PERLUNYA MENDAMPINGI ANAK MENUJU MASA REMAJA

Sumber gambar: Pixabay

Oleh: Aulia Maysarah

Setiap orang pasti akan dan pernah merasakan masa remaja. Masa yang menurut banyak orang menyenangkan, namun juga bisa jadi masa yang menyeramkan. Di masa ini, anak-anak mulai mencari jati diri, mencoba banyak hal baru namun mereka juga sangat mudah kehilangan arah. Di sinilah pentingnya peran orang tua yang seharusnya menjadi pengayom, pembimbing sekaligus tempat berbagi layaknya sahabat yang mau mendengarkan keluh kesah anak.

Buku ini mengenalkan pada orang tua apa saja problematika yang sering dihadapi remaja seperti ketidakmampuan dalam mengelola perasaan dengan baik, rasa ingin tahu yang sangat besar terlebih pada lawan jenis dan masih banyak lagi. Orang tua diarahkan bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut sesuai sifat sang anak. Salah satunya adalah dengan terus membersamai mereka.

Tak hanya dalam sudut pandang umum, buku ini juga memperkenalkan bagaimana caranya mendidik anak remaja menurut Islam. Anak yang sudah baligh diharuskan untuk mengerti tanggung jawabnya. Tak hanya pada dirinya sendiri, tapi juga pada lingkungan sosial dan tanggung jawab pada Sang Pencipta. Orang tua juga diajarkan untuk memberi bekal bagi anak yang memasuki usia baligh dengan membantunya menguatkan akidah, mengajarkan ilmu Fiqih, kebiasaan santun, menutup aurat dan lainnya agar mereka selalu berada di jalan Allah SWT.

Namun, bukan berarti harus dengan cara mendidik anak dengan sistem di mana anak harus selalu menuruti apa yang diperintahkan orang tua. Anak juga diberi kebebasan dalam mengambil keputusan selama masih dalam koridor yang benar. Orang tua pun diajarkan bagaimana mendidik anak di era modern yang penuh dengan kemajuan teknologi. Salah satunya tentu saja dengan menerapkan teknologi itu sendiri. Tak apa anak dibiarkan dengan teknologi yang melekat pada diri mereka sesuai dengan perkembangan zaman, tapi tetap ada aturan yang berlaku.

Sebab, jika tidak, kehidupan remaja yang seharusnya jadi masa yang menyenangkan bisa berubah arah. Menurut catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), sebanyak 50 hingga 60 persen pengguna narkoba adalah kalangan remaja dan mahasiswa (hal 96). Sedangkan menurut survei dari sexual behavior yang diadakan di beberapa kota besar di Indonesia pada tahun 2011 lalu, menyatakan bahwa 64% remaja di Indonesia sudah belajar seks melalui video porno. 39% di antaranya malah sudah pernah melakukan hubungan seksual (hal 96). Itu belum termasuk berbagai kenakalan lain seperti tawuran, geng motor hingga pencurian yang tentu membuat miris.

Orang tua tentunya tak ingin hal ini menimpa anak mereka yang sedang dalam masa peralihan. Namun, ini adalah bukti nyata betapa bahayanya bila anak tak dibimbing dengan benar. Pembimbingan juga harus dilakukan kedua orang tua. Ya, orang tua juga harus ingat bahwa mendidik anak bukan tugas satu pihak saja. Kedua orang tua sama-sama memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, sifat dan sisi religiusnya. Salah satu hal paling penting diajarkan orang tua pada masa ini adalah hukum sebab akibat. Sesuatu tak akan terjadi kalau tak dimulai.

Buku Ayah, Ibu, Dampingi Aku Menuju Remaja bukan hanya berisi bagaimana cara mendidik anak sejak usia dini hingga beranjak remaja. Di dalamnya, orang tua juga bisa menemukan rancangan kurikulum mendidik anak dari usia  0 sampai remaja dari berbagai sisi. Mulai dari membangkitkan keimanan pada Sang Pencipta, meningkatkan kemampuan belajar, pengembangan bakat dan minat anak hingga kurikulum pendidikan seks. Tujuan dari semua ini tentu saja agar anak bisa menggapai fitrahnya sebagai manusia yang sebaik-baiknya.


AYAH BUNDA DAMPINGI AKU MENUJU DEWASA


BELI DI SINI!

Judul               : Ayah, Ibu, Dampingi Aku Menuju Remaja

Penulis             : Wida Az Zahida

Penerbit           : Indiva Media Kreasi

Cetakan           : I, November 2018

Dimensi           : 232 hlm: 19 cm

ISBN               : 978-602-6334-98-5

Masa balig adalah salah satu etape kehidupan. Banyak calon orang tua mempersiapkan diri dengan demikian rupa untuk menyambut kehadiran buah hati. Desain pendidikan juga turut disiapkan untuk sang anak kelak. Semua berjalan lancar saat orang tua tengah merasakan euforia datangnya buah hati, namun tidak sedikit orang tua yang kemudian lengah dan tidak memiliki desain yang mantap untuk mempersiapkan anak dalam memasuki masa balig.

Masa balig adalah masa yang krusial, oleh karenanya orang tua perlu memberikan perhatian yang besar menyangkut hal ini. Sebab, dalam masa ini anak memasuki titik di mana dia akan memikul tanggung jawab yang serupa dengan muslim yang telah dewasa: shalat, puasa, dan ibadah fardhu lainnya. Amal sang anak akan dihitung sebagai amalan pribadi. Dia akan bertanggung jawab langsung di hadapan Allah SWT.

Buku ini menjawab hal-hal seputar persiapan yang harus dilakukan orang tua guna membimbing putra-putri menuju masa balig. Buku ini juga memaparkan tentang karakteristik remaja agar pendidikan dapat masuk dalam diri mereka dengan optimal, sehingga mereka dapat menjadi bagian dari generasi yang berkualitas dunia-akhirat.

Lembar evaluasi yang ada dalam di buku ini dapat dipergunakan untuk memudahkan orang tua melihat perkembangan anak dan menjaga komitmen orang tua dalam pelaksanaan pendidikan. Selain itu, di akhir setiap bab diberikan kisah-kisah inspiratif sehingga buku ini menjadi menarik dibaca. Untuk lebih memberikan dorongan dalam merealisasikan perencanaan yang telah dirumuskan.

Harapan saya, buku ini tidak sekadar menjadi bacaan, namun menggerakkan orang untuk mendidik anak sesuai didikan Rasulullah dan para sahabat. Bagaimanapun pendidikan ala Nabi adalah teladan yang terbaik. Oleh karenanya buku ini memberikan gambaran tentang bagaimana hal tersebut dapat diwujudkan kembali di era sekarang dengan bahasa yang mudah dipahami tanpa terkesan membosankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *