MEMAKNAI CINTA ALA JOO HWON OPPA

Image by Unsplash

Oleh: Awe

Sudah bukan rahasia lagi jika drama Korea atau yang lebih sering disingkat drakor menjadi konsumsi masyarakat dunia. Tak terkecuali Indonesia. Bahkan, tak hanya wanita, lelaki pun dibuat ketagihan olehnya. Mengapa drakor mampu memikat para pemirsa dari banyak kalangan? Baik anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua?

Hmm … membahas soal drakor nggak pernah ada matinya. Selain karena faktor tampang para pemainnya, ceritanya yang langsung purna dalam beberapa episode jadi daya tarik juga. Seperti kita ketahui, episode drakor yang paling panjang hanya sekitar 24-32 episode. Seminggu hanya tayang sekali. Rasa gregetan gegara menunggu episode berikutnya tak menjadi hambatan pecinta drakor untuk menontonnya.

Pun, cerita yang dihadirkan, seringnya bertema sederhana. Tapi, cara penyampaiannya sangat bagus dan melekat. Adegan romantis tak hanya dihadirkan dengan hadiah bunga. Bahkan adegan saling pandang saja mampu membuat penonton berseru dan teriak kegirangan.

Ngomongin soal drakor, tetiba jadi keinget dengan novel yang sudah purna saya baca. Judulnya: A MOMENT TO DECIDE karya Dian Dhie. Temanya sederhana. Tentang seorang mualaf ganteng Korea yang mencari istri orang Indonesia. Ternyata, walau punya tampang ganteng, sifat gentle, serta badan sporty, nggak serta merta menjadikan dia mudah mendapat istri.

Dialah Riana, anak ustadz Ahmad, yang notabene adalah guru ngaji mualaf tersebut. Eh, lupa nggak ngasih tahu siapa nama tokoh utama cowok novel ini. Joo Hwon. Lee Joo Hwon, nama lengkapnya. Lika-liku yang ia hadapin untuk mendapatkan sang pujaan hati, Riana, nyatanya mampu membuka mata saya, si pembaca, bahwa menikah memang tak seindah di postingan para selebgram. Hahaha.

Bahwa menikah memang perlu diluruskan kembali niatnya. Untuk Allah-kah? Sebagai pemuas nafsu? Atau hanya sebagai ‘alat’ pengubah status? Joo Hwon awalnya tidak berpikir untuk menikah, belum kepikiran lebih tepatnya. Namun, karena Ustadz Ahmad menasihatinya tentang kewajiban seorang lelaki yang sudah cukup usia dan berpenghasilan, maka Joo Hwon pun mengamini bahwa dia memang harus menikah.

“Setiap manusia membutuhkan orang lain termasuk pasangan. Untuk itulah perlunya aturan untuk menikah. Agama memahami pada titik tertentu manusia akan merasa jenuh dan lelah. Ia membutuhkan teman di kala sendiri. Ketika lelah bekerja, ketika malam hari di mana teman-temanmu sudah tertidur, ketika masalah datang dan tidak bisa kau bagi dengan sembarang orang. Ketika itulah kau butuh pasangan bukan sekadar teman.” (halaman 18)

Dan setelah menikah, ternyata masih banyak hal-hal prinsipal yang harus dikomunikasikan. Walau anak pesantren dan punya ilmu agama mumpuni, nyatanya Riana memahami hakikat pernikahan hanya sekadar teori. Ketika sudah menjadi istri sah Joo Hwon, Riana justru merasa kecil. Dia merasa keislamannya tak ada apa-apanya dengan Joo Hwon. Padahal Riana Islam sejak lahir. Sedangkan Joo Hwon adalah seorang mualaf. Dia malu pada Joo Hwon yang memeluk Islam baru-baru saja, tapi keislamannya seakan sudah mendarah daging.

Ada banyak kisah lucu yang menggelitik di antara keduanya. Juga kisah yang bikin gregetan, sebel, dan garuk-garuk kepala gegara tingkah tokoh lain dalam cerita. Untuk kamu pecinta drama Korea, novel ini sangat saya rekomendasikan. Karena selain disuguhkan dengan cerita khas drama Korea, melalui novel ini kita juga diajak untuk lebih mengenal agama sendiri: ISLAM. Ada banyak pesan-pesan religius yang terselip di dalamnya. So, segera lari ke toko buku dan … selamat membaca!

 


PROFIL BUKU


Judul                     : A Moment to Decide (Oppa Meets Santri K-Pop)

ISBN                      : 978-602-5701-08-5

Penulis                 : Dian Dhie

Penerbit              : Indiva Media Kreasi

Halaman              : 288

Ukuran                 : 13 x 19 cm

Harga                    : Rp 69.000,00

Kau tahu apa rasanya menjadi orang lain? Kau tidak akan pernah jadi dirimu sendiri, selama tidak kau terima keadaanmu.

Riana tidak pernah melawan pada kedua orang tuanya. Apa pun yang Umi dan Abi-nya perintahkan, dia akan melakukannya. Hingga suatu hari, mau tidak mau, ia harus menikah dengan seorang mualaf asal Korea yang belum dikenalinya. Riana dan kedua sahabatnya memang suka K-Pop dan K-Drama tanpa setahu umi dan abi-nya, tapi haruskah Oppa seperti yang teman-temannya ceritakan, bermata sipit dan berbadan gemuk yang mewujudkan khayalannya?

Riana menangisi nasibnya yang merasa tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Jika saja Oppa Korea yang pernah ditemuinya dulu yang menjadi suaminya, mungkin Riana tidak terlalu terpuruk. Ketika sakit hati, Riana berpikir untuk membuat sebuah pengakuan pada umi. Mungkin sebuah pengakuan bisa merubah segalanya, sebuah kesempatan merubah sakit hati menjadi kejutan manis.

 


TRAILER BUKU


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *