KIAT MENDAMPINGI BUAH HATI MENUJU REMAJA

Sumber Gambar: Pixabay

 

Oleh: Yeti Islamawati, S.S.*

 

Anak merupakan anugerah dari Ilahi. Kehadirannya dapat menjadi perekat dalam mahligai rumah tangga. Kelahiran anak yang dipenuhi dengan suka cita ini pada sisi lain membawa konsekuensi yang tak dapat dianggap enteng. Sebuah amanah yang kelak di hari akhir dimintai pertanggungjawaban oleh Sang Pemilik Segala, Allah Swt. tentang bagaimana dalam mendidik dan membesarkan anak.

Orang tua sangat memengaruhi kehidupan anak, sebagaimana diungkapkan dalam Hr. Bukhari, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan di atas fitrah (bertauhid), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

“Masa Remaja memang masa kritis. Dalam periode ini anak kita memasuki masa transisi. Mereka mengalami perubahan fisik maupun mnetal. Inilah saatnya mereka mencari jati diri. Oleh karenanya, pola pengaushan pun harus menyesuaikan kondisi anak. Orang tua perlu menjadi pengayom, pembimbing, sekaligus tempat berbagi layaknya sahabat yang mau mendengarkan keluh kesah,” (halaman 30).

Lebih lanjut, Wida Az Zahida, penulis buku ini memberikan penjelasan apa peran serta tugas orang tua dalam mempersiapkan masa remaja anak. Keberadaan anak merupakan suatu anugerah sekaligus amanah. Setidaknya ada empat pendidikan yang harus disampaikan kepada anak, yaitu pendidikan akal, pendidikan ruhani atau jiwa, pendidikan sosial, dan pendidikan seksual.

Pendidikan seks, utamanya menjadi tanggung jawab orang tua. Untuk itu, orang tua harus memiliki kepekaan, keterampilan, dan pemahaman agar mampu memberikan informasi dalam porsi yang tepat dan secara akurat. Beberapa hal yang menyangkut dalam pendidikan seks ini antara lain menanamkan rasa malu kepada anak sehingga ia akan berusaha menjaga aurat; menanamkan jiwa maskulin pada anak laki-laki dan feminism pada anak perempuan; memisahkan tempat tidur, mengajarkan meminta izin ketika memasuki kamar orang tua; mendidik bagaimana menjaga kebersihan alat kelamin; mengenalkan mahram dan menjaga dari apa yang dilarang.

Ketika mendapati anak perempuan dan anak laki-laki balig, maka yang pertama perlu dilakukan oleh orang tua adalah memberikan ucapan selamat. Selanjutnya, orang tua merayakan momen ini sebagai bentuk rasa syukur karena balig merupakan sebuah tanda dimulainya babak baru dalam kehidupan anak. Secara psikologis, pemberian ucapan selamat ini akan membuat anak mengingat masa akil balig sebagai masa yang istimewa, bahwa orang tua memberikan perhatian lebih padanya. Inilah yang pada akhirnya akan menjadi jalan pembuka bagi orang tua untuk selalu dekat dengan anaknya.

Kelebihan buku ini terdapat lembar evaluasi yang dapat digunakan untuk memudahkan orang tua dalam melihat perkembangan anak dan menjaga komitmen pelaksanaan pendidikan. Selain itu, di setiap bagian akhir setiap bab terdapat kisah-kisah penuh hikmah yang akan membangkitkan motivasi para orang tua dalam membimbing remaja. Sebuah buku yang cocok dibaca bagi orang tua untuk mempersiapkan anak memasuki balig.

*Seorang guru di MTsN 9 Bantul


Judul               : Ayah, Bunda, Dampingi Aku Menuju Remaja

Penulis             : Wida Az Zahida

Penerbit           : Indiva Media Kreasi

Cetakan            : Pertama, November 2018

Tebal                : 232 halaman

ISBN               : 978-602-6334-98-5

 

 

 

Masa balig adalah masa yang krusial, karenanya orang tua perlu memberikan perhatian yang besar menyangkut hal ini. Sebab, dalam masa ini anak memasuki titik di mana dia akan memikul tanggung jawab yang serupa dengan muslim yang telah dewasa: shalat, puasa, dan ibadah fardhu lainnya. Amal sang anak akan dihitung sebagai amalan pribadi. Dia akan bertanggung jawab langsung di hadapan Allah SWT.

Buku ini menjawab hal-hal seputar persiapan yang harus dilakukan orang tua guna membimbing putra-putri menuju masa balig. Buku ini juga memaparkan tentang karakteristik remaja agar pendidikan dapat masuk dalam diri mereka dengan optimal, sehingga mereka dapat menjadi bagian dari generasi yang berkualitas dunia-akhirat.

Lembar evaluasi yang ada dalam di buku ini dapat dipergunakan untuk memudahkan orang tua melihat perkembangan anak dan menjaga komitmen orang tua dalam pelaksanaan pendidikan. Selain itu, di akhir setiap bab diberikan kisah-kisah inspiratif sehingga buku ini menjadi menarik dibaca. Untuk lebih memberikan dorongan dalam merealisasikan perencanaan yang telah dirumuskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *