Puisi untuk Al Aqsha dari Sahabat Indiva

al-aqsa_mosque2

 

Liya Khansa Sabiha

Wahaii kaum muslim
bertatih² engkau pertahankan Al aqsa
Tak peduli harta dan nyawa
Semua kau pertaruhkan demi jihad fii sabilillah
Wahaiii kaum muslim yang mulia
Engkaulla khalifah pejuang dijalan alloh
Tuhan,jagalah mereka yg berjihad dijalanMU .
Lindungi dan selamatkan mereka.amin

 

Intan Amelia Basran

Kaum muslim dan muslimah
Berjuang demi Al Aqsa
lelahmu jadi semangatmu demi Allah SWT

Saudara-saudaraku…
Sungguh kami kagum…
Sungguh kami terharu…
Kalian begitu berbudi luhur
Kami mendukungmu segenap hati kami…

Kaum muslim dan muslimah
Beriring bersama mempertahankan Al Aqsa
Teruslah berjuang…
Sampai usahamu dijabah oleh Allah SWT…
Amin…amin ya robbalalamin

 

Elirika Aliyah

Tangis dan bunyi ledakan berbaur menjadi satu. Anak-anak yang seharusnya berkembang baik penuh keceriaan. Kini harus ikut menjadi korban kekejian negara nista. Seluruh badan terpenuhi dengan darah. Gelisahlah yang terus menggelayuti. Tiada ketenangan dan kelegaan yang ada. Pistol terus membelakangi punggung kalian. Pertentanganlah yang nantinya membawa hal buruk. Saudara semuslim dan seislam. Banyak dari pelosok negara yang mendoakan kalian disana. Teruslah berdo’a dan berzikir pada Allah yang maha kuasa. Berjuang, lindungi masjid Al-Aqsa sebagai tempat yang penuh rahmat. Jangan biarkan kaki nista negara penuh zalim mengotori tempat tersebut. Berjuang sampai akhir hayat kalian. Allah selalu mendengar do’a kalian. KUN FAYAKUN jadilah maka jadi. Hiks..

 

Kelola

Nani Setiani

 

Tanah Al-Aqsa adalah tempat di mana perjalanan Nabi Muhammad di malam hari untuk nemperjuangkan umat islam jangan pernah kita untuk mundur dakam nemperjuangkan tanah Al-Aqsa tetap lah semangat dalam nemperjuangkan ya tetap selalu berdoa Ke pada Allah SWT untuk tetap bersama umat islam di dunia ALLAHUAKBAR

 

Abdurrahmansyah

Teruntuk saudaraku,
Nun jauh di Palestina sana
Berjanjilah padaku tuk selalu berusaha,
Menjaga Al-Aqsa dari tangan-tangan keji bisikan syaitan

Genggam semangatmu
Percaya Malaikat menyaksikan dan berpihak padamu

Enyahkan risaumu
Percaya Allah SWT ada disana
Bersiap lihatkan kebesarannya,
Kekuatannya

Teruntuk Saudaraku,
Nun jauh di Palestina sana
Maafkan aku,
Sebab tak dapat ikut menjaganya
Hanya bait-bait syahdu bernama doalah,
Yang dapat kuikusertakan dalam jihadmu

 

Indah Bunda Nadia

Teriakan takbir pembakar semangat
Angkat senjata lawan tirani

Gemuruh takbir membahana
Kumpulkan tenaga melawan ISRAEL durjana

Lantang takbir sebarkan berita
Galang dana selagi bisa

Rintihan takbir harus dijaga
Walaupun doa jangan dilupa

Bebaskan Al Aqsa Palestina
Bersama kita bisa

 

Mutiara Penakhluk Peradaban

 

Bismillah….

Di negara indonesia aku dilahirkan
Di negara itu pulalah kuinjakkan kakiku..
Namun betapa teriris hati ini mendengar kabar saudariku yang ada di palestina

meskipun kita dilahirkan di dalam suatu negara yang berbeda..
Namun kalian adalah saudaraku
Kita memiliki agama serta aqidah yang sama

Di tengah kedzoliman kaum kafir
Kalian lebih memilih tetap tinggal di sana
Demi memperthankan Al Aqsa
Demi Memperjuangkan islam
Walau harus nyawa yang kau korbankan
Sungguh keimanan kalian luar biasa

Teruslah berjuang
Teruslah bersabar
Sesungguhnya surga abadi telah menanti kalian semua
Di sini kami hanya bisa menguatkan dengan doa dan dakwah

 

Nzladzkiafz

Assalamualaikum…

Indonesia tempatku menangis pertama kali
Menginjakkan kaki di bumi pertiwi
Namun, Tuhan berkehendak lain
Ia timpakan bencana pada saudaraku di Palestine

Di antara kaumkafir yang terus menzolimi
Selalu ada jerit isak tangis anak anak setiap hari
Pinta dan doa “Allah selamatkan kami!”
Menggelegar tak henti henti

Allah… Allah… Laaila Ha Illallah
Ya Allah, selamatkanlah saudaraku
Ya Allah, selamatkanlah saudariku
Saudara saudari umat muslim seagama sejalan di jalanMu ya Allah

Para penduduk Al Aqsa
Berjuanglah, bertawakkallah
Sesungguhnya ada istana untuk kalian di surga sana
Berdoa lah
Aku yakin esok kalian sudah bebas

Al Aqsa tomorrow will be free

 

Laily Fitriani

Cinta Untuk Al-Quds
Aroma syuhada membumbung tinggi menuju Rabbul Izzati
Duhai saudaraku fillah
Al -Aqsa kembali bergolak
Deru kebencian Israel kembali membabi buta
Memporak-porandaan kedamaian.
Doa-doa terpanjatkan keharibaan Ilahi.
Semangat juang terus menyala.
Al-Aqsa cinta kedamaian kita
Al-Aqsa bumi cinta kita.
Al-Aqsa suara kerinduan kita.
Wahau saudaraku fillah
Semoga Allah menyelamatkan Al-Quds kita.
Semoga Allah selalu mengabulkan doa-doa kita.
Semoga jasa para syuhada menjadi semangat kita untuk terus berjuang demi Al-Quds.
Hingga titik darah penghabisan.
Amiin.

 

Vera Vixenza

Karena mereka selalu percaya
Akan janji Allah
Mereka percaya bahwa Allah akan selalu bersama mereka
Menemani hari-hari meraka
Desah nafas-Nya, di relung hati-Nya
Allahhu Albar,Allahhu Akbar
Gemuruh takbir itu akan selalu terdengar di bumi Palestina Tercinta
Bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku

 

Sunnabil Udb #KuisPeci

Disana,
Tumpahan darah
Bom yang meledak tak tahu arah
Rintihan tangis yang menyayat manah
Bangunan yang runtuh terjerambah
Seolah bergulir ramah
Menyapa muslim berhati tabah

Disini,
Manusia asyik dengan dunianya sendiri
Seolah tak peduli
Saudara seiman,
Sedang dalam musibah yang parah
Disini,
Manusia menghamburkan uang sana-sini
Dimana hati nurani?

Israel yang kejam,
Apa yang kau inginkan?

Hak asasi kau rampas,
Anak-anak kau bunuh sekali tebas
Mulut mereka tak kau ijinkan memakan walau sepotong roti yang sudah mengeras.
Lalu, Al-aqsa juga mau kau rampas?

Palestinaku,
Saudaraku,
Selalu tabahkan hatimu,
Perjuangkan Al-aqsamu,
Kulayangkan doa untukmu,
Allah mencintaimu, selalu.

 

 

 

Naila Yumna Salsabila

Secarik Surat dari Anak-anak Palestina

Aku iri denganmu…
Ketika kau terbangun oleh suara merdu Ibumu,
Disuguhi sepiring roti dan susu
Kemudian sebuah bus menjemputmu menuju tempat menimba ilmu.

Sedangkan kami?
Kemana Ibuku? Dimana Ayahku? Dan pagi yang seharusnya penuh canda tawa adik-adikku?

Fajar kami hanya disambut suara rudal dan peluru.
Atau sirine ambulance yang datang menjemput tangis anak-anak mencari ibu.
Bahkan sang surya pun takut untuk menampakkan diri dan tersenyum padaku.

Ah, sungguh aku iri
Kau punya tempat mengadu yang terkadang tak kau syukuri
Yang menyambutmu sepulang bermain
Dan seorang ayah, yang mengantarmu sekolah

Namun, kenapa mereka menyakiti ibuku?
Menembak ayahku?
Kenapa mereka terjunkan rudal untuk mengambil teman-temanku?
Merampas tanahku,
Tempat ibadahku.

Kemanakah keadilan itu?
Kenapa kami tak diberikan hak yang diberikan padamu?

Apakah hanya karena kami anak-anak Palestina?
Atau…
Apakah karena kami menganut agama yang berbeda?

Siangmu dipenuhi canda tawa,
Bermain, bersuka ria,

Sedang kami, adakah kesempatan bagi kami untuk tak menangis barang sebentar saja?

Pemandangan kami hanya jet-jet yang berlalu lalang,
Yang selalu kau dikagumi, ketika pesawat-pesawat itu melintas di langitmu yang penuh awan.

Dan kemanakah langit kami yang biru?
Ketahuilah, mereka telah menyulapnya menjadi kelabu,
Mengusir sang mentari yang selalu ada di buku gambarmu.

Dan, lihatlah…
Sungai kami merah,
Tanah kami penuh pertumpahan darah

Bukankah dunia penuh ketidak-adilan?

Tapi tenang saja, kami yakin, kami akan menang.
Islam akan menang.
Tolong kami, meski hanya dengan do’a.

Berikanlah padaku kertas bekas kapal-kapal-anmu
Aku ingin menulis surat pada Ibu
Bahwa aku merindukannya,
Sangat merindukannya
Dan ingin bertanya,
Apakah bertemu ayah di surga?
Apakah bertemu adik, juga teman-temanku di sana?

Sungguh…
Aku … menginginkan mereka…

 

Aura Miauw

Wahai Kaum Muslim
Yang Sedang Berjuang Mati-matian Demi Menjaga Al-Aqsa
Semangatlah Disana Dan Jangan Menyerah

Kau Mati-matian Dan Hanya Makan Dengan Sedikit
Sementara Kami Berbahagia dan makan dengan Kenyang

Wahai Kau Penjaga Al-Aqsa
Jangan Takut Jangan Ragu
Karna Allah selalu Ada Disisimu

Jangan Gelisah dan Takut
Kami selalu Mendoakanmu
Kami Yakin Kau Pasti Bisa

Kami Ada Disisimu
Jangan Menyerah
Berjuanglah

Lailaha ilaullah
Subhanallah
Berjuang lah dan jangan menyerah

 

Sunnabil Udb

Sebait doa ini kulayangkan,
Untuk mereka, saudaraku yang sedang berperang,
Melawan israel yang kejam.

Saat aku tahu,
Mereka sedang berduka,
Meneteslah air mata,
Sebab ini raga,
Tak dapat membantu mereka,

Kita asyik main handphone,
Kita berteriak mendengar notif hape,
Kita memubadzirkan makanan,
Kita asyik foya-foya, menghamburkan uang,
Kita tak peduli nasihat orang tua,

Sementara disana,
Tangan gemetar memegang senjata,
Menjerit. Menyebut lafadz Allah.
Ketika mendengar ledakan bom yang membabi buta,

Merengek-rengek demi sepotong roti,
Menangis pilu melihat kerabat gugur syahid.

Israel laknatullah.
Kau bunuh anak kami,
Kau bunuh saudara kami,
Kau bunuh kerabat kami,
Kau bunuh tetangga kami,
Kau bunuh orang tua kami,
Kau telah merampas semuanya.

Kau rampas hak asasi kami,
Kau rampas tempat tinggal kami,
Kau rampas sepotong roti milik kami,
Kami masih bersabar, menyebut nama-Nya, lagi.
Tapi, kali ini,
Ketika kau larang kami beribadah dimasjid kami, Al-aqsa
Kami tak kan tinggal diam.

Dengan bersenjata iman,
Bertenaga doa,
Berkekuatan yang membara,
Dengan iming-iming masuk surga,
Kami maju, Allahu Akbar!

Ini Palestina kami,
Al-quds kami,
Al-aqsa kami,
Ini milik kami!

(Untuk saudara seiman disana, bumi palestina tercinta,)

 

Fazahra Akmila

Jarak~
Kita mungkin sehasta atau beribu kilometer,
Aku tak tahu pasti,
karena tak sanggup melipat jarak

Kita tak pernah bersua,
saling senyumpun tak juga
apalagi bertegur sapa.
Saat kamu di sakiti
akupun sakit,
Walau berbeda aku tak bisa hanya diam.

Walau tak sama untuk angkat senjata,
Menjaga Al Aqsa kiblat pertama,
Menjaga tiap jengkal tanah,
Menjaga keluarga dari zionis hina,
Hingga menjemput sebaik-baik kematian.

Jarak,
bukan alasan tak cinta
bukan penyebab hilangnya rasa,
tapi bersatu hati dan jiwa
Lewat doa yang dibawa angin,
Lewat rindu bersama awan,
Karena langit kita sama.

Maafkan aku, Gaza…
Hanya itu yang kupunya,
tak ada apa-apanya…

 

Yuta

PERTARUHAN
Kau di sana dan aku di sini
Kau berteriak lantang walau terancam mati
Aku di sini hanya bisa berdoa di hati

Kau berjuang demi menjaga Al Aqsa
Aku masih seperti biasa, hanya bisa membantu doa

Kau berani menepis senjata yang begundal itu arahkan kepadamu
Aku di sini, seperti biasa hanya bisa melihat kabarmu dengan tangis haru

Ah, andai aku bersama denganmu di sana
Ah, andai aku berada di sisimu menjaga Al Aqsa
Ah, andai dan andai … Ya Rabb, kirimkan pasukan Ya Rabb
Ya Rabb semoga sebelum kau cabut nyawa dari tubuh ini, kau beriku kesempatan berada di garda depan menghadapi para zionis yang makin lama makin tak tahu diri

 

TERLAMBAT MENGENALMU

Kemarin aku tidak mengenalmu, apa yang terjadi denganmu, mengapa kamu dibegitukan
Namun, kini tak ada lagi tabir yang menutupimu dariku
Kabarmu viral di berbagai timeline media sosial

Kau, kau tertindas
Kau, kau dizalimi
Kau, kau menderita di rumahmu sendiri

Maaf, aku baru kenal kamu sekarang
Maaf, aku terlambat untuk mengenalmu lebih dekat

Sekarang, walau hanya doa dan sedikit yang bisa kuberikan
Semoga mampu menuliskan namaku di sejarah perjuangan membebaskanmu

Kau, para penjaga Al Aqsa
Kau, para pejuang Palestina

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *