LIKA-LIKU PERJUANGAN RELAWAN DI DAERAH TERPENCIL

Sumber Gambar: Pixabay

Oleh: Aulia Maysarah

Mereka yang membutuhkan pertolonganmu tidak melihat siapa kamu dan apa profesimu. Mereka hanya tahu bahwa kamu mampu menolong mereka dengan tanganmu. (hal: 8).

Keputusan menjadi relawan bukanlah hal yang mudah. Harus meninggalkan keluarga, meninggalkan gemerlap kota yang menyilaukan dan hidup sederhana di daerah terpencil adalah risiko yang harus dihadapi. Tapi, bagi mereka yang benar-benar berniat melakukannya dan ingin mengabdi, tentu hal tersebut bukanlah perkara yang sulit.

Adalah Yashinta, seorang apoteker pengganti yang didatangkan ke Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan untuk melengkapi tim 7 yang bertugas dalam program Indonesia Sehat. Indonesia Sehat sendiri adalah sebuat program yang dibuat dalam upaya pemerataan kesehatan di seluruh Indonesia, terutama di daerah terpencil dan minim tenaga kesehatan.

Yashina memiliki tekad yang sangat kuat untuk mengabdi menjadi seorang relawan kesehatan, tak peduli meski statusnya hanya pengganti anggota yang mengundurkan diri. Salah satu alasannya adalah karena ingin meneruskan perjuangan ayahnya yang wafat saat bertugas semasa tsunami Aceh tahun 2006 lalu.

Selama masa bakti, ia bergabung dengan rekan medis lain dengan keahlian berbeda. Ada dokter umum, dokter gigi, ahli gizi dan lainnya. Mereka menangani banyak sekali kasus kesehatan bersama-sama dan rata-rata adalah penyakit menular. Bukan tanpa risiko, mereka juga rentan terserang penyakit yang sama dengan pasien. Tapi, tak ada satupun yang bermasalah dengan itu.

Masalah baru datang saat Mayla, apoteker yang digantikan Yashinta kembali hadir. Pengunduran diri karena masalah pribadi membuatnya rapuh dan nyaris kehilangan arah. Ia berusaha meyakinkan tim agar ia diperbolehkan kembali. Ray, ketua kelompok yang jelas-jelas menyukai Mayla mengiyakan langsung tanpa berpikir panjang. Padahal, saat menjalankan tugas dari Indonesia Sehat, ia tahu bagaimana sistemnya. Tak boleh ada satu profesi yang sama dalam satu tim. Pada akhirnya, tentu saja ini membuat masalah internal pada kelompok mereka. Namun, setelah diskusi internal pula, permasalahan ini pun selesai.

Lalu, masalah lain muncul. Yashina mengalami kecelakaan kerja sedangkan Mayla membuat tindakan konyol dengan menghubungi pusat dan mengatakan bahwa ia telah kembali ke dalam tim. Hal ini membuat atasan mereka murka dan memberikan tenggat waktu untuk memulangkan salah satu di antara dua apoteker itu. Jika tidak, mereka semua yang akan pulang dan misi dinyatakan gagal.

Dalam keadaan ini, terlihat jelas bagaimana perasaan cinta Farhan pada Yashina yang berusaha menguatkan dan mempertahankannya mati-matian. Di sisi lain, Ray tak bisa berbuat banyak. Harus mengorbankan Yashina yang sebenarnya lebih berhak atas posisi tersebut namun kondisi kesehatannya tak memungkinkan atau mempertahankan Mayla yang telah banyak membuat masalah. Sedangkan Yashinta, pikirannya bercabang antara rasa cinta pada Farhan dan Ray serta tekad untuk melanjutkan perjuangan sang ayah dengan kondisi yang tak memungkinkan.

Pada akhirnya, keputusan dibuat. Keputusan yang menyakitkan bagi semua orang.

Jika ada pasien yang harus kutolong di tempat ini, dia adalah kamu. (hal 160).

Menjadi seorang relawan memang tantangan yang besar. Harus bertahan dalam keadaan seadanya, bersiap menghadapi berbagai masalah dan risiko terkena penyakit bukan hal yang mudah. Namun, masalah internal dari diri dan tim seringkali menjadi tantangan paling besar yang harus dihadapi.

Kisah Yashinta dan kawan-kawan memanglah hanya fiksi. Namun, di luar sana, ada banyak relawan yang telah menghadapi kesulitan serupa. Berhadapan dengan penyakit berbahaya bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Mereka sudah tahu akan hal itu. Namun bagi mereka, itu bukan masalah selagi bisa menolong sesama.

Kita seharusnya juga begitu dalam menjalani hidup. Tak melulu harus mementingkan ego masing-masing. Tapi, melihat kesulitan orang di sekitar dan turut membantu, akan membuat kondisi tersebut lebih baik.

Marioriawa disajikan dengan bahasa yang ringkas dan tak bertele-tele. Banyak informasi soal dunia kesehatan yang bisa didapat dari sini. Buku yang tentunya pantas dibaca untuk mereka yang sedang mencari jati diri dan berusaha melakukan yang terbaik. Bahwa, hidup itu bukan soal diri sendiri, tapi juga orang lain.

 


MARIORIAWA


Judul               : Marioriawa

Penulis             : Ulin Nurviana

Cetakan           : I, Maret 2019

Dimensi           : 304 hlm: 19 cm

ISBN               : 978-602-5701-8

Mayla melarikan diri dari tugasnya hanya karena mitos kelelawar yang menghantuinya. Kepergiannya membuat teman-teman satu tim kalang kabut. Tugas baru satu bulan berlangsung, tapi ia telah menghancurkan separuh kekuatan tim, terutama Ray sebagai ketua. Ia kehilangan segalanya tanpa Mayla.

Dalam kerapuhan itulah Yashinta datang menggantikan posisi Mayla. Ia mampu menjadi obor dan membangkitkan kembali semangat juang tim yang sempat rapuh, tetapi justru dirinya menjadi korban keegoisan sang ketua tim. Haruskah cinta mengorbankan pasien dan tim yang sudah mati-matian berjuang? Jika ada pasien di tempat ini yang harus kutolong, ia adalah kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *