Rahayu Amatullah: Perlu 16 Tahun Riset untuk Menyusun “Kartini dan Muslimah dalam Rahim Sejarah”

Ratusan muslimah dari Kota Surakarta dan sekitarnya dalam Seminar dan bedah buku “Kartini dan Muslimah dalam Rahim Sejarah” Ahad, 23 April lalu. Acara yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Muslimah (Salima) Kota Solo ini sekaligus memperingati Hari Kartini. Rahayu Amatullah, penulis buku “Kartini dan Muslimah dalam Rahim Sejarah” menyampaikan, Kartini adalah jendela masa, Kartini adalah jendela makna, dan Kartini adalah Neraca, yang kesemuanya berhulu pada hikmah penting dalam penjejakkan identitas perempuan Indonesia.

Berbagai hikmah didedah oleh Rahayu Amatullah. Salah satunya adalah kritik terhadap framing Barat atas sosok Kartini yang kini melekat dalam memori kolektif mayoritas perempuan Indonesia: bahwa apa yang Kartini sampaikan melalui perjuangan penanya adalah tuntutan kesetaraan gender. Benarkah demikian? Rahayu Amatullah memberi ulasan bahwasanya curahan hati Kartini lebih dari itu. Kartini menyampaikan keprihatinan dirinya atas nasib bangsanya. Keinginannya Ketertarikannya terhadap ajaran Islam.

Enam belas tahun riset yang dilakukan Rahayu untuk menyusun “Kartini dan Muslimah dalam Rahim Sejarah”. Melalui buku tersebut, Rahayu mengajak hadirin untuk juga menelusuri jejak jati diri Kartini, muslimah sezaman, dan muslimah pendahulu yang juga turut menjadi pelopor peradaban bangsa.

Sebuah pertanyaan menggelitik seputar alasan mengapa Kartini tidak berhijab dijawab oleh Rahayu, “Kartini hidup di era kolonial di mana pemerintahan bersikap represif terhadap umat Islam.” Pemerintah kolonial pasca-Perang Diponegoro memberi stigma negatif, mencap para penganut Islam taat sebagai ekstrimis, dan melarang penerjemahan Al Quran. Dapat dibayangkan betapa sulitnya akses masyarakat terhadap sumber-sumber ilmu kala itu.

Pembicara Kedua, dr Retno Sintowati, Msc. Yang juga pengurus Komisi Perempuan dan Remaja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo menyampaikan pujiannya terhadap buku Kartini dan Muslimah dalam Rahim Sejarah.

Kartini

“Buku ini sangat bagus. kekuatan buku ini, menyampaikan background di mana Kartini lahir dan berkiprah. saya jadi merasa masuk di era Kartini. Dan saya seolah-olah menjadi Kartini.”

Selain seminar dan bedah buku, acara ini juga dimeriahkan bazar buku-buku Indiva Media Kreasi, produk kecantikan dari Laras Natura, pakaian muslimah Rabbani, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *