Mengasah Kewaspadaan terhadap Problematika Sosial di Sekitar Kita

Dean Pramudya, Sang Prince misterius, menantang adrenalinnya dalam bisnis cybercrime atas nama pemberontakan jiwanya yang haus kasih sayang sebuah keluarga. Nasib pun mempertemukannya dengan Ioran, anggota Cream Crackers yang diam-diam menyimpan ambisi untuk mengalahkan Sang Prince. Sepak terjang mereka gesit, antisipatif, penuh resiko, dan berbahaya. Dalam sebuah episode kehidupan, Dean bertemu dengan Jasmine, melati cantik yang terbuang. Di sekitar gadis itu ada tangan-tangan yang menawarkan ketulusan namun adapula yang mendorongnya ke lembah nista.
Mereka bertemu dalam kerasnya kehidupan. Terjerat konflik dengan orang-orang di sekitar mereka yang berkepentingan untuk misi dan kepuasan pribadi. Mereka sama-sama terlukadan ingin lari dari dunia yang membelenggu kebebasannya. Namun, hanya dalam hitungan hari, takdir kembali memisahkan. Dedengkot Cream Crackers itu tertangkap dan mendekam di balik jeruji besi. Sedang Jasmine, terus mengembara dengan luka fisik dan sebongkah trauma masa lalu. Mencari kebahagiaan yang terenggut paksa selama bertahun-tahun.
Novel ini lahir karena keresahan penulis atas fenomena cybercrime dan human trafficking yang beritanya kerapkali bersliweran di layar kaca. Mulai dari pembobolan server, pemalsuan credit card, penjebolan akun, dan pengacauan system perbankan yang merugikan banyak pihak. Berangkat dari situlah, sebuah plot dengan jalinan cerita yang rumit, dibentangkan. Dengan ‘sabar’ penulis menguraikan kisah para tokohnya. Konflik demi konflik berbenturan dengan kepentingan masing-masing tokoh. Bab demi babnya penuh kejutan, mencekam, seakan menahan mata pembaca untuk terus membaca untuk menuntaskan rasa penasaran. Diksinya segar, mengalir lincah, menguak misteri hingga pemecahannya. Pun terselip kisah cinta yang tak biasa, serta pesan-pesan religius di dalamnya.
Novel yang sarat ilmu dan hikmah bagi kita untuk mengasah kepekaan dan kewaspadaan tentang dunia luar yang JASMINE ARINDa 1‘ganas’yang bisa jadi tak pernah kita sadari. Pun mengajarkan pada kita bahwa sepelik dan seberat apapun masalah, Allah Yang Maha Pengasih tetaplah ada sebagai tempat mengadu, setiap waktu, selama nafas masih berhembus. Kekurangan novel ini adalah adanya potongan bab yang tak selesai hingga ‘nasib’ tokoh masih dipertanyakan oleh pembaca. Selebihnya, novel ini merupakan bacaan inspiratif yang menggugah jiwa. Selamat membaca.
JASMINE ARINDA
*dimuat di Buletin Pustaka
Judul buku : Jasmine, Cinta yang Menyembuhkan Luka
Penulis : Riawani Elyta
Penerbit : Indiva
Tahun terbit : 2013
Jumlah halaman : 320 halaman
Diresensi oleh :Arinda Shafa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *