Cinta Pada Segala Musim

resensi-cinta-segala-musim

Setiap rumah tangga mempunyai ujian sendiri-sendiri. Salah satu ujian bagi rumah tangga adalah masalah ekonomi. Ekonomi yang membelit dan dililit hutang bisa menyebabkan suami istri menjadi tak akur. Ekonomi yang menanjak pun bisa membuat masalah antara pasangan.

Rae dan Rampak mengalami ujian dalam rumah tangga mereka di tahun keenam pernikahan mereka. Rae yang sebelumnya dimanjakan Rampak dalam sebuah rumah mewah harus rela pindah ke rumah kontrakan yang sangat sederhana. Kebiasaan Rae mengikuti aneka model fashion pun harus ia tinggalkan. Semua bermula karena usaha yang dikelola Rampak mengalami kebangkrutan.

Rampak merintis usahanya dari nol. Tidak ada campur tangan orang tuanya di sana atau pun mertuanya yang kaya raya. Semua ia peroleh dari tetes keringatnya sendiri. Semua usahanya berkembang. Usaha perumahan melesat, ia juga menginvestasikan uangnya untuk membeli beberapa ruko dan kemudian mengontrakkannya.

Semua aset yang dimiliki Rampak harus dijual karena Rampak ditipu oleh temannya. Pada sebuah project perumahan, ia mempercayakan temannya yang membangun. Namun, teman tersebut tidak membangun sesuai spek. Sehingga banyak kekurangan dan Rampak dituntut untuk mengganti rugi. Hal itulah yang membuat semua aset yang dimiliki Rampak harus dijual.

Orangtua tentunya tidak ingin melihat anaknya menderita. Begitu pun orangtua Rae. Melihat menantunya bangkrut dan anaknya harus menyertai suami pindah ke kontrakan yang kecil, orangtua Rae menawarkan bantuan. Tidak hanya itu, mereka juga menawarkan pekerjaan kepada Rampak. Tapi, semua itu ditolak olek Rampak. Ia tetap ingin bangkit tanpa bantuan orangtua atau mertuanya.

Ketika keuangan mereka semakin menipis, Rae hamil. Hal yang telah mereka nantikan itu seolah datang di saat yang tidak tepat. Ketika ekonomi sedang sulit dan Rampak tidak punya pekerjaan apa pun. Rae sempat kembali ke rumah orangtuanya, namun ia merasa tidak utuh tanpa kehadiran Rampak di sisinya. Rae pun kembali ke rumah kontrakannya yang sederhana dan memulai membuat kue untuk dijual karena Rampak tak kunjung mendapat pekerjaan.

Ujian rupanya tak berhenti begitu saja di kehidupan rumah tangga Rampak dan Rae. Mereka kembali diuji oleh satu hal yang membuat Rae kembali ke rumah orangtuanya. Rampak pun terusir dan merasa tidak berharga lagi. Satu-satunya hal yang ia miliki yaitu Rae pun mengusirnya. Rampak merasa kehilangan segalanya.

Rampak seorang arsitek, di perkampungan tempat ia tinggal berdiri rumah-rumah yang tak layak huni. Satu rumah kemudian direnovasi Rampak dengan menggunakan bahan-bahan yang ada dan pengerjaan yang dilakukan beramai-ramai dengan sukarela. Merenovasi satu rumah tersebut membuat Rampak teringat pada Hassan Fathy. Hassan Fathy adalah seorang arsitek Mesir yang banyak membantu orang-orang miskin untuk mendapatkan perumahan yang layak.

Hassan Fathy membangun rumah untuk tiga ribu keluarga di sebuah desa. Dia membangun dengan menggunakan material yang diakrabi masyarakat. Dia memakai batu bata dari lumpur, material yang dikenal masyarakat setempat sejak ribuan tahun lalu. Hassan Fathy membangun tanpa mencerabut arsitektur itu dari kearifan lokalnya. Ia hanya menyelaraskan. (Halaman 136)

Jiwa semangat Rampak kemudian berkobar kembali, ia punya semangat yang terlihat menyala di matanya. Untuk menjadi seperti Hassan Fathy. Rae tertegun mendapati impian suaminya di tengah ujian ekonomi yang masih menghantam rumah tangganya.

Ujian dalam hidup adalah sebuah hal yang memang harus dilewati oleh manusia. Novel Cinta Segala Musim membuat pembaca melihat sisi lain dari sebuah ujian, bisa saja ujian yang datang membuat kita kembali melihat apa yang kita impikan di masa lalu namun belum diwujudkan karena tuntutan akan berbagai hal termasuk tuntutan ekonomi. Padahal kebahagiaan tak hanya dinilai dengan uang.

Ujian membuat seorang Rampak menyadari kalau ia belum menjadi seorang arsitek yang sebenarnya, profesi yang selama ini ia geluti. Arsitek adalah seorang seniman kehidupan, dia memikirkan berbagai aspek kehidupan manusia. Sementara seorang pebisnis hanya memikirkan keuntungan. (Halaman 161)

***

Oleh : Hairi Yanti

 

Judul                 : Cinta Segala Musim

Penulis              : Maya Lestari GF

Penyunting      : Muridatun Ni’mah

Penerbit            : Indiva

Tahun Terbit   : Cetakan Pertama, Juni 2016

ISBN                   : 978-602-1614-59-4

Tebal Buku       : 224 Halaman

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *