Kisah di Balik Sejarah dan Ambisi Politik

 

Novel yang mengulik tentang sejarah merupakan tema cerita yang menarik untuk disimak. The Secret of Room 403 adalah salah satunya. Novel yang merupakan Pemenang Harapan 1 pada Lomba Menulis Novel Indiva (LMNI) tahun 2014 ini menceritakan kisah di balik tragedi masalalu, lika-liku kehidupan penulis, serta intrik ambisi politik. Dengan lompatan-lompatan plot antara tahun 1984 dan 2013, novel ini menampilkan kisah yang menarik sekaligus menaikkan adrenalin.

Kisah dimulai ketika Aliff, seorang penulis profesional yang biasa menulis berbagai jenis tulisan, mendapat tugas untuk menuliskan novel tentang seorang sosok militer. Sosok yang ditulis Aliff ini adalah ayah dari seorang menteri yang digadang-gadang maju dalam pemilihan presiden setahun mendatang. Martin, ajudan Sang Menteri memberikan sebuah bundel usang yang kertasnya telah menguning. “Semua referensi dan bundel milik Bapak Menteri yang saya pinjamkan pada Anda, sama berharganya dengan diri Anda sendiri. Sampai novel ini terbit, tidak perlu ada yang tahu untuk siapa Anda bekerja,” Kata Martin pada Aliff (halaman 41).

Kisah kemudian melompat pada kejadian tragis yang terjadi di Tanjung Tritis tahun 1984. Beberapa pemuda ditangkap oleh tentara. Husein, salah satu pemuda Tanjung Tritis dan beberapa pemuda lain berusaha mencari tahu alasan penangkapan itu. Merekapun menyambangi Kodim.

“Kita datang dengan niat baik. Jadi pastikan kalau semua yang kita lakukan, katakan, dan pikirkan, adalah hal yang baik-baik. Mudah-mudahan hasil yang kita terima juga baik. Jika ada yang berbuat tidak baik atau anarkis,itu bukan bagian dari kita,” Ucap Husein (halaman 79).

Belum sampai tujuan, rombongan pemuda dihadang barisan tentara berseragam dan bersenjata lengkap. Berondongan peluru menjadi sambutan bagi rombongan pemuda itu. Beruntung, Husein berhasil selamat meski terluka parah. Seorang tentara bernama Rusydi menyelamatkannya dan mengubah identitasnya.

Kembali pada kisah Aliff. Aliff memutuskan menulis sembari berlibur ke Tanjung Pinang kepulauan Riau. Ia pun berkenalan dengan Revi, pemilik rumah yang disewa Aliff. Kemandirian dan kejujuran Revi menarik hati Aliff.  Revi tak hanya mempunyai usaha penyewaan rumah, ia juga bekerja sebagai pemandu wisata. Beberapa kali Aliff mengikuti tur Revi.

Suatu malam, Aliff mendapati bahwa bundel tua itu hilang. Ia sadar, kecerobohannya itu bisa membawa malapetaka. Aliff pun pergi ke rumah Revi karena terakhir kali ia menumpang menulis di rumah Revi saat lampu mati.

Aliff tersentak. Di rumah Revi, Bu Farah yang merupakan Ibu Revi menunjukan sebuah buku harian tua milik almarhum suaminya. Tulisan tangan dalam buku harian tua itu persis sama dengan tulisan tangan dalam bundel milik Sang Menteri. “Semua tulisan ini benar-benar mirip! Di mana sang penulis meletakkan mata penanya, sudut kemiringannya, tak sedikitpun keliru,” Batin Aliff (halaman 197). Bu Farah terus mendesak Aliff untuk menceritakan siapa pemilik Bundel itu. Aliff pun terpaksa menyebut nama Sang Menteri.

Di bundel itu, ada tulisan yang menarik perhatiannya. Kamar 403 (halaman 204). Aliff membolak-balik bundel untuk mencari petunjuk. Ia menemukan sebuah tulisan yang sangat kecil. Dengan kaca pembesar, Aliff berhasil membacanya. Kata yang melafalkan sebuah nama. Aliff semakin penasaran. Pasalnya, nama yang tertulis di sana bukan nama Sang Menteri.

Aliff memutuskan menemui Sang Menteri untuk menemukan petunjuk siapa sebenarnya pemilik bundel itu. Dan saat keluar dari ruangan Sang Menteri, Aliff melihat sebuah pintu bertuliskan 403. Aliff menyelinap masuk ke ruangan tersebut. Ia menemukan seorang lelaki terbaring lemah yang ternyata adalah Husein, Ayah Revi yang dikabarkan tewas dalam pembantaian tahun 1984.

Singkat cerita, Aliff akhirnya mengetahui bahwa Husein telah berganti nama menjadi Mahardhika atau Har. Mayjen Rusydi, Ayah Sang Menteri itu telah mengubah identitasnya. Semua pekerjaan Pak Alam, Huseinlah yang mengerjakan. Aliff pun merancang rencana pelarian dari Rumah Pak Menteri. Ia ingin membawa Pak Husein ke Tanjungpinang untuk bertemu dengan istri dan anaknya. Berhasilkah usaha Aliff mengingat kondisi Pak Husein yang lemah?

Novel ini sangat menggugah. Dengan bahasa yang memikat, penulis berhasil membangkitkan rasa ingin tahu pembaca untuk mengikuti setiap jalinan ceritanya. Lompatan-lompatan plot yang tersaji dirangkai dengan ritme yang harmonis. Dengan dua teknik sudut pandang yang berbeda, pembaca serasa masuk ke dalam cerita sehingga ketegangan demi ketegangan dalam novel mampu menaikkan adrenalin. Selain itu, novel ini pun sarat makna. Bahwa kita harus memperjuangkan harapan meskipun dunia mengatakan itu mustahil. Sajian setting nuansa travelling di Tanjung Pinang pun sangat menarik.

 

The Secret of room403Judul               : The Secret of Room 403

Penulis            : Riawani Elyta

Penerbit           : Novela (Indiva Media Kreasi)

Terbit               : April 2016

Halaman          : 272

ISBN              : 978-602-1614-51-8

Harga Buku     : Rp 55.000,-

 

Diresensi oleh Napsiyah, Lulusan SMA PGRI Wonosobo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *