PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Sumber Gambar: Pixabay

 

Oleh: Sam Edy Yuswanto*

Pahlawan adalah sosok yang memiliki jasa besar untuk negeri ini. Misalnya, para pejuang kemerdekaan yang dulu pernah berjuang mati-matian agar Indonesia bisa merdeka dari keserakahan kaum penjajah yang ingin menguasai negeri tercinta ini. Para guru di sekolah-sekolah juga termasuk sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang mestinya harus selalu kita hargai jasa-jasanya. Mereka berjasa besar telah membantu mencerdaskan rakyat Indonesia lewat pendidikan.

Kisah tentang guru yang memiliki jasa besar bagi masyarakat bisa disimak dalam buku kumpulan cerita pendek (cerpen) yang diwarnai dengan banyolan segar ini. Meskipun diselingi humor, tapi buku ini sarat perenungan bagi para pembacanya. Cerpen berjudul Pahlawan Tanpa Tanda Tangan berkisah tentang Engkong Mansur yang telah lama berprofesi sebagai guru ngaji, bahkan merangkap sebagai marbot dan muazin shalat lima waktu.

Suatu hari, Pak Lurah berinisiatif mengadakan pemilihan pahlawan untuk kampungnya sendiri. Acara ini digelar untuk memperingati hari pahlawan tanggal 10 November. Ketika mendengar pengumuman tersebut, Norman lantas berinisiatif untuk mencalonkan Engkong Mansur sebagai pahlawan di kampungnya. Engkong Mansur adalah engkongnya Iskandar, teman dekat Norman (halaman 141).

Awalnya, Engkong Mansur menolak diikutsertakan dalam acara pemilihan pahlawan di kampungnya. Namun, setelah dirayu oleh Iskandar dan Norman, beliau akhirnya mengiakan saja. Meski Engkong memiliki saingan berat, yakni Pak Jayus, seorang pengusaha di kampung tersebut, tapi akhirnya Engkong Mansur berhasil terpilih sebagai pahlawan di kampungnya. Cerpen ini dapat dijadikan sebuah renungan bagi pembaca bahwa guru ngaji adalah termasuk pahlawan tanpa tanda jasa yang telah berjuang tanpa pamrih mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat.

Cerpen selanjutnya berjudul Tragedi kelas X-1 Ulah Supri, menceritakan “Sekolah Harapan” yang dipimpin oleh Kepala Sekolah yang menjunjung tinggi kedisiplinan. Beliau akan marah jika anak-anak berkeliaran pada waktu jam pelajaran sedang berlangsung (halaman 151).

Di sekolah tersebut, ada seorang guru yang berjiwa humoris dan selalu berusaha bersikap bijaksana dalam menghadapi persoalan yang menimpa murid-muridnya. Dalam kesehariannya, guru tersebut memiliki penampilan yang begitu sederhana dan tak menyukai keglamouran. Dia adalah Miss Mimi, guru bimbingan konseling. Bagi Miss Mimi, kecantikan sesungguhnya ada di dalam hati, bukan yang tampak di wajah atau ukuran badan.

Cerpen Anak Betawi Nguber Cita-cita juga menarik disimak. Berkisah tentang seorang pemuda yang memiliki cita-cita yang selalu berubah-ubah sejak kecil. Kadang ia ingin bercita-cita menjadi seorang guru, pemain bola, hingga pemain musik. Pada akhirnya, ia malah terjun ke dunia kepenulisan. Meski menjadi seorang penulis adalah bukan hal mudah, tapi ia akhirnya bisa menjadi seorang penulis yang penghasilannya bisa untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Cerpen ini meninggalkan pesan penting bahwa menulis bisa dijadikan sebagai ladang amal kebaikan (halaman 57).

Cerpen-cerpen menarik dan sarat perenungan lainnya yang bisa dibaca dalam buku ini antara lain; Karena Cinta, Dunia Menjadi Milik Mereka Saja menceritakan tentang fenomena pacaran yang begitu mewabah di kalangan remaja sekaligus dampak buruknya, Cilok Bumbu Kacang berkisah tentang anak muda yang ingin melestarikan makanan asli Sunda agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, khususnya kalangan anak muda yang terkadang lebih bangga mengonsumsi jenis makanan dari negara lain.

*Sam Edy Yuswanto, penulis lepas mukim di Kebumen.


PAHLAWAN TANPA TANDA TANGAN


Judul Buku      : Pahlawan Tanpa Tanda Tangan

Penulis             : Boim Lebon, cs

Penerbit           : Indiva Media Kreasi

Cetakan           : I, April 2019

Tebal               : 160 halaman

ISBN               : 978-602-5701-47-4

 

Ini kumpulan cerpen saya bersama anggota FLP. Ada cerita yang kental dengan nuansa kota Sumedang dan Bandungnya, ada yang berbau Madura, ada yang mengangkat harumnya Jakarta, serta semerbaknya Medan dan Lombok.

Membaca buku ini semakin kaya wawasan. Nggak cuma sekadar tersenyum, tapi juga bisa meresapi betapa kayanya bumi Indonesia ini dan betapa banyak ide menarik yang bisa diangkat dari sekitar tempat yang ada di sekitar kita.
Karena membaca cerita lucu bisa jadi sarana untuk menghilangkan stres setelah capek sekolah atau kerja atau menjalani rutinitas harian; pada akhirnya membaca cerita lucu itu menghadirkan hiburan sekaligus perenungan!
Barangkali itu saja sinopsisnya, nggak usah terlalu lucu, karena yang lucu adalah adalah cerita-cerita di dalam buku ini. Selamat menikmati.

BOIM LEBON

(produser Sitcom OB OK di RCTI, pengajar, penulis cerita komedi anak dan remaja, penasihat FLP Pusat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *