KEKUATAN SUPER SEORANG GURU

Sumber gambar: Pixabay

Oleh: Thomas Utomo*

Apa yang terbayang dalam benak ketika mendengar kata guru? Orang berbudi, baik hati, suka memberi? Atau orang yang galak, tidak kenal kompromi, dan karenanya semua titahnya harus dituruti?

Tentu, persepsi tiap orang tidak ada yang sama mengenai sosok yang satu ini. Walaupun pada hakikatnya, guru adalah pribadi yang tuturnya digugu dan lakunya ditiru. Hal terakhir inilah yang dirasakan tokoh Aku dan teman-temannya terhadap Bu Marni, guru Bahasa Indonesia yang umurnya sudah lebih dari separuh abad. Bu Marni, menurut pengakuan tokoh Aku—yang mungkin merupakan pantulan diri pengarangnya sendiri yakni Hesty Nurul Kusumaningtyas—adalah guru yang selalu mendorong para muridnya untuk melakukan hal-hal baik. Dalam menyampaikan motivasi, biasanya, Bu Marni menggunakan tokoh-tokoh terkenal sebagai teladan bagi anak-anak. (halaman 5).

Yang menyenangkan, Bu Marni seolah tidak punya ekspresi selain tersenyum. Termasuk saat menghadapi keusilan atau kebadungan siswa di kelas. Bu Marni selalu punya cara untuk menanggapi perilaku siswa secara positif dan menyenangkan. Walaupun kadang-kadang, anak-anak didik tidak paham, kenapa guru sepuh ini bisa begitu baik? Apa sebabnya?

Ketidakpahaman yang sama, muncul ketika suatu siang, sepulang sekolah, Bu Marni mengalami kecelakaan. Dia diserempet pengemudi sepeda motor yang mengebut hingga menjatuhkan Bu Marni dan sepeda tuanya. Meski mengalami luka-luka, Bu Marni bukannya marah, dia menunjukkan tanggapan sebaliknya (halaman 7-9). Para siswa dan teman sesama guru heran dibuatnya.

Sampai kemudian, terkuaklah asal muasal sikap positif yang selalu memancar dari pribadi Bu Marni. Inilah yang membuat para murid semakin hormat, cinta, dan meneladani sang guru Bahasa Indonesia.

Cerita ini sedap—sederhana dan apik. Tidak terkesan dibuat-buat dan memiliki pesan moral kuat, tanpa dibubuhi bahasa menggurui. Cocok sekali dibaca anak-anak atau digunakan orang dewasa sebagai bahan read aloud bagi anak usia kelas rendah.

Di samping itu, masih ada sepuluh cerita pendek lain yang juga menarik disimak. Yang menonjol karena cara bertutur dan muatan isinya antara lain cerita Berkat Uang Seratus Ribu (halaman 61-74) dan Celoteh Anak Pindahan (halaman 75-91).

Dalam Berkat Uang Seratus Ribu yang dianggit Abdurrahmansyah terlantun kisah mengenai usaha tokoh bernama Dinda yang mengisi waktu luang dengan bekerja paruh waktu sebagai tukang cuci piring di sebuah rumah makan dan menjadi penjaja koran. Dia juga giat membantu menyelesaikan urusan domestik rumah tangga seperti menyeterika serta merapikan pakaian.

Sementara dalam Celoteh Anak Pindahan karya Ainun Mubin Misbah, ada cerita mengenai tokoh Aku—dinamai sama seperti nama penulisnya, mungkin ini kisah nyata pribadi—yang mengalami kesulitan menghafal nama-nama ilmiah tumbuhan. Ajaibnya, suatu waktu, dia justru didapuk untuk mewakili sekolah mengikuti Lomba Meresensi Buku Sains, padahal sudah jelas dia tidak suka pelajaran Sains atau IPA. Terus, bagaimana kelanjutannya? Pastinya lebih asyik kalau membaca langsung buku ini. Buruan!

 

*Thomas Utomo adalah guru SDN 1 Karangbanjar, Purbalingga, Jawa Tengah. Menulis novel Petualangan ke Tiga Negara  yang diterbitkan Indiva Media Kreasi. Dapat dihubungi lewat 085802460851 atau utomothomas@gmail.com.


 

Judul          :      Guruku Superhero

Penulis        :      Hesty Nurul dkk

Penerbit      :      Indiva Media Kreasi

Cetakan      :      Pertama, November 2017

Tebal          :      144 halaman

ISBN          :      978-602-6334-36-7

 

“Kalian tahu, enggak? Bukan cuma Superman dan Spiderman aja lho, yang punya kekuatan hebat. Kita juga punya. Kekuatan itu bersumber dari hati nurani. Yang akan muncul ketika, misal, kita melihat orang lain yang sedang susah atau butuh pertolongan. Contoh, nih. Saat teman kita jatuh, kita akan membantunya untuk bangkit dan membersihkan lukanya. Nah, perbuatan kecil itu yang membuat kita hebat seperti superhero!”

                Namanya Bu Marni, guru Bahasa Indonesiaku yang tetap semangat mengajar walau sudah berusia lebih dari setengah abad. Dalam memberi motivasi, biasanya Bu Marni akan menggunakan tokoh-tokoh terkenal untuk membantu menyampaikannya secara seru buat kami.

Kutipan di atas adalah secuil kisah yang ada di cerpen Guruku Superhero. Bu Marni hebat, ya, teman? Mengajar dengan cara yang tidak biasa. Kira-kira, ada kehebatan Bu Marni yang lain nggak, ya? Daripada penasaran, yuk lanjutin baca kumcer Guruku Superhero. Masih ada 9 cerpen menarik lainnya lho. Selamat membaca!

One thought on “KEKUATAN SUPER SEORANG GURU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *