RENUNGAN KEHIDUPAN DARI KISAH HUMOR

Sumber Gambar: Pixabay

Oleh: Ratnani Latifah

Salah satu genre yang cukup sulit dan tidak mudah ditulis oleh sebagian penulis mungkin adalah genre humor. Karena di sini penulis dituntut untuk menuliskan kisah-kisah yang tidak hanya menarik, tetapi juga mengandung unsur kelucuan yang alami dan tidak monoton dan garing. Dalam menulis kisah humor kita memerlukan kemasan yang menarik, sehingga pembaca bisa menikmati setiap kisah dengan santai, terhibur dan tidak bosan.

Sebagaimana buku “Pahlawan Tanpa Tanda Tangan” yang ditulis oleh Baim Lebom, cs—di mana Baim Lebom sendiri merupakan salah satu penulis yang tidak diragukan lagi dalam pengalamannya menulis kisah humor. Sebut saja Novel Lupus—di mana  yang selain sukses dalam penjualan, Lupus juga dijadikan serial televisi yang pada masanya banyak digandrungi kau muda. Selain lupus berbagai buku dengan genre serupa telah berhasil membesarkan nama Boim Lebom.

Buku ini sendiri hadir dengan kemasan yang apik, mencoba memberikan hiburan yang menarik dan bisa menghilangkan penat dari berbagai rutinitas keseharian kita. Kisah-kisah yang termaktub dalam buku ini sedikit banyak akan membuat kita tersenyum bahkan tertawa lepas. Namun meski berbau humor, kumpulan kisah ini juga menghadirkan berbagai renungan kehidupan yang bisa kita petik hikmahnya.

Sebagaimana kisah “Karena Cinta, Dunia Menjadi Milik Mereka Saja”  dalam kisah ini selain kita dihibur dengan kelucuan tokoh ‘gue’ yang memilih menjadi jomblo dan fokus kuliah—di sini secara tidak langsung kita akan diingatkan pentingnya untuk menjaga pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Bahwa  pacaran bukanlah perbuatan yang sehat. Karena sedikit banyak pacaran hanya akan membuat kita lupa daratan, tidak memiliki rasa malu. Menurut tokoh ‘gue’ pacaran yang baik adalah ketika ijab sah sudah diikrarkan. Meski pesannya sangat dalam, kisah ini benar-benar kocak dan lucu, apalagi dengan ending yang tidak terduga.

Kemudian “Sang Pujaan Hati”  kisah ini sebenarnya cukup klise, tetapi dengan penuturan yang lugas dan dikemas dengan sense humor yang menarik, kisah ini menjadi menarik dan menggugah. Karena di sini penulis seolah-olah memberikan nasihat tentang pentingnya menjadi sosok yang selalu menjalankan ibadah dengan baik. Jangan terlalu cuek dan berbuat sesuka hati. Jangan berubah menjadi seseorang karena orang lain, tapi kita harus berubah ikhlas karena Allah.

Selain itu ada pula “Cucur Zaman Now”  yang ditulis Aisya Avicenna. Kelucuan dalam cerita ini diramu apik dengan semangat wirausaha. Dalam kisah ini kita diajak menjadi remaja yang berani berpikir kritis, mau merintih usaha dan tidak mudah menyerah dalam membangun sebuah usaha.  Tidak kalah seru adalah kisah “Anak Betawi Nguber Cita-cita” kisah humor yang menceritakan tentang masalah kepenulisan, sedikit banyak akan mengungkapkan tentang suka duka dalam dunia menulis dengan cara yang nyentil dan dan membuat pembaca geleng-geleng kepala. Lucu dan menghibur.

Selain yang dipaparkan di atas, tentu saja masih banyak kisah-kisah lain yang tidak kalah menarik dan seru. Masing-masing memiliki sisi keunikan dan kelucuan sendiri. Meski dari beberapa kisah masih ada cerita yang gaya humornya masih kaku. Namun lepas dari kekurangannya,  kumpulan cerpen humor ini cukup menarik untuk dinikmati. Membaca kisah-kisah dalam buku ini dapat membuat kita benar-benar terhibur dan  sekaligus menambah wawasan. Karena penulis memasukkan unsur lokalitas yang cukup menjadi penyedap rasa ke dalam setiap cerita.

Srobyong, 29 Desember 2019


PAHLAWAN TANPA TANDA TANGAN


STOK TERBATAS!

Judul               : PAHLAWAN TANPA TANDA TANGAN

Penulis             : Boim Lebom, cs

Penerbit           : Indiva

Cetakan           : Pertama, April 2019

Tebal               : 160 halaman

ISBN               : 978-602-5701-47-4

Ini kumpulan cerpen saya bersama anggota FLP. Ada cerita yang kental dengan nuansa kota Sumedang dan Bandungnya, ada yang berbau Madura, ada yang mengangkat harumnya Jakarta, serta semerbaknya Medan dan Lombok.

Membaca buku ini semakin kaya wawasan. Nggak cuma sekadar tersenyum, tapi juga bisa meresapi betapa kayanya bumi Indonesia ini dan betapa banyak ide menarik yang bisa diangkat dari sekitar tempat yang ada di sekitar kita.
Karena membaca cerita lucu bisa jadi sarana untuk menghilangkan stres setelah capek sekolah atau kerja atau menjalani rutinitas harian; pada akhirnya membaca cerita lucu itu menghadirkan hiburan sekaligus perenungan!
Barangkali itu saja sinopsisnya, nggak usah terlalu lucu, karena yang lucu adalah adalah cerita-cerita di dalam buku ini. Selamat menikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *