DIAN DHIE’S PICK: ENAM DRAMA KOREA TERBAIK

Kalian suka Drama Korea, kan? Dian Dhie juga. Penulis satu ini bahkan blak-blakan mengungkap novel terbarunya A Moment to Decide: Oppa Meets Santri Kpop terinspirasi dari drakor-drakor yang pernah ditontonnya.

Nah, sebagai penggemar drama Korea, pastinya Dian Dhie punya daftar panjang drama-drama yang pernah ditonton. Terus… di antara daftar itu dia pasti punya drama yang menurutnya masuk dalam jajaran the best. Saat kami kepo apa saja drama-drama terbaik menurut Dian Dhie, dengan senang hati beliau share judul-judul yang bagus dan highly recommended buat kita.

Ini dia list-nya…


  1. A Jewel in the Palace

About 500 years ago during the time of Chosun Dynasty, Korea boasted a rigidly hierarchical and male dominated social structure. Set in this period, “Jewel in the Palace” is based on a true story about a legendary girl named Jang-Geum who became the first woman to be the supreme royal physician of her times. Despite her poor condition as a low class girl in the male dominated society, Jang-Geum overcame a series of social discrimination and landed herself as a royal cook, later becoming the royal physician, then ultimately the physician in charge of the king. She was even given by the king the title “The Great Jang-Geum” (AsianWiki).

Ini adalah drakor legend. Salah satu drama generasi awal yang masuk ke Indonesia dan menyebarkan wabah drakor lover.

 

Kata Dian Dhie tentang Jewel in The Palace:

 

Perjuangan banget, cita-citanya jadi dayang. Tapi takdir menulis lain. Dijahatin malah membuat dia semakin gemilang. Dari tukang masak, farmasi, perawat sampai jadi dokter perempuan pertama di Korea.

 

Tokoh Jewel in The Palace favorit Dian adalah sang tokoh utama Dae Jang Geum. Mengingat drama ini banyak membahas dunia pertabiban, so pasti relatable banget dengan latar belakang pendidikan Dian yang juga berkutat dalam dunia kesehatan.

 

Bagian terbaik Jewel in The Palace menurut Dian Dhie:

 

Ketika hanya Jang Geum dan seorang temannya yang tidak ikut undangan pesta para guru di pendidikan kedokteran istana supaya lulus ujian, justru hanya mereka yang lulus.

 


  1. Queen Seon Deok

Deokman (Queen Seondeok’s childhood name) was born a twin but was abandoned as a baby. She was later brought back to the Silla palace, where she joined forces with her twin sister Princess Chonmyong to oppose Mi-shil, who wanted to seize power. Mi-shil devised sinister plans to have the two Silla princesses exiled from the kingdom, and in a secretive battle, Princess Chonmyong was assassinated by Mi-shil. But Princess Deokman shrewdly enlisted the help of General Kim Yusin and eliminated her archenemy Mi-shil. She became the first female ruler of the Silla kingdom. (Source: AsianWiki)

 

Drakor satu ini pernah tayang di salah satu stasiun TV swasta dan ga bikin penonton jengah kendati plotnya tergolong berat dengan muatan sejarah, penuh intrik, spionase, dan politik.

Kata Dian Dhie tentang Queen Seon Deok:

Perang politik yang cerdas, poin utamanya ilmu itu penting.

 

Pernah nonton drama ini? Siapa tokoh yang jadi biasmu? Kalau cewek mungkin saja kalian akan kesengsem pada Kim Chun Chu, sang pangeran, atau Bi-dam. Lantas, siapa tokoh yang Dian unggulkan? Lagi-lagi tokoh utama, Ratu Seon Deok.

 

Tapi bagaimana mungkin kita tidak suka pada karakter titular satu ini? Sebagai cewek pun kalian tidak akan bisa untuk tidak kagum. Dia adalah karakter drama yang sempurna: cerdik, adorable, dan yang terpenting, she is super badass!

 

Bagian terbaik Queen Seon Deok menurut Dian Dhie:

 

Ketika Deokman berhasil menipu Nyonya Mishil dengan trik yang Mishil lakukan untuk membohongi rakyat dan kerajaan dulu dan muncul ketika gerhana matahari. Dengan begitu Deokman dianggap ‘pilihan dari surga/langit’ untuk kerajaan.

 


  1. Go Back Couple

Choi Ban-Do (Son Ho-Jun) and Ma Jin-Joo (Jang Na-Ra) are both 38-years-old and a married couple. Choi Ban-Do has been burdened with being the breadwinner and Ma Jin-Joo is a housewife with low self-esteem. Even though they loved each other when they married, they now hate each other. They both regret marrying at such a young age. The couple travel through time and find themselves as 20-year-old university students, when they met for the first time. (AsianWiki)

Dibintangi oleh aktris Korea kawakan. Bagi kalian generasi 90-an dan udah kenal Kpop sejak awal 2000-an, pasti familiar dengan lagu ini.

 

 

Tahu siapa penyanyinya? Tepat sekali, Jang Nara. Dian Dhie’s pick selanjutnya ini tergolong judul baru. Tayang pertama kali tahun 2017. Bagi kalian yang baru belakangan suka drakor, yang satu ini bisa jadi judul yang bisa dicoba. Karena menurut Kak Dian Go Back Couple itu….

 

Ini nyerempet real life walau fantasi. Belajar mengerti pasangan dan bersyukur dengan kehidupan kita.

Karena berkisah soal kehidupan rumah tangga, bisa banget kalau kamu nonton ini bareng pasangan (yang udah sah di KUA).

Bagian terbaik Go Back Couple menurut Dian Dhie:

Ketika Choi Ban-do menemukan cara kembali ke masa depan tapi justru mengalah demi Ma Jin-joo supaya Jin-joo bahagia hidup sama ibunya di masa lalu, padahal mereka harus kembali ke masa depan demi anak mereka. Ternyata Choi Ban-do memikirkan anaknya juga sampai menangis dan minta maaf.


  1. 49 Days

Shin Ji Hyun was enjoying absolute bliss as she was about to marry her fiancé, Kang Min Ho, but her perfect life is shattered when she gets into a car accident that leaves her in a coma. She is given a second chance at life by a person called The Scheduler (Jung II Woo), but it comes with a condition: she has to find three people outside of her family who would cry genuine tears for her. In order to do this, she borrows the body of Yi Kyung, a part-time employee at a convenience store for 49 days. (DramaWiki)

Pecinta drakor pasti pernah nonton atau setidaknya tahu 49 Days. Di masa awal nge-hype hallyu, 49 Days adalah salah satu judul wajib dalam must watch list Korean drama. Drama romance fantasi ini, memuat cerita yang

sangat mampu menguras air mata.

 

Kata Dian Dhie soal cerita 49 Days:

 

Iri sama teman itu wajar, tapi kalau sampai dendam itu jahat. Karena kadang hidup orang yang terlihat sempurna punya segalanya ternyata ada yang dia tidak punya, yaitu ketulusan dari orang-orang sekitarnya yang ternyata cuma pura-pura baik.

 

Bagian favorit Dian Dhie dalam drama 49 Days adalah:

 

Ketika Ji-hyun baru tahu kalau Han Kang selama ini mencintainya dengan tulus, sangat perduli padahal terlihat cuek. Justru tunangannya yang selama ini jahat, pura-pura baik. Tapi Ji-hyun malah harus pergi untuk selamanya tidak sempat menebus semuanya. Hiks.

 

Sudah pernah nonton 49 Days, bagian mana yang paling kamu suka?

 


  1. Good Doctor

A medical drama about a man with autistic disorder, who has mentality of 10-year-old, overcomes bias and discrimination by the society and becomes a pediatrician by utilizing his exceptional abilities that the illness brings.–KBS World Park Shi Ohn is autistic disorder and a savant syndrome. Although he has the mentality of a 10 year old, he has amazing ability of 3D visualisation of the human anatomy and memory of everything he reads. His ability gives him the exceptional skills as a paediatrician specialist however due to discrimination by society, he has to overcome all these to succeed. He was also abused by his father and abandoned by his mother. Worse is he also feels at fault that his brother died. Will he overcome all these discrimination? Will he also find love? Will he find acceptance? (Dramawiki)

Tidak mengherankan jika Good Doctor jadi salah satu pilihan Dian Dhie. Sedikit trivia bagi kalian, Good Doctor adalah award winning drama yang ditayangkan di jaringan televisi nasional Korea Selatan pada tahun 2013. Drama bergenre medis ini telah diadaptasi ke dalam TV series AS, dan baru-baru ini remake versi Jepang juga menuai sukses.

 

Kata Dian Dhie soal Good Doctor:

 

Tidak selamanya kekurangan itu adalah batas. Dokter Park Shi On yang autis saja jenius. Apalagi kita? Pasti, bisa!

 

Bagian favorit Dian Dhie dalam Good Doctor:

 

Ketika Dokter Park Shi On menyelamatkan bayi prematur lewat operasi yang nyaris tidak mungkin berhasil.

 

Sejauh ini sudah ada tiga versi Good Doctor. Mana saja yang sudah kamu tonton?


  1. Pasta

“Pasta” covers the dreams and success of a young woman who aspires to become an elite chef at La Sfera restaurant. Seo Yoo Kyung started her career as a kitchen assistant at La Sfera restaurant. She eventually works her way up to become a chef. Choi Hyun Wook is the top chef at La Sfera restaurant. He studied the culinary arts in Italy and started out as a chef assistant at a hotel in Sicily. Hyun Wook eventually worked his way up to become the most widely recognized Italian chef in Korea. (Dramawiki)

Suka masak memasak? Suka drama komedi romantis? Drakor ini dijamin kamu banget. Sebab Pasta adalah drakor yang membalut kisah kasih dengan unsur gourmet. Maka, saat menonton ini, selain ketawa-tiwi karena unsur komedinya, kemudian deg-deg ser lantaran unsur romatisnya, hati-hati… sebab air liurmu akan menetes karena sajian makanan yang tak hanya tampak lezat, tetapi juga memanja mata. Memasak adalah sebuah seni.

 

Kata Dian Dhie soal Pasta:

 

Jago masak itu eksklusif. Bukan tentang bentuk dan rasa saja, tapi ada seninya. Ternyata tidak mudah. Perlu menghargai perjuangan yang masak. Sesuatu banget.

 

Bagian terfavorit Dian Dhie dari Pasta adalah:

 

Seo Yoo Kyung membujuk rekan-rekan chef-nya untuk kembali bekerja dengan Chef Hyun-wook. Hyun-wook ditinggal timnya karena dia chef yang killer. Padahal dia berhati hangat. Hihihi.

 


TENTANG “A MOMENT TO DECIDE: OPPA MEETS SANTRI KPOP” 


Kau tahu apa rasanya menjadi orang lain? Kau tidak akan pernah jadi dirimu sendiri, selama tidak kau terima keadaanmu.

Riana tidak pernah melawan pada kedua orang tuanya. Apa pun yang Umi dan Abi-nya perintahkan, dia akan melakukannya. Hingga suatu hari, mau tidak mau, ia harus menikah dengan seorang mualaf asal Korea yang belum dikenalinya. Riana dan kedua sahabatnya memang suka K-Pop dan K-Drama tanpa setahu umi dan abi-nya, tapi haruskah Oppa seperti yang teman-temannya ceritakan, bermata sipit dan berbadan gemuk yang mewujudkan khayalannya?

Riana menangisi nasibnya yang merasa tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Jika saja Oppa Korea yang pernah ditemuinya dulu yang menjadi suaminya, mungkin Riana tidak terlalu terpuruk. Ketika sakit hati, Riana berpikir untuk membuat sebuah pengakuan pada umi. Mungkin sebuah pengakuan bisa merubah segalanya, sebuah kesempatan merubah sakit hati menjadi kejutan manis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *