Ketika Cinta Dikupas Tuntas

Cinta, selalu menjadi perbincangan hangat. Ia tak lekang oleh zaman. Pembahasan tentangnya meliputi berbagai aspek. Dan tak selamanya cinta bicara bahagia, karena patah hati bisa menjadi takdir pahit yang harus dijalani.

Sinta Yudisia, penulis produktif dengan latar pendidikan ilmu psikologi, meramu tulisan tentang cinta dan patah hati, dalam “Kitab Cinta dan Patah Hati”. Pembahasan dipaparkan melalui pendekatan ilmiah, dari sisi medis, bahasa, sosiologi, psikologi, juga religi. Dilengkapi dengan  contoh kisah-kisah klasik tentang cinta yang melegenda, dari zaman Nabi Muhammad, zaman Dinasti Mughal, zaman Dinasti Tang, zaman Raja-raja dan Kekaisaran Eropa, hingga artis Marilyn Monroe. Beragam kisah ini sangat mengesankan dan cukup menjadi daya tarik tersendiri.

Pada lembar pembuka disampaikan bahwa cinta melibatkan sekian ragam fungsi otak yang akan mengaktifkan adrenalin, sekian hormon, serta neotransmitter yang akan berpengaruh pada perilaku seseorang. Cinta melibatkan pula kognisi, sehingga apa yang diperbuatnya sangat mencerminkan apa yang sesungguhnya berada dalam bilik pemahamannya. Dan, cinta melibatkan juga serangkaian aktivitas sosial, sehingga beberapa studi menemukan keanekaragaman budaya dalam mengungkapkan sisi hati yang paling menarik ini. (halaman 5-6)

Buku ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama, tentang Cinta. Padabagian ini, pembahasan memuat berbagai teori.  Dalam Interpersonal Attraction, terdapat beberapa bentuk emosi yang dirumuskan para psikolog sosial, seperti suka (liking), persahabatan (friendship), kekaguman (admiration), nafsu (lust), dan cinta(love). Sedangkan menurut Robert Stenberg, dalam teori Triangular Love-nya, tiga komponen dalam cinta adalah: Intimacy, Passion, Commitment, yang kemudian dijabarkan dalam tabel yang mengurai delapan model tipologi cinta. Lalu Zick Rubin, peneliti dari Harvard University, mengemukakan skala cinta yang secara sederhana digunakan untuk mengukur apakah cinta, rasa suka yang mendominasi, ataukah keduanya? (halaman 23-53)

Pemaparan lengkap tentang bagaimana otak bekerja dalam urusan cinta, hadir dengan detil. Juga perilaku cinta yang dipengaruhi oleh aneka faktor. Setelah mengetahui itu semua, lalu bagaimana rumusan cinta sejati? Yaitu cinta yang berlandaskan cinta kepada Tuhan. Dalam Islam, cinta kepada sesama manusia, yang bersandar pada kalimat tauhid (pengesaan Tuhan), akan menuntun pada rambu-rambu yang menyelamatkan. Sebab cinta kepada lawan jenis, memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi. Pun cinta kepada orangtua dan kepada sesama muslim, dipenuhi oleh kelemahlembutan. Maka cinta dalam celupan cintaNya, akan memurnikan cinta dari noda dan dosa.

Setelah cinta didapat, tugas selanjutnya adalah menjalani dan mempertahankannya. Ini bagian yang tak kalah sulit, namun bila diikuti langkah-langkahnya, dihindari jebakan-jebakannya, bukan mustahil kebahagiaan sejati akan direngkuh.

Sayangnya, tak semua manusia dapat dengan mudah mendapatkan cinta. Keelokan fisik, harta melimpah, otak yang jenius, bukan jaminan untuk mempermulus jalan meraih cinta. Dalam buku ini, dibeberkan kiat-kiat syar’i saat berada di fase tersebut, agar tak mengalami gundah berkepanjangan tersebab jodoh belum kunjung tiba.

Penutup bagian kesatu adalah untaian kisah cinta indah penuh hikmah. Cinta yang agung, cinta yang penuh pengorbanan tulus, cinta yang lekat pada kesetiaan, mengabadikan kisah-kisah pasangan yang menjalani hidup dengan penuh cinta berbuah bahagia.

Bagian kedua tentang Patah Hati. Meski tak ada yang menginginkannya, namun kehadirannya tak mungkin dapat ditolak. Patah hati jangan diikuti dengan patah semangat, karena ia ada obatnya. Ada obat secara ruhani, mental, batiniah atau psikis,pun obat secara fisik. Keduanya harus dilakukan bersamaan, agar patah hati optimal terobati.

Pada bagian ini juga, ditampilkan kisah-kisah cinta klasik yang berujung duka. Selain kisah nyata, hadir pula karya sastra dalam fiksi cinta yang melegenda, seperti kisah Layla Majnun, The Phantom of The Opera, dan lainnya.  Tak sekadar menghibur, kisah-kisah tersebut membawa pada perenungan yang dalam.

Uraian cinta dari berbagai aspek, menjadikan buku ini sangat tebal. Covernya yang cantik dan lembut, sepertinya dimaksudkan agar bisa diterima di kalangan remaja. Namun untuk remaja, pada beberapa bagian tampaknya akan dilewati karena bahasanya yang sangat ilmiah. Penjelasan mengenai struktur otak, susunan syaraf, dan berbagai organ sensori lainnya, cukup membuat kening berkerut. Pada bagian tersebut dibutuhkan konsentrasi penuh agar penjelasan bisa dipahami. Namun pada bagian lain, bahasanya cukup ramah awam, maksudnya mudah diterima oleh kalangan remaja dan awam.

Terlepas dari beberapa bagian yang mengandung bahasa yang ‘berat’, buku ini recommended karena kompletnya. Selain penjelasan dari ilmu umum yang akan memperluas wawasan, penjelasan dari sisi Islam pun sangat memadai. Kisah-kisah Rasulullah dalam berbagai moment dan para shahabat turut mewarnai, dilengkapi dengan petikan hadits yang menguatkan. Tak ketinggalan nukilan ayat-ayat Al-Quran yang selaras dengan materi yang disorot.

Dari pembahasan lengkap dalam Kitab Cinta dan Patah Hati ini, tergambar bahwa cinta bisa dikupas tuntas dari beragam sisi. Namun pada hakikatnya, cinta bermuara dari hati. Bahagia atau derita adalah konsekuensi dari pilihan dalam skenario cinta. Yang harus menjadi sandaran adalah cinta kepada Ilahi. Demikian pula tatkala patah hati menerpa, jangan serta merta membuat semangat ikut patah. Sebab Tuhan menjadi tempat kembali untuk berserah diri.

Judul Buku                  :  Kitab Cinta & Patah Hati

Penulis                         :  Sinta Yudisia

Penerbit                       :  Indiva Media Kreasi

Terbit                           :  Cetakan I, Juni 2013

Tebal/Ukuran           :  381 halaman/19 cm

ISBN                             :  978-602-8277-99-0
Harga                          :  Rp. 49.000

Peresensi                     : Linda Satibi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *