MISTERI DALAM BALUTAN LOKALITAS JAWA

Sumber Gambar: Unsplash

 

Oleh: Thomas Utomo

Teka-Teki Warisan Kakek merupakan karya paling gres dari penulis produktif Rokhmat Gioramadhita. Secara garis besar, novel ini memaparkan kisah seorang gadis belia badung bernama Ara. Tidak seperti anak perempuan praremaja lain, Ara gemar sekali dengan kegiatan yang membutuhkan banyak kekuatan fisik, yaitu sepak bola, voli, dan taekwondo.

Didorong semangat dan tenaganya yang besar, dia sering memainkan ketiga jenis olahraga tersebut bersama teman-teman laki-laki. Namun, terhitung sudah beberapa kali dia berbuat ceroboh, ialah merusakkan fasilitas sekolah. Terakhir, saat sedang asyik-asyiknya bermain sepak bola di koridor sekolah, dia memecahkan pot bunga keramik akibat tendangannya yang dahsyat.  Meski mengaku tidak sengaja, dia tetap harus mendapat hukuman. Kali ini, hukuman yang dia terima adalah di-skors, tidak boleh masuk sekolah selama sepekan.

Ibarat peribahasa sudah jatuh, tertimpa tangga pula, selain dapat hukuman, Ara juga kena omelan kedua orang tuanya. Merasa kecewa dan marah, dia kemudian nekat kabur dari rumah. Dengan menggunakan kereta, dia berangkat dari Stasiun Senen Jakarta Pusat menuju Stasiun Purwokerto di Jawa Tengah. Setiba di stasiun tujuan, perjalanan Ara berlanjut menggunakan kendaraan lain ke arah timur jauh, yakni Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.

Di desa kelahiran Jendral Sudirman inilah, bermukim Nenek Mar, nenek Ara dari pihak Papa. Niat Ara untuk bersantai-santai di rumah neneknya sambil menghalau rasa kesal akibat di-skors, justru berkembang menjadi penyelidikan untuk memecahkan misteri yang berada di rumah neneknya sendiri. Misteri itu tidak lain tidak bukan adalah teka-teki warisan Kakek yang disimpan dalam sebuah kamar terkunci.

Novel ini tidak hanya berisi kisah petualangan misteri semata. Di dalamnya, juga terselempit lokalitas Jawa atau tepatnya lokalitas Purbalingga, mulai rumah Joglo (halaman 20-21, 27, 32), kesenian lengger dan ebeg (halaman 21, 28, 82-83, 118-119), nginang (halaman 24-25), pawon (halaman 38), kuliner mendoan (halaman 72) dan sroto (halaman 74-76), serta pencurian lewat cara menggangsir lantai rumah (halaman 112-113). Di samping itu, tertera pula sekelumit riwayat hidup Jendral Sudirman—yang kita tahu, namanya diabadikan sebagai nama jalan utama di banyak kota Tanah Air (halaman 56).

Membaca buku ini hampir serupa dengan melakukan wisata budaya dan sejarah. Informatif dan menambah wawasan.

 

*Thomas Utomo adalah guru SDN 1 Karangbanjar, Purbalingga, Jawa Tengah. Menulis novel Petualangan ke Tiga Negara  yang diterbitkan Indiva Media Kreasi. Dapat dihubungi lewat 085802460851 atau utomothomas@gmail.com.


 

Judul          :      Teka-Teki Warisan Kakek

Pengarang  :      Rokhmat Gioramadhita

Penerbit      :      Indiva Media Kreasi

Cetakan      :      Pertama, Februari 2019

Tebal          :      120 halaman

ISBN          :      978-602-495-084-2

Beli di sini!

Kling …!

Tiba-tiba terdengar suara di dalam ruangan itu. Padahal ruangan itu sudah lama sekali terkunci dan tak pernah dibuka. Lebih tepatnya setelah Kakek meninggal, ruangan itu tak pernah dibuka.

Konon, di ruangan itu ada warisan berharga yang Kakek tinggalkan. Namun tak pernah ada satu pun yang berhasil membukanya. Sang pewaris lah yang bisa membuka ruangan tersebut dan menemukan warisan peninggalan Kakek. Sayangnya, tak ada satu pun dari keluarga Ara yang tahu identitas si pewaris. Sehingga ruangan itu sudah terkunci selama bertahun-tahun.

Meski demikian, setiap tengah malam tiba. Ada saja bunyi-bunyian aneh di dalam ruangan terkunci itu. Mulai dari benturan benda, derap langkah kaki, bahkan sampai ada suara percakapan seseorang.

Kira-kira, suara aneh apakah itu? Apakah itu hantu Kakek yang berada di dalam sana? Nah teman-teman, ikuti kisah Ara dalam mengungkap teka-teki warisan kakeknya di novel ini. Selamat membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *