Menikah Itu Indah Karena Bonusnya Barokah

Hidup ini adalah pilihan. Penuh risiko. Ketika lajang, banyak sekali  penuh risikonya karena godaan yang datang. Tinggal memilih untuk menjadi taat atau bermaksiat. Gempuran pornografi dan pergaulan bebas di sana-sini menjadi sebuah tantangan. Apakah Anda bertahan atau terkena imbas? Begitupun saat memasuki gerbang rumah tangga. Anda akan menghadapi berbagai risiko kehidupan.

Menikah adalah sunah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan. Tak ada yang mampu menggantikan sunah ini dengan cara lain. Mengapa? Menikah adalah fitrah manusia. Dengan menikah, setan yang selama ini menggodapun akan menangis! Karena tak mampu lagi menggoda Anda untuk membayangkan hal-hal yang tidak halal. Dengan menikah akan menimbulkan rasa nyaman dalam mencurahkan cinta kasih. Seberapa jauh persiapan Anda menghadapi pernikahan? Apakah bayangan Anda yang indah-indah saja?

Kuatir menikah? Stres jika disuruh masak karena belum bisa masak? Stres jika langsung diberi momongan karena muntah-muntah? Stres menghadapi anak yang rewel? Untuk itu, Deasylawati Prasetyaningtyas mengupas habis dalam buku Sebelum Aku Menjadi Istrimu yang diterbitkan Penerbit Indiva. Dalam buku non fiksi setebal 224 halaman ini pembaca disuguhkan berbagai informasi persiapan sebelum menjadi istri. Mengapa perlu persiapan? Menjadi istri itu berat. Istri yang bijak, mampu mengatur rumah tangga dengan penuh cinta, perkataannya indah, membantu menanggung beban suami, menyiapkan makanan, amanah terhadap harta suaminya, patner suami  dan lainnya (hal 47).

Agar tidak menjadi beban, buku ini memberi langkah-langkah cerdas. Dituturkan dengan bahasa yang ringan dan aplikatif. Layaknya mengobrol, buku ini enak dibaca. Pembaca seakan sedang mengikuti kursus pra-nikah tanpa merasa digurui.

Dimulai dengan manis pada bab pemanasan, tidak seperti buku lainnya yang memulai dari bab pendahuluan. Di sini pembaca akan ditantang untuk tidak menjadi cewek cemen, minder dan takut menghadapi pernikahan. Langkah pertama yang ditawarkan adalah bersaing dengan bidadari. Makhluk cantik yang tidak eksis di dunia ini akan menjadi saingan berat untuk memiliki suami Anda kelak di akhirat. Pembaca diajak merenung hakikat sebagai istri yang shalihah. Kenapa harus bersaing? Kelak di syurga, Bidadari itu tidak segan-segan merebut suami shalih di sisi Anda (hal 13). Tapi, bagaimana mungkin makhluk dunia bersaing dengan bidadari yang memiliki sejuta pesona? Kuncinya satu, menjadi wanita shalihah. Ketika Anda berazzam menjadi wanita shalihah dan setelah menikah menjadi istri shalihah, maka Anda akan menang dari bidadari syurga.

Lalu, bagaimana jodoh dapat dicari? Perlukah mengejar-ngejar? Langkah yang tepat adalah memantapkan hati. Yakinkan jika Anda telah berusaha menjadi wanita yang baik-baik, maka laki-laki baik akan menjadi jodoh Anda (hal 29).

Langkah ketiga yang perlu Anda persiapkan adalah mencari ilmu menjadi istri. Ilmu persiapan sebelum hari H. Di buku ini akan memaparkan ilmu tentang pernikahan baik dari pengertian akad nikah sebagai mistaqun ghalizah (janji yang berat) dalam Al-Quran disebut sebanyak tiga kali, yakni untuk akad pernikahan, perjanjian antara para Nabi dan Tuhan dan janji Bani Israil terhadap Allah SWT dalam mengemban tauhid di dunia (hal 46). Selanjutnya ilmu manajemen keuangan, baik dalam membuat portofolio keuangan keluarga, menyusun rencana keuangan, menghindari hutang hingga meminimalkan belanja konsumtif.

Ada juga ilmu psikologi kepribadian pasangan. Pembaca akan diajak memahami perbedaan bahasa Laki-laki dengan Wanita seperti dalam buku Men are from Mars Women are from Venus karangan Dr. John Gray Ph.D. Pembaca akan memahami perbedaan sisi Wanita yang lebih unggul menguraikan makna kata-kata lisan daripada laki-laki. Sedangkan laki-laki, lebih unggul dalam kemampuan membayangkan. Pembaca juga diajak mempersiapkan ilmu tentang kehamilan, persalinan dan menyusui. Dibahas juga mengenai tips  untuk hamil, seperti frekuensi hubungan seksual, posisi hubungan seksual hingga tips agar cepat dan lancar bersalin. Suatu yang jarang dibahas di buku persiapan persalinan lainnya, penulis memberikan informasi salah satu cara agar persalinan dapat berlangsung cepat dengan menstimulasi puting (nipple stimulasion).Selain itu informasi proses persalinan tahap demi tahap ditulis dengan apik dan memperkaya pengetahuan. Pembaca diajak belajar menghadapi berbagai kemungkinan baik soal perut, duit sampai anak.

Sebagai sebuah karya, buku ini tak lepas dari kekurangan. Menurut peresensi, pertama, buku ini kurang mendalam mengupas persiapan malam pertama (malam zafaf). Kenyataannya, banyak calon mempelai wanita menjadi takut menjelang malam zafaf. Berbeda dengan Muhammad Fauzul Adhim di dalam bukunya Kado Pernikahan Untuk Istriku, Ia secara khusus membahas bab persiapan memasuki malam zafaf. Penulis masih malu-malu mengupas hal sensitif ini. Penulis lebih memilih mengupas panjang lebar tentang ilmu gizi seperti mengenal makanan sehat yang mengandung karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan sedikit lemak tak jenuh atau pola makanan seimbang (Hal 131). Entahlah apakah ini berkaitan dengan latar penulis, Deasylawati Prasetyaningtyas sebagai lulusan Poltekkes Surakarta angkatan 2006, sehingga penulis lebih leluasa mengupas materi yang dikuasainya. Sebelumnya penulis juga membahas bertema kesehatan seperti Novel Livor Mortis (Indiva, 2008) dan buku anak berjudul Tubuhku Sehat karena Makanan Halal (Era Intermedia, 2007).

Kedua, buku ini diperuntukan untuk wanita yang sedang mempersiapkan diri menjadi seorang istri.  Jika mematok ukuran peraturan BKKBN, usia ideal pernikahan adalah 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk laki-laki, maka buku ini diperuntukkan untuk wanita sekitar usia 21 tahun. Sangat disayangkan penulis memakai contoh seorang istri amatiran pada novel Izzatul Jannah (Intan Savitri) berjudul Setitik Noda Selaksa Cinta (Era Intermedia Solo, 2001) dalam menggambarkan istri yang tidak pandai memasak. Padahal buku itu terbit tahun 2001. Terlalu jauh rentang waktu pada pembaca. Ketika pembaca diusia 21 tahun di tahun 2001, maka saat membaca buku ini telah berusia 33 tahun. Novel yang menjadi contoh sudah sulit didapatkan atau tidak beredar lagi.

Ketiga, buku ini tidak membahas cara komunikasi dengan mertua, ipar dan tetangga. Dalam pernikahan, tidak hanya mampu memahami psikologi pasangan semata, tapi juga pandai membawa sikap kepada mertua, ipar dan tetangga. Istri diharapkan luwes dalam berbagai keadaan.

Terlepas semua itu, buku ini sangat rekomendasi bagi yang ingin sukses menjadi istri. Tak hanya cantik luar secara fisik, tapi dari jiwa yang paling dalam. Tak sekedar menjadi bidadari dunia bagi suaminya, tapi menjadi ratu bidadari di syurga kelak. Buku ini sangat hati-hati disajikan untuk wanita shalihah, cetakannya rapi dari salah ketik, cover yang ceria dan judul buku dilingkari seakan menjadi  simbol sebuah percakapan, menandakan buku ini layak diperbincangkan. Sayang, saya baru membaca buku ini ketika telah menjadi ibu beranak dua. Jika saja di usia 21 tahun saya telah membacanya, mungkin saya lebih cepat menjadi istri yang terampil dan cekatan.

Judul Buku      : Sebelum Aku Menjadi Istrimu

Penulis             : Deasylawati P.

Penerbit           : Indiva

Tebal               : 224 hal;, 20 cm

Cetakan           : I/ Februari  2013

ISBN               : 978-602-8277-71-6

Harga              : Rp. 28.000,-

Peresensi         : Naqiyyah Syam

Sebelum Aku jadi istrimu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *