PANTANG MENYERAH WALAUPUN DALAM KETERBATASAN

Sumber Gambar: Pixabay

 

Oleh: Supadilah

Doni sedang asyik bermain dengan temannya. Terdorong melihat hebatnya para penerjun payung, Doni pun ikut-ikutan. Tapi dia pakai payung. Awalnya berjalan lancar. Kemudian dia tertantang untuk terjun dari ketinggian yang lebih. Hingga kemudian dia naik ke pohon seri. Bertepatan azan Ashar Doni meluncur dari atas pohon seri dengan ketinggian tiga meter lebih. Nahas, kali ini dia mendarat kurang sempurna.  Tubuhnya jatuh berdebam, tangan kirinya keseleo. Ramailah teman-temannya menolong.

 

Sang ayah membawa ke dukun pijat. Namun tak kunjung membaik.  Akhirnya mereka ke rumah sakit pusat provinsi. Terlambat, tangan Doni sudah terinfeksi. Diduga tangan Doni juga kena bisa ular.  Karena mengalami kematian jaringan atau gangrene, tangan doni harus diamputasi. Novela ini menceritakan tentang persahabatan anak-anak hebat. Pertama tentang pasukan semut, delapan anak yang bersahabat erat dengan bapak yang mendukung mimpi-mimpi mereka.

 

Doni si es Bon Bon, ayahnya seorang guru olahraga. Yusuf, ayahnya seorang guru ngaji yang tidak memasang tarif. Nurdin anak seorang anak petani. Wahyu, bapaknya tukang becak yang dalam setiap hari hasil memeras keringatnya tidak lebih dari sepuluh ribu. Lalu ada Nani, bapaknya seorang pedagang kelontong di Pasar Beton Menes. Nasibnya paling mentereng dibandingkan yang lainnya. Fitri, bapaknya seorang buruh bangunan. Irma, ayahnya seorang Jawara Banten. Seringkali bilang bahwa menjadi anak seorang Jawara akan ditakuti bukan dihormati.

 

Di rumah sakit Doni menemukan sahabat hebat yang senasib. Ujer tangan kanannya diamputasi sampai ketiak. Tangan kiri Herman diamputasi sebatas pergelangan tangan. Ujer ‘hanya’ jarinya diamputasi.  Mereka menamakan persahabatan mereka sebagai Empat Matahari. Matahari itu menyinari dunia artinya kita berempat ini walaupun tubuh kita cacat, tapi otak kita bisa menyinari dunia (hlm 207).

Kehilangan tangan itu menyebabkan perasaan ibunya, Bu Anita, sangat terpukul. Hati orang tua siapa yang bisa bertahan tidak menangis ketika melihat anak semata wayang harus kehilangan tangan?  Dari mereka kita belajar ketabahan. Menghadapi suratan takdir dengan positif. Empat matahari itu  bermain bersama di koridor rumah sakit, main kelereng, dan lainnya.

Malah, mereka berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di rumah sakit. Barang-barang keluarga pasien yang menunggu pasien banyak dicuri. Komplotan pencuri berhasil diungkap dan ditangkap berkat kerjasama Empat Matahari.

Meskipun dalam kondisi keterbatasan fisik, semangat mereka luhur, mimpi mereka tinggi. Itulah sahabat yang saling mendukung dan mendengarkan. Doni yang dulunya ingin jadi pilot, kini mimpinya keliling dunia. Untuk itu, dia merasa harus kaya.  Yayat bermimpi memiliki pondok pesantren yang besar. Yusuf bermimpi menjadi bos PLN atau Krakatau Steel. Nurdin bermimpi menjadi bos bank. Wahyu bermimpi menjadi seperti Einstein atau menjadi profesor. Nani dan Fitri bermimpi menjadi guru membangun kampungnya. Irma bermimpi menjadi seorang dosen.

Jangan menyerah dengan kondisi. Itu pesan kuat dalam Pasukan Matahari.  Bahkan Doni menjadi juara di Sea Games untuk atlet catat (hlm 46).Pasukan Matahari kemudian saling berjanji untuk bertemu, mendaki puncak anak Gunung Krakatau.

 

Kisah yang diceritakan dalam novel ini seakan mirip dengan kisah hidup penulisnya. Atau memang benar-benar kisah hidupnya. Sebab kondisi penulisnya, Gol A Gong, juga demikian. Penulis yang merupakan pegiat literasi ini juga memiliki kesamaan, bukan hanya fisik, tapi juga hobi dan sifat seperti Doni. Kiranya semakin yakin bahwa Pasukan Matahari merupakan kisah pendiri Rumah Dunia ini.

 


PASUKAN MATAHARI


Judul Buku                   : Pasukan Matahari

Penulis                         : Gol A Gong

Penerbit                      : Indiva

Cetakan                       : 2014

Tebal Halaman           : 368 hlm

ISBN                             : 978-602-1614-43-3

 

Menjadi anak kampung dengan segala keterbatasan tak membuat 8 anak yang tergabung dalam Geng Pasukan Semut menjadi rendah diri juga tak punya mimpi. Kondisi dan lingkungan telah menempa mereka untuk tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki mimpi menggapai langit.

Begitu juga 4 anak yang tergabung dalam Geng Empat Matahari. Meskipun tubuh ke-4 anak itu tak sempurna, namun mereka pun punya cita-cita menggapai langit. Meskipun mereka juga anak kampung dan fisik mereka cacat, mereka yakin suatu saat mimpi akan menjadi nyata.

Dan, anak Gunung Krakatau di Selat Sunda menjadi saksi. Saksi bagi Pasukan Semut dan Empat Matahari bersama mimpi-mimpi mereka yang melangit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *