LIVOR MORTIS SINOPSIS DUA BAHASA

7621395

A fresh graduate nurse faced extending conflicts at the beginning of her duty in a health institution. She was strictly determined person on life principles, in fact many things happened in working field were against her wit. In that hospital, a poor patient named Sukarto wished to get health service to cure his severe disease. It was pity for him. Instead of getting better, Sukarto finally died. The responsible nurse for his case did not know that so that one of the patient’s families who felt much of disappointment blew the case up. The hospital was provoked in outrage and got worried for the ‘other undisclosed cases’ would be revealed. This was a novel inspired by the facts occurred in a health institution. Many people were disadvantaged but many of them were the non-rich ones therefore they just kept on silent. But there were also the educated ones tried to protest. Even an ant can hurt an elephant was just a metaphor. Not much that would change. The law of the jungle ran freely in this country. The strongest one was the winner. No matter where it was. Even to take someone’s life. The good hearted ones were swept away. The conscience maintainers were laughed at. The world was only the stage where all the arrogance was an absolute path to materialism.

The novel entitled Livor Mortis revealed the social discrimination phenomena happening in health institution. It might not be something special to talk about, it was general issue tended to be so normal to occur around us. It occurred in public transports to some instances. The much money you have, the fastest you were served and the more you were worthy. Thus, ‘service classes’ were created and everybody knew it. Started from the economy, business, till executive class. The service and facilities were conditioned by ‘how much the facility users could afford the fee’. It happened not only in our beloved country but also abroad.

But the reality was the social discrimination in health institution was inarguably ironic. Within life obstacles of sick people, they had to accept discriminative treatment from the health facilities supplier in accordance of their minor condition because they could not afford more to get better service.

Title                       : Livor Mortis
Writer                    : Deasylawati P.
Publisher               : Indiva Media Kreasi
Copy I                    : Juni 2008
ISBN                      : 978-979-1397-41-4


 

Seorang perawat fresh graduate mengalami konflik yang berkepanjangan pada awal masa kerjanya di sebuah institusi kesehatan. Ia orang yang sangat teguh berpegang pada prinsip-prinsip hidupnya, sementara berbagai hal yang terjadi di lingkungan kerjanya terkadang begitu bertolak belakang dengan prinsip yang dipegangnya. Di rumah sakit itulah ia bertemu dengan Sukarto, salah satu kaum papa yang mengharap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan untuk menangani penyakitnya yang semakin parah. Malang baginya, bukannya semakin pulih kondisinya, justru kematian yang menjemputnya. Kasus kematiannya, yang tidak diketahui oleh perawat yang jaga saat itu, di-blow up oleh salah satu keluarga pasien yang merasa ‘dikecewakan’ oleh pihak rumah sakit. Rumah sakit pun merasa kebakaran jenggot, dan khawatir ‘kasus-kasus lain’ yang telah dipeti-es-kan ikut terkuak.
Ini adalah sebuah novel yang diilhami dari fakta-fakta yang terjadi di sebuah institusi kesehatan. Telah banyak pihak yang merasa dirugikan, namun kebanyakan berasal dari kalangan orang yang tidak mampu sehingga mereka tetap bungkam. Adapun yang lebih terpelajar, berusaha menggugat. Meskipun tahu bahwa ia hanyalah seekor semut yang menantang gajah. Tak banyak hal yang akan berubah. Hukum rimba berlaku leluasa di negeri ini. Siapa yang kuat dialah sang raja. Siapa berkuasa dialah pemenangnya. Tak peduli di mana pun areanya. Tak peduli apakah itu menyangkut nyawa manusia. Yang masih punya hati tersingkiri. Yang mempertahankan nurani menjadi orang-orang yang ditertawai. Dunia ini adalah sebuah panggung, di mana semua arogansi menjadi mutlak demi mendapatkan materi.

Novel berjudul Livor Mortis ini bercerita tentang fenomena diskriminasi sosial yang terjadi dalam institusi kesehatan. Mungkin bukan hal yang istimewa membicarakan diskriminasi sosial di sekitar kita, sudah begitu umum, bahkan seolah wajar-wajar saja terjadi. Mulai dari angkutan umum hingga ke instansi-instansi. Siapa punya duit, dia yang lebih cepat dilayani dan lebih dihargai. Maka terciptalah ‘kelas-kelas layanan’ yang siapapun pasti tahu. Mulai dari yang ekonomi, bisnis, hingga eksekutif. Pelayanan dan fasilitas akan disesuaikan dengan ‘berapa banyak si peminta fasilitas mampu membayar’. Tak hanya di negeri kita tercinta ini, tapi juga di luar negeri.

Akan tetapi, fenomena diskriminasi sosial yang terjadi dalam institusi kesehatan memang sungguh merupakan sebuah ironi. Di tengah himpitan cobaan yang mendera orang-orang sakit, mereka masih harus menerima perlakuan yang berbeda dari si pemberi fasilitas kesehatan, hanya karena mereka tak punya. Hanya karena mereka tak mampu membayar lebih untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *