PILIH ROMANCE ATAU THRILLER?

 

Jadi teman, kamu lebih prefer mana, novel romance atau thriller? Ceritanya dua pekan lalu Indiva bikin survey… kamu  yang pada doyan baca, banyakan suka genre apa? Dan hasilnyah adalah… eng ing eng…

60% untuk romance, 40% untuk thrillerWhy romance and why thriller? Ada beragam alasan yang dilontarkan. Pilih novel rimance lantaran lebih mendekati realita, ada yang pilih thriller karena menantang. Nah sekarang yuk kita bahas soal novel romance dan thriller…

 


ROMANCE


 

Mari kita bahas romance dulu. Yap, romance adalah genre yang sangat-sangat-sangat mayor. Besar. Masif. Huge. Luas. Boleh dibilang genre ini tidak akan pernah sepi peminat. Mengapa? Ada segudang alasan.

  • Sangat Relatable

Ide tentang cinta adalah area yang bisa dimasuki oleh siapa pun. Tidak butuh banyak usaha untuk dapat menyambungkan koneksi perasaan dan pengalaman dengan kata ini. Maka bukan hal yang mengherankan jika novel romantis mengisi deretan rak toko buku.

Novel yang ditulis oleh Ifa Avianty ini bercerita tentang kegalauan Steph, perempuan mapan yang dituntut keluarga untuk segera menikah. Suatu ketika ia berjumpa dengan Awy, teman masa kecilnya. Awy awalnya berniat menjodohkan Steph dengan Gandhi. Namun ia berubah haluan di tengah jalan, sebab Awy justru jatuh hati pada pesona Steph. Padahal baik Steph maupun Gandhi terlanjur saling menaruh perhatian. Lucu, kocak dan disertai pula dengan latar belakang budaya Betawi dan sejarah Batavia.

Sebuah fenomena yang cukup gamblang menyatakan manusia butuh cinta, oh itu terlalu luas, begini saja; manusia butuh lebih banyak bacaan tentang cinta. Simply karena cinta adalah materi yang familiar dan mudah dipadu-padankan dengan elemen yang lain dalam diri kita. Jadi gini, tenggorokan kamu kering? Artinya kamu haus dan kamu butuh minum. Nah kalo lu ngerasa hidup lu garing, that’s mean … you need love, Man. L.O.V.E.

  • Entertainment dan relaksasi

Para remaja sudah cukup dipusingkan dengan segenap urusan di sekolah atau kampus, tugas, ujian, dan belum lagi urusan ‘sosial’ yang ga kalah ruwet. Sementara para dewasa muda yang telah bekerja punya tingkat stres yang lebih dari cukup membuat panas dalam. Jadi, mereka butuh piknik atawa tamasya!

No, no, no, piknik tidak selalu diejawantahkan dalam bentuk literalnya. Inti dari piknik adalah kamu cari hiburan aka entertainment, dan tujuan dari piknik adalah relaksasi dan mengendorkan ketegangan pikiran serta emosional. Singkatnya, novel romance bisa banget mengakomodasi keperluan ini.

U know what, bagi banyak orang membaca novel romance adala alternatif pilihan piknik yang efektif, efisien, dan yang lebih bikin gembira, cara ini superekonomis.

 

  • Novel Romance kaya Variasi

Siapa bilang romance itu dangkal? Mungkin kamu cuma belum cukup eksplor genre ini dengan memadai. Seperti yang admin bilang di awal, novel romance itu punya subgenre yang ga cuma banyak, tapi buanyaaak-nyak-nyak masih ditambah banget! Belum lagi kalau berbicara soal kualitas.

Iya ga sedikit yang beranggapan, novel romance terdengar seperti bacaan ‘ringan’ dan ‘mudah’, tapi anggapan itu ga bisa jadi label yang membuatnya jadi barang ‘remeh’ ataupun ‘murahan’. Berbicara kualitas, tentu karna romance adalah genre yang besar, pastinya, banyak penulis dengan rentang pengalaman dan gaya berbeda berkecimpung di dalamnya.

Tidak dipungkiri ada novel yang super corny ga ketulungan sampek bikin eneg, gah… tidak jarang aku dan kamu mungkin di suatu kesempatan  nemu novel romance yang dimanis-manisin dengan kadar sakarin berlebih. Tapi … kita juga ga bisa nutup mata sama masa di mana kita nemu novel romance yang baik bahasa maupun kontennya mind blowing, jueder, mak nyuzzz.

Dan yang paling asyik, novel romance nggak selalu berhenti dipadukan dengan horor, suspense, sejarah, fantasi, sci-fi. Sekarang tinggal kita pilih novel romance yang seperti apa?

 


TRIVIA

Jane Austen’s Pride and Prejudice


Sumber: Amazon

 

Jane Austen dianggap sebagai tokoh penting dalam dunia fiksi romantis. Pride and Prejudice yang ditulisnya memiliki legacy sebagai novel romance terbaik sepanjang masa.   Pride and Pejudice terbit pada 1813, bercerita tentang percintaan kelas menengah dengan kelas atas, yakni antara Elizabeth Bennet dengan Fitzwilliam Darcy.

 

Pride and Pejudice telah menjadi inspirasi novel romance secara luas, termasuk di antaranya sekuel tidak langsung. Novel ini juga telah beberapa kali diadaptasi menjadi film, teater, drama, dll. Tahun 2009 sebuah parodi ditulis oleh Seth Grahame-Smith dengan memadukan Pride and Prejudice dengan elemen fiksi zombie modern berjudul Pride and Prejudice and Zombies.

 


THRILLER


Penyuka novel thriller sebenarnya tidak selalu pemberani. Lha, terus kenapa malah baca novel thriller? Gampang, karena baca novel thriller adalah cara aman buat merasakan sensasi terancam. Kamu tidak perlu cari masalah dengan melakukan olahraga ekstrem buat bikin jantung deg-degan. Karena dengan duduk sembari baca novel, adrenalin dalam otakmu akan meningkat. Layaknya naik roller coster. Deg-degan, tapi nagih dan penasaran alias ngeri-ngeri sedap.

Akan tetapi bukan berarti pula, pembaca novel thriller adalah pengecut yang Cuma berani berfantasi tanpa berani beraksi. Ini masalah selera dan pengalaman, dan bagi penggemar novel thriller, mereka membutuhkan bacaan yang menyediakan tantangan.

Riawani Elyta kembali menunjukkan bahwa dirinya merupakan penulis yang serba bisa. Sukses dengan novel romace A Cup Of Tarapuccino, Ria hadir dengan sebuah thriller yang menegangkan dalam The Secret of Room 403. Bercerita tentang Aliff penulis sekenario yang ditantang untuk menulis novel biografis tentang seorang purnawirawan militer yang hendak mencalonkan diri dalam pemilihan presiden. Lewat ‘perkerjaan inilah, ia bersinggungan dengan pria misterius yang menjadi saksi kunci sebuah kasus pembantaian. Thrilling sekaligus mencerahkan.

Sebuah studi di Amerika Serikat oleh Marketing Charts menunjukkan minat yang tinggi terhadap buku fiksi terutama fiksi thriller. Dan tahukah kamu, di Amrik sana justru perempuan lah yang mencatatkan persentase tertinggi sebagai pembaca genre ini. Em … data yang menarik.

Lantas, mengapa pilih baca thriller? Ini recap-nya!

  1. High tension

Karena novel genre ini berisi suspense, cliffhanger, kejutan, dan twist yang sering kali di luar dugaan. Kamu akan diajak merasakan ancaman, keterkejutan, rasa khawatir, dan was-was sekaligus penasaran.  Ketegangan yang terangkai karena peristiwa-peristiwa dalam novel  bakal bikin kamu jadi lebih waspada. Atau kalau gerr-nya kebablasan, kamu malah bisa jadi parno.

Maka tidak mengherankan apabila ketegangan yang timbul justru memantik rasa penasaran dan mencegahmu berhenti membaca sebelum lembar terakhir. Misteri yang ditawarkan membuatmu bersemangat untuk menyelesaikan novel itu segera.  Inilah bacaan anti ngantuk!

  1. Intellectual challenge

Novel thriller sering kali menyediakan cerita yang kompleks dengan teka-teki. Membaca thriller seperti menyusun puzzle.  Jadi saat membaca baris per baris, pikiranmu akan turut menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya, sehingga kamu turut aktif berupaya memecahkan misteri-misteri dalam cerita.

Biasanya novel thriller ber-ending cerdas dan memiliki twist tak terduga.  Inilah yang sering kali disebut penggemar thriller sebagai mental gymnastics alias senam mental. Dan ini pula yang menjadi hiburan tersendiri. Tidak mengherankan jika genre ini semakin hari semakin memuncaki tangga popularitas di kalangan pembaca.

  1. Aneka Sub-genre

Berbicara thriller tidak sekadar membahas soal topik kejahatan atau pembunuh berantai. Ada cukup banyak subgenre lain yang bisa kamu baca. Misalnya legal thriller, yakni subgenre yang membahas kasus hukum, sebagaian besar menceritakan kasus tertentu. Dan karakter yang terlibat tentu saja para jaksa, pengacara, dll.

Ada pula medical thriller, political thriller, millitary thriller, spy thriller, police thrille, romance thriller, dll.


TRIVIA

Little Red The Riding Hood


Sumber: Wikipedia

 

Bercerita tentang gadis bertudung merah yang berjalan mengantarkan makanan untuk neneknya yang tenga sakit. Untuk mencapai rumah sang nenek, ia harus melewati hutan. Di sanalah seekor serigala menguntitnya.

Banyak interpretasi atas dongeng ini. Salah satunya menyebut bahwasanya kisah gadis bertudung merah ini merupakan salah satu contoh kisah thriller tentang stalker atau penguntit. Little Red The Riding Hood telah diadapatasi ke dalam berbagai media, baik novel populer, film, musical, teater, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *