MENDAKI MAKNA HIDUP

Sumber Gambar: Pixabay

Oleh: Thomas Utomo 

Altitude 3159: Miquelii adalah novel ketiga Azzura Dayana yang menjadikan gunung terkenal di Indonesia sebagai latar belakang cerita. Sekadar trivia, sebelumnya, Dayana menciptakan Altitude 3676: Takhta Mahameru yang berlatar belakang Gunung Semeru (diganjar penghargaan Islamic Book Award 2014 sebagai Buku Fiksi Dewasa Terbaik) dan Rengganis: Altitude 3088 yang berlatar belakang Gunung Argopuro.

Secara ringkas, novel ini mengisahkan persahabatan platonik antara Fathan dan Hilda—yang terjalin sejak sekolah dasar—hingga berkembang menjadi hubungan romantik di masa dewasa. Di antara perkembangan rasa dan kualitas hubungan tersebut, terjadi kait-kelindan persoalan yang mengharuskan keduanya mendaki Gunung Dempo di Pagaralam—perbatasan Sumatra Selatan dan Bengkulu—guna menemukan jawaban akan sekian lapis pertanyaan sekaligus menjawab tantangan. Namun, ulasan ini tidak akan menyoroti soal alur dan konflik antartokoh, sebab sudah dibahas penulis resensi novel ini lainnya. Ada perkara berbeda yang tidak kalah menarik untuk dibincangkan, yakni mengenai gunung sebagai latar belakang cerita.

Telah jamak diketahui bahwa masyarakat pagan kuno mengagungkan gunung sebagai axis mundi atau tempat keramat yang menjadi poros dunia, jembatan penghubung antara bumi (tempat tinggal manusia) dengan langit (tempat bersemayam Sang Maha). Tak heran, banyak tempat ibadah kaum pagan, seperti kuil maupun candi, dibangun di tempat ini.

Dalam novel ini, Dayana memang tidak mengeramatkan atau mengagungkan gunung. Namun, selama menelusuri isi novel, bisa dirasakan betapa Dayana menjadikan gunung sebagai media atau alat penghubung persuasif untuk menafakuri diri, memahami hakikat kehidupan; kemanusiaan; serta interaksi dengan Yang Mahakuasa. Artinya—oleh Dayana—gunung dijadikan jembatan konektor untuk menuju hal-hal yang bernilai spiritual.

Tengok bab Harimau, ketika Fathan dan Hilda terkurung dalam badai hingga bertemu harimau  gaib di puncak Gunung Dempo atau bab Turun Gunung, saat Fathan terpisah dari Hilda dan menjumpai peristiwa misterius. Dalam kedua babak tersebut, Fathan menggigil, menyadari ketidakberdayaan sebagai manusia, dan dia berzikir-berdoa-memohon agar alam berhenti mempertontonkan keganasannya.

Kelebihan berikutnya, Dayana tidak menjadikan Gunung Dempo sebagai latar cerita saja. Dia juga mengangkat problem manusia manakala berhadapan dengan alam. Dalam hal ini, kondisi alam Gunung Dempo berfungsi mempertajam bobot masalah yang dihadapi tokoh-tokoh cerita, di antaranya tertera dalam bab Shelter Satu, Pendaki Berluka Bakar di Pipi, dan Badai.

Perjalanan Fathan dan Hilda—dalam menjelajahi Gunung Dempo—sendiri, tak ubahnya urutan hidup manusia: mendaki, penuh halang rintang, kadang kala timbul keinginan menyerah, namun keadaan memaksa terus melaju, sampai kemudian tercapai kelegaan, kepuasaan, serta kebahagiaan tertentu, dilanjutkan jalan hidup yang semakin menurun, landai, dan mudah.


ALTITUDE 3159: MIQUELII


 

Judul          :    Altitude 3159: Miquelii

Pengarang  :    Azzura Dayana

Cetakan      :    Pertama, September 2019

Tebal          :    288 halaman

ISBN          :    978-602-495-252-5

Adakah perjalanan paling menantang, selain petualangan mengejar cinta seorang malaikat?

Hilda, malaikatnya Fathan, telah berubah dari seorang putri jelita bak boneka kristal menjadi petualang tangguh. Dunia masa kecil mereka kini bertolak belakang: Hilda dengan berbagai petualangan di pelosok rimba hingga ketinggian gunung-gunung, Fathan yang tenggelam di lingkup kemegahan gedung-gedung tinggi dan gemerlap teknologi. Namun, ada janji-janji masa lalu yang tiba-tiba muncul sebagai kenangan, lantas menjelma sebagai tekad di dada Fathan.

Dari Patuha, Pagaruyung, hingga Pagaralam seorang Fathan mengejar. Lantas, bersama Hilda dan timnya, ia putuskan ikut mendaki salah satu gunung paling menggentarkan di negerinya. Dunia yang satu kali pun belum pernah ia jajaki. Lalu ketika muncul pula seorang bidadari lain di lembah antara dua puncak Dempo, masihkah mimpi lamanya bisa diraih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *