NOVEL-NOVEL UNGGULAN INDIVA

Penerbit Indiva tuh punya banyak novel bagus. Nggak sedikit yang diapresiasi dan diganjar dengan berbagai penghargaan. Penasaran?

 


CINTA SUCI ADINDA


 

Adinda ditangkap polisi? Siapa yang bisa percaya kabar itu? Adinda perawat lugu dan berhati selembut sutra. Tak mungkin dia terlibat dalam kriminalitas. Apalagi, tuduhan yang dilayangkan padanya sungguh tak masuk akal: menculik Brata Kusuma, sang penderita skizofrenia yang tak lain adalah mantan majikannya. Pria itu bagai mutiara bagi Adinda, selalu dirawat dan dijaga.

Irham, dokter jiwa ternama itu menyaksikan dengan mata kepala sendiri, betapa besar pengorbanan Adinda untuk Brata Kusuma. Rasanya mustahil dia menjadi aktor di balik penculikan Brata Kusuma. Irham memang tak percaya gadis selugu Adinda terlibat kasus pelanggaran hukum, namun di saat bersamaan, Irham mendapati hubungan yang janggal antara Adinda dan Brata Kusuma. Ya, sebuah interaksi aneh. Tak lagi sekadar hubungan pasien dan perawatnya.


ALTITUDE 3676


 

It’s autumn, uhm?
Path is past
This lost area between us

Mengejar jejak sebuah email, telah membawa Faras menjelajah satu tempat ke tempat lain. Dari Borobudur hingga Tanjung Bira. Hanya untuk mencegah luapan dendam sebuah hati yang merasa memiliki sepuluh alasan untuk membunuh ayahnya.
Namun, dengan sepuluh alasan pulalah Raja Ikhsan, sang pendaki tangguh, akhirnya berhasil menguarkan dendam itu di puncak Mahameru. Dan, di altitude 3676, ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut, Raja Ikhsan tak sekadar menjumpai sebuah ketundukan, tetapi juga beningnya sebuah cinta dan keikhlasan.


BAPANGKU BAPUNKKU


 

Ini kisah antik keluargaku bersama ayah yang tidak mau dipanggil Ayah, maunya dipanggil Bapang. Itu panggilan untuk ayah dalam bahasa Semende. Tak cukup sampai di situ, diam-diam Bapang menganut aliran PUNK. Itu aliran yang mengagung-agungkan kebebasan. Mulai dari kebebasan berpikir, kebebasan berekspresi, hingga kebebasan berkarya dan mengeluarkan pendapat. Syukurlah, Bapang tidak menata rambutnya gaya buah duren masak di pohon atau gaya sapu ijuk dari Yunani. Sebab, Bapang mengaku kalau dia itu PUNK muslim! Meski demikian, pemikiran dan tindakan Bapang sehari-hari nyentriknya minta ampun! Apa-apa diprotes; sistem pendidikan diprotes, pembangunan masjid diprotes, kepala sekolah diajak ribut, dokter ditantang, maling jemuran dijadikan sahabat, dan petugas KB di Puskesmas diajak berdebat!

Klimaksnya, pada hari Senin sehabis liburan kenaikan kelas, Bapang melarang anak-anaknya pergi ke sekolah! Seragam sekolah kami dimasukkan ke dalam karung untuk dibakar. Bunda meradang melihat kenyataan itu, Berpikir bebas boleh saja, tapi membakar seragam sekolah anak-anak adalah tindakan yang tidak bisa lagi ditoleransi. Bunda melawan Bapang dengan garang. Dan kebahagiaan keluarga kami berada di ujung tanduk; akte cerai nyaris diteken!

Bagaimana usaha Bapang untuk menyelamatkan keluarga dengan empat anaknya? Bagaimana cara Bapang mendidik keempat anaknya hingga jadi orang-orang yang sukses? Silakan baca kisah ini dan jangan menyalahkan jika nanti tertular virus PUNK ala Bapang. Kisah ini akan membuat siapa pun berpikir keras, tertawa ngakak, hingga menangis sedih, lalu bangkit dan berdiri tegak untuk berkarya dan bekerja keras! Sebab, dunia sudah lama menanti karya-karya besar kita semua!


DE WINST


Usai menamatkan sarjana ekonomi dari Universiteit Leiden, RM Rangga Puruhita kembali ke Hindia Belanda, untuk mempraktekkan ilmu yang ia miliki demi kemajuan para pribumi. Tetapi, berbagai hal pelik harus ia hadapi. Mulai dari ribetnya aturan kebangsawanan Keraton Surakarta, perjodohan paksa dengan Rr. Sekar Prembayun yang sulit ia lepaskan, hingga permasalahan ketidakadilan yang dialami para buruh pabrik gula yang digaji sangat rendah. Haru biru cintanya dengan Kareen Spinoza, seorang wanita Belanda pun terancam kandas.


DE LIEFDE


Tak mudah menjalani pembuangan di sebuah negeri asing, meskipun negeri itu adalah negeri Belanda! Tempat ia pernah menyemai cita-cita menggali ilmu pengetahuan setinggi-tingginya. Sekar Prembayun tertatih-tatih menyusuri kehidupan yang jauh dari dugaannya. Termasuk harus berurusan dengan Roesmini van de Brand, seorang perempuan indo yang dijual oleh ‘ayahnya’ di rumah pelacuran dan menjalani affair dengan seorang anggota parlemen.

Tak mudah untuk tetap mempertahankan semangat juang, di saat badai menerpa dari segala penjuru. Membuat idealisme seperti barang tertawaan. Seperti yang dialami Everdine Kareen Spinoza, pengacara yang memperjuangkan nasib kliennya, Rinnah van de Brand yang ingin mendapatkan hak pengasuhan anaknya, meski ia hanya seorang Nyai Belanda.

Sekar dan Everdine, di tengah perjuangannya melawan sistem hukum yang tak berpihak pada kaum inlander, harus pula memperjuangkan arti sebuah kesetiaan. Karena, cinta sejati memang begitu sulit diejawantahkan. Apakah Sekar, Everdine dan yang lain berhasil meramu sebuah de liefde, cinta yang menginspirasi perjuangan mereka?

Dan, siapakah sebenarnya keluarga Van De Brand itu? Mengapa di satu sisi Richard van de Brand menjadi salah seorang yang sangat berkuasa di Hindia Belanda dan memiliki peluang menjadi gubernur jenderal, bahkan perdana menteri, namun di sisi lain ada Daalen van de Brand, kakaknya yang tergolek sebagai pecandu narkotika di salah satu kamar sempit di Rumah Bordil De Lente? Mengapa kakak-beradik yang sejak muda bermusuhan itu menempuh jalan hidup yang begitu berbeda? Dan apa hubungan mereka dengan Rinnah van de Brand yang gila dengan Roesmini van de Brand yang menjadi pelacur?

Novel kedua dari tetralogi De Winst ini begitu penuh liukan konflik. Akan tetapi, konfliknya bergaris-garis romantis. Epik menggariskan idealisme yang tegas, namun balutan asmara membuat epik ini menjadi kisah yang memikat. Jika De Winst berhasil mencatat kesuksesan, maka sequelnya ini pun tak kalah menawan. Selamat membaca!


MEI HWA DAN SANG PELINTAS ZAMAN


 

“Dia korban perkosaan,” bisikan lelaki berjas putih itu menyakitiku.
Korban perkosaan. Aku mengerang. Meradang. Seakan ingin memapas sosok-sosok beringas yang semalam itu menghempaskan aku kepada jurang kenistaan.

“Kasihan dia,” ujar lelaki itu lagi, samar-samar kutangkap, meski gumpalan salju itu menghalangi seluruh organ tubuhku untuk bekerja normal seperti sediakala.
“Kenapa?” tanya seorang wanita, juga berpakaian serbaputih.
“Rumahnya dibakar. Tokonya dijarah. Ayahnya stress, masuk rumah sakit jiwa. Dan ibunya bunuh diri, tak kuat menahan kesedihan.”
……………

Huru-hara 1998 tak sekadar telah menimbulkan perubahan besar di negeri ini. Sebongkah luka yang dalam pun menyeruak di hati para pelakunya. Mei Hwa, gadis keturunan Tiong Hoa adalah salah satunya. Dalam ketertatihan, Mei Hwa berusaha menemukan kembali kehidupannya. Beruntung, pada keterpurukannya, dia bertemu dengan Sekar Ayu, perempuan pelintas zaman yang juga telah terbanting-banting sekian lamanya akibat silih bergantinya penguasa, mulai dari Hindia Belanda, Jepang, hingga peristiwa G30S PKI. Sekar Ayu yang telah makan asam garam kehidupan, mencoba menyemaikan semangat pada hati Mei Hwa nan rapuh.

Dalam rencah badai kehidupan, berbagai kisah indah terlantun: persahabatan, ketulusan, pengorbanan dan juga cinta. Lewat novelnya ini, Afifah Afra kembali mengobrak-abrik emosi pembaca lewat novel bergenre fiksi sejarah yang sarat konflik, diksi menawan dan pesan yang sangat kuat.


BULAN NARARYA


Aroma mawar makin tajam tercium.
Aku menundukkan kepala, gigi gemeletukan. Rahang saling beradu. Kedua kaki berdiri tanpa sendi, namun betis mengejang kaku. Berpegangan pada kusen pintu, perlahan tubuh melorot ke bawah. Ada sebaran kelopak mawar tercabik hingga serpihan di depan ruang kerja. Sisa tangkai dan batang serbuk sari teronggok gundul, gepeng terinjak. Cairan. Cairan menggenang, berpola-pola.

Aku bangkit, terkesiap. Otakku memerintahkan banyak hal tumpang tindih. Lari keluar, berteriak. Atau lari ke dalam, mengunci pintu. Atau lari masuk, menyambar telepon. Tidak. Anehnya, intuisiku berkata sebaliknya. Tubuhku berbalik, meski melayang dan tremor, dengan pasti menuju tas. Merokoh sisi samping kanan, hanya ada pulpen dan pensil. Merogoh sisi kiri, ada tas plastik kecil, bekas tempat belanjaan yang kusimpan demi eco living.

Segera kuambil tas plasting kecil, membukanya, menuju ke arah pintu.

Halusinasiku menemukan jawaban.

* * *

Novel ini berkisah tentang Nararya, seorang psikolog yang menjadi terapis di mental health center. Menerapi para pasien skizophrenia. Uniknya, meski dia berhadapan dengan manusia-manusia tak normal, Nararya yang kehidupan rumah tangganya berantakan, justru menemukan kebahagiaan.


RENGGANIS: ALTITUDE 3088


 

Novel ini berkisah tentang pendakian delapan anak muda—lima laki-laki dan tiga perempuan—ke Gunung Argopuro yang adalah gunung dengan trek pendakian terpanjang di Pulau Jawa.
Petualangan mereka digambarkan sangat detail dari tempat ke tempat dalam rute pendakian tersebut.

Gunung Argopuro sendiri memiliki keindahan lanskap alam yang memukau, memiliki belasan sabana luas, hutan hujan tropis, padang bunga edelweiss, dan tiga puncak gunung. Terdapat bekas landasan pacu di salah satu sabana terluas di Argopuro yang merupakan unfinished project Belanda.

Juga tersimpan misteri Dewi Rengganis, seorang putri keturunan Majapahit yang tinggal di istana yang dibangun di salah satu puncak. Masih terdapat sisa-sisa bangunan, taman, dan arca peninggalan kerajaan tersebut. Kedelapan anak muda ini melewatkan petualangan yang seru dan berhikmah di gunung tersebut. Keindahan alam, kemisteriusan sejarah, persahabatan, dan cinta.


THE SECRET OF ROOM 403


 

Berbekal sebuah bundel misterius, Aliff dititahkan menulis novel biografis tentang sosok dari kalangan militer, ayah dari salah satu bakal calon ppresiden yang akan berlaga di pilpres mendatang. Kejanggalan demi kejanggalan dia temukan.Naluri dan nuraninya terhenyak. Terlebih saat Revi, gadis sederhana yang dia kenal di tengah Iiburan, menunjukkan sebuah buku catatan berisi tulisan tangan yang persis sama dengan tulisan dalam bundel itu.


SEBIRU SAFIR MADAGASKAR


 

Kau tahu apa yang membuat hidup tak lagi ringan? Dia adalah ledakan beban mimpi yang menguras tenaga! Napasmu harus cukup panjang untuk sampai di akhir jalan. (Rindra)

ovel ini mengambil setting luar negeri, yaitu Madagascar. Penulis novel ini, Haya Nufus memang tinggal di negeri tersebut. Sebiru Safir Madagascar berkisah tentang Mirindra, gadis Malagasy dari kalangan miskin yang ingin meraih cita-citanya.

Aku menarik napas sejenak, merasakan suasana lengang yang tercipta. “Jika ditanya mau jadi apa saya …,” aku berhenti lagi, dengan jeda yang sebenarnya untuk meredakan buncahan semangatku sendiri. “Saya ingin menjadi inspirasi bagi Malagasy. Dengan segala hal yang bisa saya lakukan.”

Lengang hadirin tampak tegang menarik napas, terbawa emosiku. Gadis cilik miskin dari pelosok Madagascar itu benama Mirindra. Di usianya yang ketujuh tahun, lengkap sudah kesendiriannya. Ditinggal mati ibunya, juga ditinggal ayahnya menjadi penambang batu mulia di sebuah pertambangan asing yang berjarak ratusan kilometer dari rumahnya. Tak ada pilihan bagi ayahnya, kecuali menitipkan sekaligus menyekolahkannya di Akany Tafita, sebuah sekolah dan asrama yang menampung anak-anak miskin di sekitar perbukitan Sahasoa.

Mirindra miskin, tapi cerdas. Menguasai empat bahasa di dunia. Tumbuh dengan mimpi-mimpi yang terus-menerus dibenamkan oleh Tinah, wanita pemilik Akany Tafita, dia menjadi sangat obsesif. Lupa bahwa dia miskin, tak punya bekal apa-apa seperti yang dikatakan oleh Josse. Oh, betulkah dia tak akan bisa mewujudkan mimpinya? Ah, sepertinya iya. Setiap pintu yang akan dia lalui tertutup semua. Lalu, untuk apa selama ini dia memeras isi kepala demi memecahkan rumus-rumus dan membaca buku-buku tebal? Untuk dilupakankah?


SAJAK RINDU: LONTARA CINTA DARI SIDENRENG


 

 

“Di balik dadanya yang membenci dan merindu, terbangun tanggul raksasa untuk sesamudera air mata yang tak ingin diperlihatkan debitnya pada siapa pun.”

Inilah kisah Vito, seorang remaja Bugis dari Desa Pakka Salo dalam mengemban rindu.


CINTA SEGALA MUSIM


 

Ketika Rampak, lelaki yang sangat dicintai Rae mengalami kejatuhan yang paling menyakitkan dalam hidupnya, Rae dipaksa untuk menghadapi dua pilihan, tetap bersama Rampak dalam penderitaan atau pergi, meninggalkan Rampak untuk menyongsong hidup yang lebih nyaman. Di tengah guncangan yang melimbungkan Rae memutuskan untuk menghadapi semuanya. Jika Rampak tak menyerah, dia pun tak ingin kalah.


BUKU INI TIDAK DIJUAL


 

Novel ini adalah pemenang 1 Lomba Menulis Novel Inspiratif (LMNI) 2014 Penerbit Indiva Media Kreasi. Keunikan tema, yang menjadikan literasi sebagai topik utama, telah memikat hati dewan juri, dan membuat novel ini terpilih sebagai pemenang pertama.

“Gadis itu benar, Bos! Isinya cuma buku!”
“Karung yang ini juga cuma buku!”
Pria utama kecewa dengan kata-kata anak buahnya. Dia berharap lebih dari karung-karung tersebut. Sudah beberapa hari ini dia tidak mendapat mangsa empuk untuk menyambung hidupnya. Apakah ini saatnya dia berganti profesi?
“Ya, sudah. Tak apa. Kita jual buku-buku itu!”
“Buku ini tidak dijual!” teriak Kingkin.
Tepat saat Kingkin meneriakkan kata-kata itu, sebuah cahaya muncul dari arah belakangnya. Pandangan mereka semua jadi silau.

* * *
Lima karung buku itu menjadi buruan melelahkan bagi Kingkin dan Gading. Buku-buku yang sejatinya bukan milik mereka berdua, tapi kenapa mereka mau mati-matian mengejarnya? Ya, mati-matian. Karena demi lima karung buku itu, mereka nyaris mati! Ada apa sesungguhnya pada buku-buku itu sampai Padi—ayah Gading—berkeras hati tak mau kehilangan? Lalu, apa yang didapat oleh Kakek dari buku-buku yang tampak kabur dalam pandangannya itu?

Endorsement: Ide novelnya sangat unik, lain dari pada yang lain. Pilihan katanya juga efektif dan segar. Novel ini merupakan otokritik yang brilian. Namun begitu, saya tetap merasa sangat terhibur dan tak bisa beranjak sampai lembar terakhir. (Afifah Afra, Penulis Novel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *