Coming Soon: Novel, Fighting, Son Seng Nim!

kover-fighting-son-seng-nimHalo, Sobat Indiva…. Ada kabar bagus bagi kalian penggemar novel-novel kami. Penerbit Indiva akan merilis novel baru berjudul Fighting, Son Seng Nim!. Novel kali ini kental dengan aroma Korea. Tapi istimewanya, novel yang ditulis Nuraisah Hasibuan ini banyak diilhami oleh kejadian-kejadian nyata. Nuraisah me-re-kreasi pengalaman-pengalaman hidupnya selama mengajar di sebuah TK Korea menjadi kisah yang  menarik untuk dibaca.

Nah, sembari menanti tanggal resmi terbitnya novel, yuk, simak penuturan Nuraisah tentang proses kreatif Fighting, Son Seng Nim! berikut ini.

 

Bismillahirrahmanirrahim….

Alhamdulillah novel “Fighting, Son Seng Nim” akhinya kelar dalam bentuk yang benar-benar sesuai dengan package yang selama ini saya idam-idamkan, dari segi ide hingga pengemasan. Sebelumnya novel ini pernah saya buat dalam beberapa versi. Ada versi yang ceritanya lebih berat pada hubungan asmara karakter utama, ada versi yang fokus pada mengungkap kecurangan-kecurangan dalam pendirian sekolah, dan ada juga versi yang intinya tentang persahabatan antar agama dan bangsa. Namun di antara semuanya, versi sekarang ini adalah yang paling mewakili pemikiran saya.

Ide novel ini sebagian besar adalah pengalaman saya selama mengajar di sebuah TK Korea di Jakarta. Mengajar anak-anak pribumi saja pasti sudah penuh cerita, apalagi mengajar anak-anak berkewarganegaraan asing. Setiap hari selalu ada cerita baru, masalah baru, dan pengalaman baru.  Cara para orang tua dan guru-guru Korea menyelesaikan masalah anak-anak mereka agak berbeda dengan cara yang selama ini saya ketahui. Mereka mendisiplinkan dan berkomunikasi dengan anak-anak dengan cara yang unik. Ini semua adalah hal yang baru buat saya. Di sana juga, guru-guru saling membantu sehingga semua guru, baik guru senior maupun guru junior bisa memiliki kompetensi yang sesuai dengan standard internasional. Alhamdulillah, Allah telah menggiring saya ke tempat ini, di mana saya bisa belajar tentang banyak hal.

Di sana juga saya menyaksikan betapa sekolah bisa menjadi tempat yang sangat menyenangkan buat anak-anak. Setiap hari anak-anak merasa gembira dengan segala kegiatan yang dirancang dengan sangat menyenangkan. Lesson Plan selalu direncanakan dan direview dengan serius sehingga saat eksekusi benar-benar memberi efek fun, kreatif dan menambah pengalaman anak-anak. Intinya adalah semua yang saya alami di sekolah itu terasa begitu berharga sehingga setiap hari sebelum tidur saya tidak pernah absen menuliskan pengalaman selama sehari itu dalam buku harian.

Dalam satu tahun, saya menulis satu atau dua diary yang tebal. Sehingga selama 5 tahun mengajar di TK, saya memiliki 6 atau 7 diary yang penuh dengan cerita campur-campur. Tidak tahu juga bagaimana awalnya, suatu saat saya berpikir betapa menyenangkan jika semua cerita ini dikompilasi dalam sebuah novel. Membayangkan kalau cerita seru ini bisa menghibur pembaca bahkan memberi inspirasi membuat saya sangat excited. Apalagi tidak semua orang mengalami hidup yang adventurous seperti yang saya alami kan?

Masalah satu-satunya saat itu adalah saya kurang percaya diri. Terus terang saya sangat menikmati novel jenis apapun, mulai dari novel-novel misterius karya Agatha Christy hingga novel lucu Sophie Kinsella. Saya mengagumi cara mereka membuat cerita itu terdengar misterius ketika itu adalah cerita misteri dan membuatnya novel genre komedi lucu hampir di setiap kalimat. Saya agak bingung genre apakah novel saya ini? Ceritanya campur aduk. Ada kalanya pemeran utama bertingkah lucu namun kadang menjadi sangat serius.

Jadilah saya semakin rajin “mempelajari” berbagai novel dari penulis yang berbeda-beda hanya untuk mempelajari gaya tulisan mereka. Namun anehnya sedikitpun saya tidak bisa mengubah gaya menulis saya menjadi seperti mereka. Bahkan untuk mencoba mirip-mirip pun sepertinya tidak bisa. Pada titik ini saya akhirnya meyakini bahwa setiap penulis memiliki gaya menulis sendiri-sendiri. Mereka berbeda dan unik seperti uniknya cara berbicara mereka. Keyakinan inilah yang menumbuhkan rasa percaya diri untuk menulis novel perdana ini, dengan gaya bahasa saya sendiri, bahasa diary sayaJ

Dan karena semua ide novel ini ada dalam diary, saya hampir tidak menemukan kendala yang berarti dalam proses penulisannya. Mungkin itulah sebabnya seorang penulis harus rajin menulis diary, karena ide-ide spontan yang pernah ada dan pengalaman-pengalaman berharga yang pernah dialami tidak hilang begitu saja. Bagi para calon-calon penulis, silahkan coba cara ini ya!

Akhir kalam, semoga novel sederhana ini bisa menghibur semua pembaca. Dan yang lebih penting, semoga bisa menginspirasi untuk tidak ragu memperjuangkan hal yang benar, sesederhana apapun itu. Semoga menginspirasi pada akhwat sholihah utnuk tidak menunda hijrah. Mungkin ada yang menentang niat baikmu, mungkin hijrah terkesan berat dan penuh pengorbanan. Namun sebenarnya tidak sama sekali jika dilakukah ikhlas lillahi ta’ala. Allah SWT akan meridhoi amal baik kita dan mempermudah jalan hijrah kita. Insya Alllah….

3 thoughts on “Coming Soon: Novel, Fighting, Son Seng Nim!

  1. CoCo says:

    kisah di balik pembuatan novel ini menyentuh…. jadi mupeng pengen beli…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *