MEMPEROLEH KESUKSESAN LEWAT USAHA

Sumber Gambar: Pixabay

 

Oleh: M Ivan Aulia Rokhman*

Buku Steve Jobs dan Ilmu Hitam menjabarkan tentang seorang pendiri Apple menciptakan kreatifitas yang berguna bagi masyarakat. Dengan ilmu hitam bakal disajikan lewat kisah yang sangat inspiratif. Berbicara dengan ilmu hitam yang dapat mengancam kesuksesan. Kadang jalan masing-masing kerap ditimpa masalah. Bahkan mencermati keputusasaan pada suatu kerjaan tidak akan meraih penghasilan tanpa suatu usaha. Tujuan buku adalah untuk menumbuhkan kesuksesan baik pribadi maupun orang lain.

Berprasangka baik itu gratis. Kita tidak perlu membayar sepeser pun. Kecuali menyiapkan perasaan dan pikiran yang positif. hanya dengan berprasangka baik (husnudhan) terhadap segala sesuatu, maka segalanya menjadi baik-baik saja. Pikiran dan hati pun menjadi tenang dan terhindar stres. Kebanyakan orang memang cenderung berprasangka buruk (suudhan) terhadap sesuatu yang bermasalah sehingga menimbulkan masalah baru. Padahal dengan berprasangka baik, masalah-masalah yang dihadapi akan lebih mudah terpecahkan (hal 60).

Setiap orang pasti punya masalah dan itulah musuh kehidupannya. Seperti halnya dengan orang yang tidak bekerja akan membawa pengangguran. Sama halnya dijumpai dalam akademis, banyak orang bingung apakah mau melanjutkan kemana? Kuliah magister atau kerja setelah lulus jadi gelar sarjana. Ternyata memang, musuh terberat manusia ada di dalam dirinya—musuh sejati kita bukanlah orang lain, tetapi diri sendiri!! orang-orang sukses adalah yang mampu menaklukkan dirinya, barulahmenguasai keadaan di luar dirinya (hal 83-84).

Banyak orang hebat dan tokoh besar di dunia yang memiliki kontribusi besar bagi peradaban umat manusia, juga tidak digelari pahlawan. Para ilmuwan dan penemu teknologi misalnya. Begitu juga para pekerja sosial serta relawan yang bekerja di daerah bencana. Mereka tidak meminta dan juga merasa tidak membutuhkan gelar itu. Dalam sejarahnya, para nabi dan rasul yang mengubah zaman kejahilan menjadi kebaikan pun tidak disebut pahlawan. Dan, mereka tidak menuntut gelar pahlawan (hal 78.).

Ketika kita berada di lingkungan orang-orang baik-baik, kita tidak akan berani melakukan keburukan sedikit pun. Ada perasaan risih, malu, dan takut. Kebaikan menjaga kebaikan. Karena itu, ditengah kehidupan atau zaman yang semakin buruk, harus tetap ada orang baik-baik yang bisa menjaga atau teladan (hal 50).

Mungkin mereka belum tahu: bahwa pengetahuan saja tidaklah cukup untuk bisa hidup. Kita memerlukan kemauan dan keberanian untuk melakukan sesuatu yang kita tahu. Tindakan, sekecil apa pun, adalah wujud nyata penerapan pengetahuan. Seseorang dinilai/dihargai bukan karena pengetahuannya, tapi karena perbuatan dan perilakunya. Apa yang telah dikerjakannya. Sebanyak apa pun pengetahuan anda, tidaklah ada manfaatnya bila tak pernah diwujudkan (hal 112).

Orang-orang yang berpikiran maju dan sedang mengejar cita-cita yang besar, tidak mengenal istilah hari kejepit. Mereka akan merasa rugi jika hari kejepit itu membatasi dan bahkan menghambat aktvitasnya. Demikian pula orang-orang yang produktif dalam bekerja dan berusaha, akan merasa rugi bila hari kejepit itu sampai menurunkan produktivitasnya (hal 118). Semisalnya seseorang harus menjalani waktu lembur demi menyelesaikan pekerjaan. Tiba-tiba mengantuk pada pukul 2 pagi. Sampai bangun kesiangan ia hendak telat masuk kerja. Hidup secara terburu-buru dan mendadak berangkat kerja. Sampai di tempat bos menegur orang yang telat masuk kerja. Akhirnya menyesal dan bisa berujung dipecat. Jangan sampai terus menerus bila kerja penuh malas-malasan. Kita tidak tahu yang dikerjakannya sangat penting atau mungkin pekerjaan besar makanya harus dilakukan dengan penuh kesungguhan atau keseriusan . Lagi pula biarkan saja orang melakukan tugas atau pekerjaannya dengan serius. Justru kita mesti salut dengan orang-orang yang bisa serius mengerjakan sesuatu yang penting dan berharha bagi banyak orang (hal 142).

Hikmah yang dipetik dalam buku ini adalah seorang manusia hendaknya bekerja untuk memperoleh penghasilan. Dengan segala pengorbanan, dan penuh resiko tidak membuat semangat bekerja akan meraih sukses. Lupakan segala kemalasan dengan selalu beribadah  setiap hari. Selamat bekerja dalam kebaikan.

*

M Ivan Aulia Rokhman, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Dr Soetomo Surabaya. Lahir di Jember, 21 April 1996. Lelaki berkebutuhan khusus ini meraih anugerah “Resensi / Kritik Karya Terpuji” pada Pena Awards FLP Sedunia. Saat ini aktif di Devisi Kaderisasi FLP Surabaya, FSLDK Surabaya Raya, dan UKKI Unitomo Surabaya.


Judul : Steve Jobs dan Ilmu Hitam

Penulis : Zaenuddin HM

Penerbit : Indiva Media Kreasi

Cetakan : 2018

Tebal : 200 Halaman

ISBN : 978-602-495-074-3

Kematian orang besar selalu mampu menghidupkan inspirasi. Nama mereka tetap dikenang meski jasad telah mati. Persis kata pepatah, “gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.” Penerbitan biografi orang besar seperti Steve Jobs membuktikan, kesuksesan seseorang meninggalkan jejak yang dapat diikuti oleh orang-orang sezaman dan generasi sesudahnya.

Di lain hal, ilmu yang dengan sengaja disalahgunakan manusia untuk melakukan aksi kejahatan, dapat menjadi “ilmu hitam”. Kita tidak menyadarinya dan sering menganggap ilmu sebagai pengetahuan murni, padahal ilmu dapat menjadi “hitam” akibat ulah dan kepentingan jahat manusia. Benarkah ilmu senantiasa bebas nilai? Coba kita telusuri ulang.

Temukan inspirasi-inspirasi menarik lainnya dari berbagai kisah yang dirangkum dalam buku ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *