QUOTES ROMANTIS “A MOMENT TO DECIDE: OPPA MEETS SANTRI K-POP”

Sumber Gambar: Pixabay

 

  • “Setiap manusia membutuhkan orang lain termasuk pasangan. Untuk itulah perlunya aturan untuk menikah.”

 

  • Agama memahami pada titik tertentu manusia akan merasa jenuh dan lelah. Ia membutuhkan teman di kala sendiri. Ketika lelah bekerja, ketika malam hari di mana teman-temanmu sudah tertidur, ketika masalah datang dan tidak bisa kau bagi dengan sembarang orang. Ketika itulah kau butuh pasangan bukan sekadar teman.

 

  • bahwasanya Rasulullah pernah berkata, ‘jangan kamu menikahi wanita semata-mata karena kecantikannya, boleh jadi kecantikannya itu akan membinasakannya dan janganlah kamu menikahinya semata-mata karena hartanya, boleh jadi harta itu akan menyebabkan kedurhakaannya, tapi nikahilah olehmu yang beragama. Sesungguhnya wanita yang tak berhidung lagi tuli, tetapi beragama lebih baik bagimu.’”

 

  • Nikahilah wanita yang penuh cinta kasih dan subur. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan jumlah kamu yang banyak pada hari kiamat nanti.

 

  • ‘Nikahilah wanita yang masih perawan karena mulut mereka lebih segar dan manis atau budi bahasanya indah, dan lebih subur serta lebih ridha dengan kesederhanaan atau tidak banyak tuntutan.’

 

  • “Dalam memilih suami, wanita dititipi tiga pesan. Pertama, hendaknya mencari suami yang penuh tanggung jawab dan amanah. Dalam QS At-Tahrim ayat 6, Allah memerintahkan orang-orang beriman agar memelihara anak dan istrinya dari siksa api neraka. Kedua, lelaki bertakwa pada Allah. ‘Barang siapa menikahkan putrinya dengan orang fasiq, sesungguhnya dia telah memutuskan tali kasih sayangnya’, Hadits riwayat Ibnu Hibban.  Ketiga, memiliki ilmu pengetahuan. Menjadi tanggung jawab suami untuk mendidik anak dan istrinya.”

 

  • “Kau tidak boleh berkecil hati begitu. Keimanan dan ketaqwaan seseorang hanya Allah yang tahu. Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik, begitu juga sebaliknya. Sekali-sekali, lihatlah dirimu.”

 

  • Hidupku ternyata monoton. Aku mungkin kesepian. Pasti menyenangkan punya seseorang di rumah yang bisa diajak bicara. Bicara dan bercerita banyak hal. Soal pekerjaan, soal kesukaan atau … soal perasaanku .…”

 

  • “Aku hanya sekali bertemu dengan SUPER JUNIOR itu. Aku langsung menyukainya bahwa ia sangat cantik dengan baju kurungnya yang terkesan kebesaran, berwarna putih, dan jilb“Sebaik-baik wanita, adalah yang maharnya paling murah,” ab senadanya yang membuat ia terlihat bening dan bercahaya. Mungkinkah dia jodohku?

 

  • Menikah adalah sunnah dan akan menjadi ladang ibadahmu. Jadi pilihlah yang menurutmu baik menurut agama dan yang kau sukai.

 

  • “Sebaik-baik wanita, adalah yang maharnya paling murah,”

 

  • Seorang muslim yang baik harus memegang kata-katanya dan menepati janji.

 

  • “Riana, jika kau tidak ingin sakit hati dalam hidupmu, kau tidak boleh menolak dua hal. Pertama, kau tidak boleh menolak sesuatu yang datangnya dari Allah. Agama mengajarkan segala kebaikan untuk keselamatan hidupmu dunia dan akhirat, jadi terimalah dan turutilah. Kedua, kau tidak boleh menolak sesuatu yang datangnya dari orang tua. Agama mengajarkan menjadi orang tua yang baik. Jika orang tuamu termasuk yang baik, maka turutilah. Dia akan membimbingmu pada kebaikan sesuai ajaran agama.

 

  • Kau tahu apa rasanya menjadi orang lain? Kau tidak akan pernah jadi dirimu sendiri, selama tidak kau terima keadaanmu.

 


Judul                          : A Moment to Decide: Oppa Meets Santri K-pop

Penulis                      : Dian Dhie

Jumlah Halaman     : 284

ISBN                           : 9786025701085

Berat                           : 0.21 kg

Harga                         : Rp 69.000,-

 

Kau tahu apa rasanya menjadi orang lain? Kau tidak akan pernah jadi dirimu sendiri, selama tidak kau terima keadaanmu.

Riana tidak pernah melawan pada kedua orang tuanya. Apa pun yang Umi dan Abi-nya perintahkan, dia akan melakukannya. Hingga suatu hari, mau tidak mau, ia harus menikah dengan seorang mualaf asal Korea yang belum dikenalinya. Riana dan kedua sahabatnya memang suka K-Pop dan K-Drama tanpa setahu umi dan abi-nya, tapi haruskah Oppa seperti yang teman-temannya ceritakan, bermata sipit dan berbadan gemuk yang mewujudkan khayalannya?

Riana menangisi nasibnya yang merasa tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Jika saja Oppa Korea yang pernah ditemuinya dulu yang menjadi suaminya, mungkin Riana tidak terlalu terpuruk. Ketika sakit hati, Riana berpikir untuk membuat sebuah pengakuan pada umi. Mungkin sebuah pengakuan bisa merubah segalanya, sebuah kesempatan merubah sakit hati menjadi kejutan manis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *