Resensi Buku Motivasi Kitab Cinta dan Patah Hati

Kitab cinta pth htTidak akan pernah selesai pembahasan tentang cinta, tak pernah lekang pembicaraan tetang sepasang insan. Tak cukup berjuta-juta puisi, syair lagu, drama, atau film. Bahkan para ahli juga tetap tekun meneliti makna cinta baik dalam bentuk fisik, batin, maupun studi sosial. Cinta adalah kekuatan aktif yang bersemayam di dalam diri manusia, kekuatan yang mengatasi tembok pemisah antara manusia dan sesamanya, serta menyatukan manusia satu dengan lainnya, merupakan cara untuk mengatasi problem isolasi dan keterpisahan dengan tanpa mengorbankan integritas serta keunikan masing-masing kluster. Cinta adalah aktifitas, bukan afektif pasif: sifat cinta adalah “bersifat dalam” (standing in) dan bukan “jatuh untuk” (falling for)[1] dan kebahagian terbesar manusia terletak pada tiga hal, mencintai diri sendiri, mencintai dan dicintai orang lain, serta mencintai dan dicintai Tuhan[2].

Manusia dan cinta merupakan dua hal yang nyaris tidak bisa dipisahkan, ibarat sebuah mata uang, keduanya adalah dua sisi yang saling melekat dan melengkapi. Dalam mistis, konsep cinta lebih dimaksudkan sebagai bentuk ekspresi dan luapan rasa kepada Tuhan[3] walaupun kemudian, bentuk cinta tersebut jika ditarik akan membentuk sebuah cinta kepada sesama. Karena saat hubungan dengan Tuhan berjalan dengan indah, tidak menutup kemungkinan hubungan dalam dimensi vertikal juga akan berjalan juga dengan sangat apiknya.

Artefak cinta yang berserakan dalam sejarah peradapan manusia, menjadi kajian yang tak pernah habis, pembahasan yang berlarut, serta diskusi yang terus debatable. Untuk itulah kemudian perlu melihat cinta dari persektif ilmiah. Sebab cinta memang melibatkan sekian ragam fungsi otak yang akan mengaktifkan adrenalin, sekin hormone, serta neurotransmitter yang nantinya akan terjalin kubungan konektif dengan tingkah laku seseorang. Karena cinta masih merupakan aktifitas rasa yang dikontrol pada salah satu bagian dalam otak, melibatkan kognisi, sehingga apa yang dilakukan sesungguhnya berada dalam bilik pemahamannya, hal ini sesuai dengan konsep Freudian.

Relasi yang integrative antara cinta dan kehidupan sosial, senantiasa melibatkan aspek psikologis yang kuat, untuk itulah kenapa kemudian perlu untuk mengkombinasikan antara cinta dengan dimensi prikologis manusia

Dalam buku Kitab Cinta dan Patah Hati ini, terdapat tiga tahap dalam pembacaan cinta, relasi antara cinta dan kognisi otak manusia dapat ditemui pada tahap pertama buku. Tahap selanjutnya adalah kisah-kisah inspiratif tentang ketangguhan cinta dan kisah-kisah cinta sejati, kemudian dilanjutkan dengan tahapan ketiga berupa rasa sakit dalam cinta, seperti cemburu, patah hati dan sebagainya.

Tiga tahapan yang disorot dalam buku ini, saya rasa sangat bagus, mengingat minimnya pembacaan cinta yang menyeluruh. Apalagi menonjolkan dimensi psikologis tentang cinta, di samping itu, pembacaan buku ini sangat bagus dan apik dalam pembagian klutser cinta. Lagi-lagi cinta kemudian tidak hanya menjadi hal abstrak yang tak bisa dicicipi “keilmiahannya”, lebih daripada itu, buku ini sangat sukses, membidik cinta dari sudut pandang yang berbeda, psikologi ilmiah! Hal ini, tentu memperkaya referensi ilmiah tentang cinta, di antara literatur lain yang berserak dan memperbincangkan cinta.

Akan tetapi, jika kemudian dilakukan pembacaan secara mendetail, terdapat beberapa catatan yang perlu diperhatikan terkait dengan buku ini, saya rasa penulis, kurang melakukan kombinasi dengan teori-teori cinta yang bermunculan sebelumnya. Sebut saja singgungan Plato dalam Simposium, atau beberapa teori cinta lainnya yang tentu akan lebih memperkaya dimensi ilmiah dalam buku ini, sehingga buku ini tidak hanya memuat kisah-kisah inspiratif saja, akan tetai sebuah kisah inspiratif yang tanpa sepeserpun menggeser dimensi ilmiahnya.

Akan tetapi, terlepas dari itu semua, jika meminjam kata-kata Rumi yang juga dikutip oleh Sinta Yudisia dalam bukunya ini, bahwa “Inilah cinta: terbang menuju langit rahasia, penyebab ratusan tabir tersingkap tiap waktu” bahwa menguak misteri cinta tetap merupakan hal yang tidak ada habisnya dan tidak ada titik jenuhnya. Dan rahasia cinta akan terkuak sedikit demi sedikit, walaupun kemudian ternyata di titik lain, misterinya justru makin menarik untuk digali ulang.

Judul Buku   : Kitab Cinta dan Patah Hati
Penulis          : Sinta Yudisia
Penerbit        : Indiva
Cetakan         : I, Juni 2013
Tebal              : 381 halaman
ISBN              : 978-602-8277-99-0
Harga Buku  : Rp 34.000,00

*Peresensi Vita Agustina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *