CINTA, MIMPI, DAN BAKTI PADA ORANG TUA

Sumber: Pixabay

Oleh: Ratnani Latifah*

“Penyesalan memang selalu datang pada akhir peristiwa. Namun, bukan berarti semua kesalahan yang sudah dia lakukan tidak pernah ada perbaikan.” (hal 116).

Novel ini mengambil tema dasar tentang kisah cinta yang dipadukan dengan upaya meraih impian dan bakti orang tua. Meski tema yang diambil bisa dibilang sudah umum dan cukup banyak diangkat dalam kisah-kisah novel di pasaran, tetapi novel ini tetap memiliki sisi menarik tersendiri. Bagi penikmat kisah romance, novel ini bisa dijadikan salah satu pilihan untuk dibaca.

Cinta sebagaimana kita tahu, selain bisa menumbuhkan motivasi-motivasi positif, tetapi juga memiliki dampak negatif yang membuat kita menjadi sosok bodoh dan terlena. Setidaknya itulah yang tengah dirasakan Zayn. Cinta telah membutakan hati dan pikirannya hingga hampir melepaskan impiannya. Ia tidak peduli dengan teguran dari sang adik—Safaa. Bahkan ketika Safaa berusaha keras membantu Zayn untuk tetap berdiri di panggung drama.

Jika menuruti keinginan ayahnya, harusnya Zayn masuk ke fakultas ekonomi dan melanjutkan usaha ayahnya suatau hari nanti. Tidak hanya itu Zayn harusnya juga menyetujui perjodohan yang ditawarkan sang ayah. Akan tetapi dari dua pilihan itu, Zayn menolak keduanya. Ia memilih meninggalkan keluarga dan berjuang meraih impiannya sendiri. Baginya, seni adalah pilihan yang membuat hatinya mantap. Ia ingin melanjutkan belajar tentang seni musik di salah satu universitas di England (hal 11).

Namun ketika impiannya sudah di depan mata, ketika ia memiliki kesempatan sebagai bintang dalam dunia seni yang ia impikan, Zayn seperti terkena sihir cinta. Gara-gara Hazel, kekasihnya hidupnya jadi kacau dan berantakan. Zayn menjadi semacam pengecut, tidak tegas, tidak bertanggung jawab dan sangat egosi. Ia meniadi malas berlatih, padahal ia didaulat sebagai pemain utama dalam sebuah drama yang akan segera dipentaskan. Melihat kenyataan itu Safaa merasa sangat sedih. Karena menurutnya Zayn tidak harus bersikap seperti karena Hazel, yang menurut Safaa bukanlah kekasih yang baik. Hingga sebuah perjalan tidak terduga menjadi titik balik dari kehidupan Zayn.

Secara keseluruhan novel ini mencoba menyajikan kisah yang cukup menarik. Penulis menguraikan tentang bagaimana kita dalam menghadapi cinta, impian dan juga tantangan untuk berbakti kepada orang tua. Hanya saja, pemilihan setting cerita yang harusnya menjadi keunggulan novel, menurut saja malah menjadi kelemahannya. Karena meski mengambil latar di luar negeri—tepatnya London, novel ini belum bisa rasa roh dari kisah kehidupan di sana, kecuali nama-nama tempat dan sedikit bahasa Inggris yang diselipkan penulis.

Padahal jika penulis bisa lebih banyak meng-eksplore kota London dengan memaparkan entah kebiasaan, atau budaya setempat, kisah ini akan menjadi lebuh seru. Jadi latar cerita tidak hanya berasa tempelan semata. Kemudian ada beberapa bagian yang menurut hemat saya kisahnya terlalu berlebihan dan kurang natural. Namun lepas dari kekurangannya, penulis berhasil membuat pembaca emosi dengan sifat-sifat para tokoh—khususnya Zayn yang menurut saya begitu menyebalkan.

Membaca novel ini selain kita dihibur dengan kisahnya, sedikit banyak kita juga bisa mengambil beberapa pelajaran penting. Misalnya tentang pentingnya bakti kepada orang tua dan bijak dalam memaknai cinta. Kisah juga diingatkan bahwa hidup tidak mungkin berjalan lancar, selalu ada cobaan dan hikmah di baliknya. “Tuhan memang selalu punya rahasia terbaik di balik cobaan-Nya.” (hal 136).

Begitupula dalam hidup, kita akan selalu menemui pilihan-pilihan, tinggal bagaimana kita bijak dalam mengambil pilihan “Karena mimpi selalu mempunyai pilihan dan cinta pun selalu ada pilihan, hidup ini penuh dengan pilihan. Tidak ada yang bisa hanya menjadikan satu pemikiran menjadi jalannya, pasti ada jalan lain dan arah lain yang paling tepat untuk kita pilih. Jadi, jangan pikirkan di mana aku, melainkan kemana kau harus melangkah.” (hal 181).

Srobyong, 28 November 2019

*Penulis dan penikmat buku asal Jepara 


A  SIMPLE SECRET LOVE


 

Judul               : A  Simple Secret Love

Penulis             : Mell Shaliha

Cetakan           : Pertama, Februari 2019

Tebal               :  288 halaman

ISBN               : 978-602-5701-11-5

 

Cinta sepertinya tak pernah punya arah yang pasti. Seperti angin yang menggerakkan ombak. Tak pernah terlihat jelas, meski mampu menghempas karang. Itulah cinta, kekuatan di mana ia bisa melemahkan bahkan membangkitkan siapa saja yang merasai. Namun satu yang tak terdusta, tiada cinta yang tak mengarah pada satu kata: kebahagiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *