KIAT MENGEMBANGKAN BAKAT ANAK

Sumber Gambar: Pixabay

 

Oleh: Sam Edy Yuswanto*

Setiap orang tua seyogianya selalu berusaha menggali bakat anak-anaknya. Setelah mengetahui bakat anak, hal selanjutnya yang dilakukan orang tua adalah membantu dan memotivasi anak untuk mengembangkan bakat tersebut. Bakat yang terasah dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan menjadikan anak kelak meraih kesuksesan sesuai bidang yang ditekuninya.

Dalam buku ini dijelaskan, bakat memiliki arti derajat kesiapan untuk belajar dan bekerja dengan baik di situasi tertentu atau wilayah tertentu. Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi bakat anak. Pertama, identifikasi pengetahuan dan keterampilan terkait bakat yang dimaksud. Kedua, kecepatan menguasai pengetahuan dan keterampilan tersebut.

Misalnya, seseorang memiliki bakat menari. Memang, ia tidak langsung terlihat mahir menari. Tetapi ia memiliki kelenturan tubuh, mampu menggerakkan tubuh dengan sangat luwes, kaki-kaki bergerak lentur, atau tangannya mampu mengikuti irama dengan pas. Selain itu, ia bisa menguasai lebih cepat dibanding rekan sebaya, meski baru diberi sedikit petunjuk tentang cara-cara menari (hlm 12-13).

Oleh karena itu, orang tua sangat penting untuk menggali setiap bakat dan juga minat anak-anaknya. Alasannya, karena mengenal bakat dan minat anak sejak usia dini akan membantunya memilih beragam aktivitas yang sesuai dengan potensi yang ada dalam dirinya. Pilihan aktivitas, sekolah, hingga pekerjaan, sangat perlu menyesuaikan bakat dan minat setiap orang (hlm. 58).

Berdasarkan pengamatan penulis buku ini, para ahli memiliki alasan tersendiri terkait kapan bakat minat harus diasah. Semuanya tentu harus dikembalikan kepada diri individu. Jika ia telah dewasa, maka tentu dapat mengembangkan bakat minat sesuai pilihan sendiri, sesuai tanggung jawab yang dapat diemban. Misalnya, seorang karyawan yang merasa memiliki bakat minat bermusik, tentu ia sudah punya cukup penghasilan untuk membeli gitar atau piano elektrik.

 

Sementara itu, anak-anak yang masih bergantung kepada kedua orang tuanya tentu berbeda. Mereka tak punya sumber penghasilan sendiri dan masih bingung dengan beragam pertimbangan. Oleh karena itulah, orang tua harus bijak membantu si anak untuk menemukan arah bakat serta minatnya dan berusaha untuk memfasilitasinya (hlm. 91).

Terbitnya buku inspiratif ini cocok dijadikan sebagai salah satu bacaan bermanfaat bagi para orang tua yang mendambakan anak-anaknya kelak meraih kesuksesan sesuai dengan bakat dan minatnya.

*Sam Edy Yuswanto,  penulis lepas dan penikmat buku, mukim di Kebumen.


15 RAHASIA MELEJITKAN BAKAT ANAK


Judul Buku      : 15 Rahasia Melejitkan Bakat Anak

Penulis             : Sinta Yudisia

Penerbit           : Indiva Media Kreasi

Cetakan           : I, Januari 2020

Tebal               : 272 halaman

ISBN               : 978-602-1614-31-0

 

Di dunia ini, hanya 3% orang yang merancang kehidupannya dengan bersungguh-sungguh. Padahal, Tuhan menitipkan dalam diri seseorang setidaknya dua atau tiga minat bakat. Sebagian orang dapat menggabungkan kecerdasan dan bakatnya sehingga menjadi technopreneur macam Sergey Brin, Larry Page, Mark Zuckerberg.

Sebagian gagal, bahkan jatuh di titik terendah seperti Eduard Einstein dan William James Sidis. Sejarah tidak hanya ditorehkan oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan luarbiasa. Lebih dari itu, orang-orang hebat ternyata mampu menemukan bakat tersembunyi, mengasahnya dan melejitkannya hingga optimal.

Sebagai orangtua, apakah kita sudah membuka rahasia dalam diri sendiri dan berikutnya mampu menemukan rahasia-rahasia terhebat dalam potensi anak-anak kita? Semoga buku ini membantu anda menemukan cara untuk membentuk bakat  unik yang tersembunyi dan terpendam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *