MARIORIAWA, NOVEL HUMANIS BERLATAR MEDIS

Sumber Gambar: Pixabay

 

Oleh: Ree

Fiksi dengan latar belakang medis barangkali belum terlalu marak beredar dalam karya-karya lokal. Dan kali ini Indiva mempersembahkan satu novel dengan judul Marioriawa, berkisal soal relawan program peningkatan kesehatan di daerah.

Bagiku novel ini seolah mengobati kerinduan akan human drama dengan nuansa medis. Sebelumnya aku sempat jatuh hati dengan beberapa drama yang  kurang lebih memiliki tema hampir serupa.


Dr. Koto’s Clinic


Sumber Gambar: Asianwiki

Drama dari negeri sakura ini terhitung telah lawas. Diproduksi tahun 2003 dan disiarkan oleh FujiTV. Cerita revolve di seputar tokoh utama yang bernama Koto Kensuke, seorang dokter spesialis  muda cemerlang yang kehilangan kepercayaan diri setalah mengalami error saat menjalankan operasi. Ia pun memutuskan untuk mengambil mutasi dan mengabdikan diri di Pulau Shikina, sebuah pulau terpencil di bagian selatan kepulauan Jepang yang lebih dekat dengan Taiwan dibanding dengan mainland Japang.

Di Shikina, Dr. Koto ditugaskan untuk mengelola satu-satunya klinik di pulau tersebut sekaligus menjadi satu-satunya dokter yang merawat 2000 penduduk lokal.  Banyak tantangan dihadapi Koto, mulai dari kurangnya peralatan dan terbatasnya obat-obatan, mitos lokal, kurangnya kesadaran untuk berobat, persaingan dengan dukun lokal yang lebih dipercaya warga, hingga skeptisme pada dokter―karena para dokter yang ditugaskan sebelum Koto tidak menjalankan tugas mereka dengan baik.

Dengan bantuan seorang perawat dan seorang mantri, Dr. Koto berusaha menjaga penduduk dan menumbuhkan kepercayaan warga padanya. Tim ini berusaha meyakinkan warga untuk berobat ke klinik. Dari interaksi dan masa pengabdiannya di Pulau Shikina, Dr. Koto mulai kembali menemukan makna dirinya sebagai tenaga medis.


Jin


Sumber gambar: Asianwiki

Drama satu ini merupakan drama medis yang bercampur dengan unsur fantasy, di mana Jin Munakata seorang dokter ahli bedah mengalami time slip. Saat melakukan operasi bedah otak, Munakata menemukan material asing dalam otak pasiennya. Saat mempelajari materi itu ia justru mengalami time slip dan terlempar ke masa lalu, yakni abad ke-19 di zaman edo.

Di periode ini Munakata Jin bertemu seorang geisha bernama Nofu yang secara fisik mirip dengan tunangannya di era modern. Di Zaman Edo ini ia juga bertemu dengan Tachibana Saki, putri dari keluarga samurai yang kemudian membantunya menyelesaikan kasus-kasus medis yang tampak sepele di era modern, namun merupakan penyakit ganas di era itu.  Selain itu ia juga harus telibat dengan peliknya politik dan persaingan antar klan samurai.

Drama ini menarik perhatian dan mencapai rating arat-rata 19%. Versi remake Koreanya juga telah mengudara tahun 2012.


Monster


Sumber gambar: Myanimelist

I know, I know. Anime ini memang tidak secara spesifik pure bercerita soal dunia medis. Menceritakan tentang si buronan dr. Tenma, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan sejumlah pasangan paruh baya di Jerman. Kendati tidak bersalah, ia memilih lari dan mengejar pelaku sebenarnya dari pembunuhan berseri itu, sebab ialah yang menangani operasi Johan sang pelaku, yang secara harfiah, ia lah yang menyelamatkan pembunuh itu. Maka dr. Tenma mengejar sang pelaku untuk menebus ‘kesalahannya’ sekaligus mencegah pertumpahan darah yang lebih besar.

 

Di tengah pelariannya ia menjadi dokter bawah tanah yang mengobati kaum marjinal. Ia membantu seseorang dari komunitas Turki, membantu dokter ‘gadungan’ dalam mengoperasi imigran gelap dari vietnam, dll.


Marioriawa adalah novel dengan napas yang kurang lebih sama dengan tiga kisah fiksi di atas tadi. Medis, pengabdian, dengan bumbu drama percintaan—kecuali Monster. Dalam hal ini Marioriawa memiliki beberapa keunikan dan kesegaran cerita.

  • The Pharmacist

Dalam fiksi-fiksi medis mayor, kerap kali yang menjadi center cerita adalah seorang dokter. Entah itu dokter bedah, dokter kandungan, dll. Hanya sesekali perawat. Dan sangat jarang tenaga kesehatan lain mendapat jatah eksposur. So, here it is, Marioriawa menjawab hal ini dengan menghadirkan seorang apoteker bernama Yashinta sebagai tokoh utama.

  • Program Indonesia Sehat

Hei, program Indonesia Sehat tentu saja fiktif. Tapi barang kali terinspirasi dari program Kemenkes bertajuk Nusantara Sehat, sebuah program pelayanan kesehatan untuk masyarakat di daerah, terutama daerah yang dinilai perlu ditingkatkan literasi medisnya.

  • Kecamatan Marioriawa

Yap, daerah yang selanjutnya menjadi titular novel ini. Berani taruhan, banyak di antara kalian yang belum pernah mendengar kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan ini. Nggak usah malu buat ngaku. Because, me too actually. Tehee. Pemiliahan latar ini sangat fundamental. Sebab Mariorawa dengan mitos kelelawarnya menjadi konflik penting dalam dalam cerita. Mitos kelelawar adalah salah satu tantangan yang membuat karakter dalam novel ini berkembang.

Marioriawa  sendiri punya sejarah yang menarik. Dahulu merupakan kerajaan kecil yang berada di bawah konfederasi Watansoppeng (sekarang menjadi Kabupaten Soppeng).


Judul : Marioriawa

Penulis : Ulin Nurviana

 ISBN : 978-602-5701-10-8

 

Mayla melarikan diri dari tugasnya hanya karena mitos kelelawar yang menghantuinya. Kepergiannya membuat teman-teman satu tim kalang kabut. Tugas baru satu bulan berlangsung, tapi ia telah menghancurkan separuh kekuatan tim, terutama Ray sebagai ketua. Ia kehilangan segalanya tanpa Mayla. Dalam kerapuhan itulah Yashinta datang menggantikan posisi Mayla. Ia mampu menjadi obor dan membangkitkan kembali semangat juang tim yang sempat rapuh, tetapi justru dirinya menjadi korban keegoisan sang ketua tim. Haruskah cinta mengorbankan pasien dan tim yang sudah mati-matian berjuang? Jika ada pasien di tempat ini yang harus kutolong, ia adalah kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *