TANAMKAN PENDIDIKAN AGAMA SEJAK DALAM KANDUNGAN

Sumber Gambar: Pixabay

 

Oleh: Khairul Anam 

Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Pendidikan adalah sebuah proses yang sangat panjang, mulai dari mengajarkan teori, praktik, dan akhirnya tercipta suatu produk yang disebut hasil. Hal utama yang paling diharapkan dari proses pendidikan tidak lain adalah terciptanya perubahan dalam diri seseorang, dari yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Tidak bisa kita ungkiri, bahwa semua keilmuan yang ada dan terus dikembangkan saat ini perlu diajarkan pada orang-orang, agar orang-orang tersebut mampu mengenali potensi diri dan kemudian mengembangkannya. Tujuan akhirnya adalah terciptanya tatanan kehidupan masyarakat yang madani sehingga setiap individu dapat mengenyam kebahagiaan dalam sisa kehidupannya.

 

Untuk menunjang keberhasilan pendidikan tersebut perlu adanya pendidikan akhlak karena akhlak merupakan hal paling penting atau menjadi fondasi untuk kehidupan sehari-hari. Tidak ter bayangkan dampak yang terjadi apabila pendidikan akhlak tidak disisipkan dalam pendidikan sehari-hari, mungkin akan banyak orang pandai yang menggunakan kepandaiannya untuk kepentingan diri sendiri bahkan sampai menyengsarakan orang lain. Selain itu pentingnya peranan pendidikan dalam memajukan serta membentuk karakter generasi penerus bangsa, memang perlu ditekankan dan ditingkatkan. Segala upaya dari berbagai bidang dalam meningkatkan pendidikan agar menjadi pendidikan yang bermutu harus selalu mendapat perhatian dan dukungan. Organisasi-organisasi dan sistem pendidikan juga perlu ditingkat, baik dari segi kualitas dan kuantitas.

Terutama untuk orang tua. Orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka sebelum menjadi orang tua atau tepatnya sebelum menikah, lebih baik para orang tua meningkatkan atau menimba ilmu sebanyak-banyaknya guna bekal untuk membangun rumah tangga dan menjadi pendidik pertama yang berkualitas bagi anak-anaknya. Jadi sebenarnya bila ada perempuan yang bersekolah hingga ke jenjang perkuliahan, itu tidaklah salah. Memang perempuan akan kembali ke dapur, mengurus rumah. Memang itu kodratnya. Akan tetapi bila mengurus rumah, termasuk mengurus anak-anak dibekali dengan ilmu yang banyak, bukankah perempuan itu akan menciptakan generasi muda yang unggulan? Karena ilmunya ia turunkan pada anak-anaknya. Bayangkan saja bila perempuan tidak dibekali apa-apa, akan jadi apa anaknya nanti karena madrasah pertamanya saja sudah tidak mampu memberikan pengajaran yang baik.

 

Jangan pernah keliru mendidik anak. Sebab diibaratkan anak adalah lembaran kertas putih yang belum ter nodai apa pun. Bila kita sedikit saja salah menggoreskan jejak di kehidupannya, maka jejak itu tidak akan pernah hilang. Alangkah baiknya berhati-hati dalam memberikan pengetahuan pada anak sejak kecil. Karena itu akan membekas hingga dia besar nanti. Perlu adanya cara dan keahlian untuk mendidik anak dan alangkah baiknya lagi, para calon ibu-ibu yang sedang hamil menanamkan pendidikan kepada anaknya sejak anak masih dalam kandungan.

 

Seperti dalam buku ini. Buku yang sangat bagus dan cocok dibaca bagi calon pasangan pengantin atau bagi calon orang tua yang akan mempunyai anak, karena buku ini mengandung berbagai cara mendidik anak di tengah perkembangan teknologi era digital ini. Buku ini mengajarkan para pembacanya mendidik anak mulai dari anak sejak dalam kandungan hingga anak tumbuh dewasa, selain itu para pembaca juga diajak untuk memahami apa keinginan anak sehingga orang tua bisa menjadi sahabat atau teman curhat yang baik. Karena orang tua yang bijaksana tidak akan menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anaknya.

 

Saat mengandung, meski berat dan kepayahan, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk mulai menanamkan kebaikan kepada calon buah hati. Sering-seringlah membacakan Al-Qur’an padanya, mengajaknya bercerita, memanggil namanya, menjaga kondisi psikologis, mendoakan kebaikannya dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Iringi juga dengan memberikan makanan dan minuman halal dan thayib serta memperbanyak sedekah agar anaknya menjadi ahli sedekah nantinya. (halaman 15)

Bayangkan bila sejak dari kandungan saja kita sudah menanamkan pendidikan berupa ayat suci Al-Qur’an dan memberikan makanan, minuman yang halal, dan bersedekah, bukankah itu akan mempermudah kita dalam mendidik anak tersebut ketika sudah lahir karena sejak kandungan, anak itu sudah diperkenalkan, dibekali pendidikan yang baik. Semoga saja kita menjadi madrasah pertama terbaik bagi anak-anak kita dengan cara terus memberikan dan memperkenalkan anak-anak kita dengan hal-hal yang baik. (*)


MENJADI ORANG TUA BIJAKSANA


BELI DI SINI!

 

Judul Buku    : MENJADI ORANG TUA BIJAKSANA

Penulis            : Rimalia, Riawani Elyta, Risa Mutia

Penerbit          : Indiva Media Kreasi

Cetakan pertama, Maret 2020

Tebal              : 224 halaman; 13 x  19 cm

ISBN               : 978-602-495-291-4

 

Pengasuhan anak adalah bagian yang penting dari ajaran Islam yang mulia. Kehidupan yang semakin kompleks yang salah satunya merupakan dampak dari kemajuan teknologi telah membawa berbagai perubahan baik positif maupun negatif terhadap pola pengasuhan itu sendiri. Permasalahan pengasuhan yang timbul pun semakin kompleks.

Ditulis berdasarkan ilham pengasuhan dari Al Quran dan hadist, buku ini juga dibuat berdasarkan pengalaman penulis dalam berbagai seminar parenting baik online maupun offline, pengalaman pribadi dan pengamatan penulis terhadap permasalahan terbanyak yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan gaya bahasa ringan dan mengalir yang diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan terbanyak yang dihadapi para orang tua zaman now. Buku ini diharapkan hadir sebagai sahabat baik yang memberikan solusi jitu nan cerdas untuk berbagai persoalan tersebut. Insyaallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *