Menikmati Bulan Penuh Berkah Bersama “Ramadhan in Love”

Ramadhan In Love Pengantar Admin: Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Berikut ini resensi dari Kak Ade Delina Puteri keren dan detail. Selamat membaca! Marhaban ya Ramadhan Selamat datang wahai bulan yang mulia Bulan yang penuh rahmah dan ampunan Bulan penuh maghfirah dan limpahan kebajikan (hlm. 5) Bagi umat Islam, Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu. Keberkahan, kebersamaan hingga limpahan kebajikan ada di bulan mulia ini. Namun, akankah semua limpahan nikmat itu kita persiapkan dengan baik? Menyambutnya dengan berbagai peningkatan amal ibadah? Inilah Ramadhan in Love. Dalam cinta, mengajak kita semua untuk memaknai Ramadhan dengan sesungguhnya. Dibahas dengan model poin-poin, membuat kita lebih mudah mencernanya. Mempersiapkan kedatangan Ramadhan Gagal merencanakan maka sama saja merencanakan kegagalan. Sama halnya dengan bulan Ramadhan. Segala macam persiapan, mulai dari spiritual, pengetahuan hingga fisik. Karena Ramadhan bukan bulan sembarangan. Ini bulan suci dan berlimpah kebaikan. Di bulan ini amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, pintu neraka ditutup, surga dibuka lebar, dan pada salah satu malamnya ada satu malam yang keutamaannya lebih dari seribu bulan. – Arul Chandrana (hlm. 9) Bukan hanya itu, kita juga bisa mempelajari sejarah Ramadhan. Sebab di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan pada Rasulullah SAW. Tak hanya itu, di bulan ini Perang Badar juga dilaksanakan. Dimana Rasulullah dan para sahabatnya berperang dengan Kaum Quraisy yang telah merampas harta kaum muslimin (hlm. 24). Dalam keadaan perut kosong, berperang, maka tidak wajar rasanya jika kita di saat ini justru loyo dalam berpuasa. Penaklukkan Mekkahpun dicatat dalam sejarah terjadi di bulan ini juga penghancuran berhala oleh Khalid Bin Walid. Ramadhan bukan cuma pengulangan tahunan, tapi Ramadhan adalah sarana buat kita meraup banyak keuntungan. – Linda Satibi (hlm. 30) Fikih puasa pun hendaknya perlu dipelajari. Apa saja yang diwajibkan dan syarat-syarat dalam berpuasa, kapan saja puasa sunnah di luar Ramadhan yang bisa dilaksanakan, hingga metode dalam menentukan datangnya bulan Ramadhan. Yakni metode Rukyat atau Hisab. Rukyat adalah salah satu metodologi penentuan awal bulan Qamariyah, dilakukan dengan mengamati visibilitas (keadaan dapat dilihat dan diamati atau kejelasan) hilal. (hlm. 41) Fungsi hisab dalam ilmu pengetahuan Islam digunakan untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan. – HR. Umar Faruq (hlm. 43) Serba-serbi Ramadhan Siapa sangka kalau ternyata dengan berpuasa justru membuat tubuh menjadi lebih sehat? Dalam penelitian terbaru tentang puasa ditemukan fakta mengejutkan bahwa puasa dapat merangsang produksi enzim awet muda di dalam tubuh. Sehingga orang yang rajin berpuasa cenderung memiliki penampakan fisik yang lebih muda daripada usia sebenarnya. – Rena Puspa (hlm. 47) Berpuasa juga tak hanya sekedar lapar dahaga, banyak aktivitas-aktivitas bermanfaat yang bisa kita lakukan selama berpuasa. Salah satunya membaca Al-Qur’an atau membaca buku-buku Islami. Dalam waktu sahur dan berbuka juga Allah mempunyai maksud dan tujuan yang sesungguhnya bermanfaat bagi kita. Dikabulkannya do’a pada dua waktu ini merupakan contohnya. Selain itu masih ada shalat tarawih, membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan serta mencapai malam Lailatul Qadar yang juga memiliki manfaat besar bagi kita. Usai Ramadhan Jika persiapan sudah kita lakukan, pelaksanaan puasa Ramadhan diisi dengan segala hal bermanfaat maka seyogyanya setelah Ramadhan pun semangat ini tidak hilang. Sebab pada akhirnya kita tidak pernah tahu usia. Mumpung masih diberi kesempatan hidup, semoga kita selalu menjaga semangat dalam beribadah sekalipun di luar Ramadhan. Aamiin. Judul: Ramadhan in Love Penulis: Linda Satibi, Rena Puspa, dkk Penyusun: Riawani Elyta Penerbit: Indiva Jumlah Halaman: 152 hlm. ISBN: 978-602-1614-66-2 Cetakan Pertama: Rajab 1436H/Mei 2015 Peresensi: Ade Delina Puteri  Akun Twitter: @adedelinaputri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *