiknya yang berbeda ini?

Temukan jawabannya dalam buku ini, Kawan. Selain cerpen berjudul Adik Kebanggaan, masih ada 7 cerpen menarik lain lho. Dijamin keren dan mengasyikkan untuk dibaca.

Judul               : Adik Kebanggaan

ISBN               : 978-602-6334-01-5

Penulis             : Mutiara Nurul Izzati, Alyssa Najwa Soraya, Afifah Marsyla Fadhilati, Kamila Fatimatuzzahro, Nathania Luvena Lais, Aldini Hwang

Semua Karena Sayang
New Release September, Fighting Son Seng Nim!

New Release September, Fighting Son Seng Nim!

Seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, di penghujung september Penerbit Indiva kembali menghadirkan novel renyah nan inspiratif berjudul Fighting, Son Seng Nim!

Novel dramatis ini berkisah tentang perjuangan seorang guru muda di sebuah TK khusus ekspatriat Korea di Indonesia. Novel ini recommended banget buat kamu yang berkecimpung di dunia pendidikan.

Berikut ikhtisar novelnya.

foto-fighting

Judul                     : Fighting, Son Seng Nim!

Penulis                 : Nuraisah H

Genre                   : human drama

Harga                    : 59.000

Halaman              :392

Sinopsis               :

 

Zona nyaman Fatima seketika terenggut. Di tahun kelimanya bekerja, dia dimutasi ke sekolah cabang. Terpaksa tinggal jauh dari calon suami serta sahabat. Namun, di titik ini pula Fatima menemui pendewasaan. Di tengah liukan kisah cintanya dengan Angga yang tak jua berujung di pelaminan, Fatima terpanggil untuk terlibat lebih jauh dalam permasalahan salah satu anak didiknya. Satu tindakan yang lantas membuatnya bersinggungan dengan Lee Jun Ho.

Novel apik, menceritakan seorang gadis yang berinteraksi dengan teman-teman berbeda agama, ras, dan budaya. Penulis terlihat sangat menguasai seluk-beluk budaya Korea seperti makanan, kebiasaan, bahkan bahasanya.

(Hana Annisa Afriliani, S.S., Penulis buku Bangkit Yes, Beriman Oke!)

 

Interaksi Fatima dengan para muridnya dapat dijadikan contoh bagi para pendidik. Novel yang setiap bagian kisah-kisahnya mempesona, membuat mata tidak ingin berhenti membaca.

 

(Okina Fitriani, Penulis  buku The Secret of Enlightening Parenting)

 

Nantikan di toko buku terdekat!!

Resensi Novel Bapangku Bapunkku

Resensi Novel Bapangku Bapunkku

 

Menghargai Kecerdasan Anak

 

Bapangku Bapunkku

Setiap manusia dilahirkan di dunia memiliki potensi. Kecerdasan setiap anak berbeda-beda sesuai anugerah Tuhan yang diberikan. Novel ini menceritakan bagaimana seorang ayah sangat menghargai keunikan keempat anaknya. Bapang adalah panggilan untuk ayah dalam bahasa Suku Semende di Sumatera Selatan (hlm. 13).

Nama asli Bapang adalah Paguh Nian. Dalam bahasa Semende, Paguh artinya pantang menyerah, tahan banting, punya kemauan keras, dan agak dekat dengan keras kepala (hlm. 16). Karakter ini ternyata menjiwai laku hidupnya. Ibarat menganut aliran Punk yang cenderung bebas, dia mengagungkan kebebasan berpikir, berekspresi, berkarya, dan berpendapat. Prinsip ini diterapkan kepada anak-anaknya. Kebebasan yang dianutnya tetap dalam koridor kebenaran dan norma.

Sejak lulus kuliah, Bapang yang keturunan ningrat dan kaya tak mau menjadi pegawai negeri. Dia lebih memilih berprofesi sebagai pedagang dan penulis. Lewat pekerjaan ini, dia menafkahi keluarga. Di rumahnya, lantai bawah merupakan warung makan dan warung suvenir untuk kesibukan istrinya yang berasal dari Jawa. Sedangkan lantai dua, selain empat kamar tidur, ada ruang perpustakaan sekaligus ruang keluarga dan ruang televisi. Koleksi buku ada 14 rak terdiri buku agama, sastra, motivasi, sains, kebudayaan, dan sejarah. Hanya sedikit buku tentang politik dan elektronika.

Anak-anaknya, yakni Alap, Tuah, Harnum, dan Anjam, dididik penuh disiplin dalam belajar dan membaca. Bapang mendampingi anaknya belajar dengan perasaan gembira tanpa tekanan. Anak-anak kalau tidak paham bisa bertanya langsung. Jika Bapang tak paham akan mencatat untuk ditanyakan kepada guru di sekolah. Jika anak-anak lelah boleh beristirahat dan saling bercanda. Terkait televisi, Bapang memperlakukan sangat ketat. Hanya tayangan edukatif yang boleh ditonton. Setelah selesai, antena dicabut. Televisi juga untuk menonton film edukatif yang diputar melalui DVD.

Pola pendidikan seorang ayah dalam novel ini terkesan moderat. Bapang sangat menghargai kecerdasan masing-masing anaknya. Tak ada tuntutan untuk juara kelas. Anak-anak boleh belajar sesuai dengan kesenangannya. Konflik terjadi ketika harus berhadapan dengan pihak sekolah yang cenderung menganggap murid bodoh jika nilainya tak bagus dalam semua pelajaran. Anjam, misalnya, yang sangat suka menggambar. Nilai rapornya saat kelas 1 SD serba buruk. Namun, karya lukisnya beberapa kali dimuat di surat kabar. Pialanya satu lemari karena sering memenangi lomba dari tingkat RT sampai provinsi. Meskipun belum genap 8 tahun, uang hadiah yang ditabungnya sudah mencapai 10 juta (hlm. 85-87).

Bapang marah kalau Anjam disebut bodoh oleh gurunya. Harnum yang kelas 5 SD memiliki kecerdasan linguistik dan kecerdasan antarpersonal. Nilainya rata-rata dalam pelajaran apapun, kecuali mengarang. Dia sangat pandai memimpin organisasi, ketua kelas, mayoret drumband, dan ketua paduan suara. Harnum juga memiliki bakat sastra. Sedangkan Tuah kelas 3 SD senang kalau bermain angka dan pelajaran matematika. Alap yang kelas 2 SMP memiliki kecerdasan visual, suka mengutak-atik baju, dan bercita-cita menjadi desainer pakaian.

Bagi Bapang, potensi semua anaknya harus dikembangkan. Dia bahkan mengkritisi pihak sekolah yang justru bisa memandulkan dan mematikan potensi setiap murid, sebab menyamakan kecerdasan setiap murid. Padahal, Tuhan melahirkan setiap manusia dengan keunikannya masing-masing. Paradigma tidak ada murid yang bodoh memberanikan dirinya mendirikan sekolah alternatif. Dia mendidik murid-murid yang dinilai tidak pintar.

Bapang berpikir sebagaimana teori kecerdasan majemuk (multiple intelligences) ala Howard Gardner yang meliputi kecerdasan bahasa, musik, logika-matematika, spasial, kinestetis tubuh, intrapersonal, interpersonal, naturalis, dan eksistensial. Tetapi, menurut Bapang, pelajaran spiritual, personal, interpersonal, dan finansial merupakan pelajaran yang wajib diberikan karena bekal menjalankan kehidupan (hlm. 209-210). Dengan pendidikan ini, kecuali Tuah yang jadi dosen matematika, anak-anak Bapang berhasil berwirausaha dengan potensinya sejak kecil.

Novel ini semacam kritik terhadap dunia pendidikan yang masih mengarahkan setiap murid dengan kecerdasan homogen. Pendidikan pada dasarnya untuk membangun karakter dan melejitkan setiap potensi anak didik, bukan mengerdilkannya.

 

 

*)Resensi Buku di Jateng Pos, Ahad, 20 Maret 2016
Oleh: Hendra Sugiantoro
*)Peresensi adalah pembaca dan pemerhati buku.

 

Judul Buku  : Bapangku Bapunkku

Penulis          : Pago Hardian

Penerbit        : Indiva, Solo

Cetakan         : I, 2015

Tebal              : 232 halaman

ISBN               : 978-602-1614-47-1

 

 

 

 

 

Menanamkan Akhlak lewat Cerita Misteri

Menanamkan Akhlak lewat Cerita Misteri

Buku menjadi salah satu media paling ampuh untuk menanamkan pelajaran moral dan akhlak kepada anak-anak. Lewat buku, kita tahu, anak tak sekadar diajak untuk berpetualang dalam lautan ilmu pengetahuan. Lebih jauh, terutama dalam buku-buku cerita atau fiksi, anak akan diajak untuk hanyut dalam pengalaman-pengalaman imajinatif yang kaya nilai-nilai kehidupan.

Buku anak terbaru berjudul Jejak Kaki Miterius ini misalnya, merupakan kumpulan cerita anak yang bertema misteri. Di dalamnya, kita akan disuguhi cerita-cerita misteri yang memancing rasa penasaran untuk bisa memecahkan masing-masing misteri tersebut. Tema misteri menjadikan buku ini memiliki daya pikat tersendiri bagi anak-anak. Sebab, mereka akan dibuat penasaran dengan pemecahan masing-masing misteri di dalamnya.

Misalnya, dalam cerita berjudul “Misteri Kotoran Kelas”, kita akan melihat bagaimana rasa penasaran itu dimunculkan lewat hal-hal aneh yang terjadi di lingkungan anak-anak. Yana, Rara, dan Asti, anak-anak murid kelas 6 SD, dibuat heran dengan adanya bercak-bercak ungu yang mengotori kelas mereka. Bercak-bercak itu ada di meja, lantai, dan jendela kelas. Padahal, Yana, yang kemarin baru saja piket, sangat yakin telah membersihkan kelas dan mengunci pintu sebelum pulang sekolah.

Kejadian itu berulang lagi keesokan harinya. Tak hanya mereka bertiga yang mulai penasaran, kini semua anak satu kelas mulai dibuat heran dengan adanya bercak-bercak ungu tersebut. Tidak mungkin itu ulah kucing atau binatang lain, sebab jendela selalu ditutup dan pintu selalu dikunci rapat setiap pulang sekolah. “Aku tahu kalau ini ulah salah seorang dari kita. Cuma kelas 6 yang kotor begini, dan cuma kelas 6 yang belajar sore di sekolah ini!” kata Yana pada teman-temannya yang lain (hlm 72).

Kebingungan itu bahkan sempat memantik perdebatan di kalangan siswa kelas 6. Mulai muncul kecurigaan-kecurigaan siapa sebenarnya yang melakukan itu semua. Sampai kemudian, keesokan harinya, tidak hanya bercak-bercak ungu yang ditemukan, namun juga ada dedaunan dan ranting-ranting pohon di meja guru. “Teman-teman, aku sudah tahu asal bercak-bercak itu!” ujar Yana pada teman-temannya. Ternyata, bercak-bercak berwarna ungu itu berasal dari sari buah buni yang sudah matang.

“Berarti ada yang memanjat pohon buni di belakang sekolah, lalu masuk ke dalam kelas melalui jendela, dan mengotori kelas ini. Begitu?” kata salah seorang murid (hlm 75). Saat itulah anak-anak satu kelas itu mulai menemukan titik terang misteri kotornya kelas mereka beberapa hari terakhir. Kelas menjadi semakin tegang, semua anak menunggu siapa sebenarnya pelakunya. Rara yang kemarin sempat melakukan penyelidikan sepulang sekolah, dengan bersembunyi di samping gedung sekolah memberi kesempatan kepada Budi untuk mengakui perbuatannya.

Meskipun awalnya sempat mengelak, akhirnya ia mengakuinya. Perbuatan itu dilakukan tiga orang, yakni Budi, Eka, dan Dylan. Beberapa hari terakhir, mereka mengambil buah buni di belakang sekolah dan membawanya ke dalam kelas sehingga ranting-ranting dan bercak-bercak buah itu banyak yang tertinggal dan mengotorinya. Namun, mereka bertiga hanya ingin membantu nenek Eka untuk menjual manisan buni. Mereka ingin membantu memetikkan buah buni dari pohon, namun mereka juga sekaligus ingin sambil memakannya. Makannya, mereka memilih ruang kelas karena di kebun banyak nyamuk.

Akhirnya, mau tidak mau mereka mengakui berbuatannya dan meminta maaf kepada semua teman-teman sekelas karena selalu mengotori kelas setiap hari. Mereka mendapat hukuman membersihkan kelas. Dan karena tujuan mereka sebenarnya baik, yakni membantu nenek Eka, Rara kemudian mengajak mereka memilih hasil petikan buah buni di kebun saja biar tidak mengotori kelas.

Dari cerita tersebut, banyak pelajaran yang bisa dipetik anak-anak. Rasa penasaran akan suatu hal yang misterius, atau dalam hal ini adanya bercak-bercak kotoran yang ada di kelas, dijadikan media untuk menanamkan nilai-nilai kreatifitas, kejujuran, dan persaudaraan di antara anak-anak. Meskipun pada dasarnya apa yang dilakukan Budi, Eka, dan Dylan itu baik, yakni ingin membantu nenek Eka untuk mengambil buah Buni, namun mereka tetaplah bersalah karena telah mengotori ruang kelas. Dari sini, di samping kejujuran, anak-anak juga diajak untuk belajar melakukan hal baik dengan cara yang baik pula.

Masih ada banyak cerita misteri yang terhimpun dalam buku ini. Masing-masing cerita membawa kisah tersendiri yang menarik untuk disimak dan terus diikuti. Selain itu, masing-masing cerita juga menyimpan nilai-nilai akhlak tersendiri yang sangat inspiratif dan bermanfaat bagi anak-anak. Selamat membaca!

-Peresensi: Al Mahfud,

penikmat buku, bermukim di Pati

 

Jejak kaki MisteriusJudul                : Jejak Kaki Misterius

Penulis             : Riawani Elyta, dkk.

Penerbit           : Indiva Media Kreasi

Cetakan            : 1, 2016

Tebal                 : 144 halaman