TERBIT JUNI, PECI & LINTANG

 

Ada yang kangen sama Lintang dan PECI? Gatal ingin tambah koleksi seri fiksi anak berkualitas ini? Tenang Sobat, karena penantian panjang kalian akan segera berakhir. Juni nanti Kak Lintang dan Dek PECI bakal hadir dengan 4 buku baru! Mau tahu bukunya apa aja. Yuk sini … kita cari tahu!


LINTANG


Amanah Terindah


Judul: Amanah Terindah Penulis: Radite Kurniawan

 

Novel ini merupakan pemenang naskah buku pengayaan Puskurbuk Kemendikbud 2013. Novel anak sarat hikmah ini menceritakan tentang Ahmad. Ahmad adalah seorang anak berumur empat belas tahun dari Desa Fior di Distrik Kokas, Kabupaten Fak-fak, Papua Barat. Satu di antara desa dengan komunitas muslim yang ada di Papua. Ia dan lima anak lainnya adalah murid mengaji di mushola al-Hikmah, dengan guru mengajinya yang bernama Ustadz Ali.

Suatu ketika, Ustadz Ali pergi ke Kaimana untuk mengantar saudaranya yang akan berhaji. Ahmad disuruh ustadz untuk menggantikan dirinya sementara mengajar mengaji teman-temannya. Serta diamanahi untuk menjaga Al-Qur’an terjemahan yang sangat berharga bagi Ustadz Ali.

Pada suatu hari, Al-Quran terjemahan itu hilang. Ahmad pusing tujuh keliling dibuatnya. Apakah Ahmad berhasil menemukan


Belajar Bijaksana, Yuk!


Judul     : Belajar Bijaksana, Yuk! Penulis : Zayyinah Shalihah

Cita-cita Ratu adalah menjadi Cinderella. Tapi, kata Bu Guru menjadi Cinderella bukanlah cita-cita. Cinderella hanya ada dalam dongeng. Cita-cita itu adalah harapan yang bisa diraih dan diwujudkan. Misalnya, pekerjaan, suatu saat menjadi polisi, pilot, dan lain-lain. Bisa juga keinginan seperti naik haji, keliling dunia, dan masih banyak lagi.

Saat Ratu bercerita pada Eyang, Eyang membenarkan pesan Bu Guru, “Cita-cita itu boleh setinggi-tingginya. Tapi harus sesuatu yang nyata dan jangan lupa berusaha agar cita-cita kita terwujud. Bercita-cita tidak boleh bagai pungguk merindukan bulan, artinya memiliki keinginan yang tak mungkin dapat tercapai.”

Nasihat bijak Eyang untuk Ratu disampaikan dengan elok melalui peribahasa. Nah teman-teman, bersama buku ini kalian bisa belajar makna beragam peribahasa melalui cerita. Ada banyak peribahasa bijak yang bisa kalian dapatkan. Apa saja peribahasanya? Yuk, cari tahu di sini!


PECI


Kerudung untuk Mama


Judul     : Kerudung untuk Mama
Penulis : Fayanna Ailisha Davianny, Talitha  Nathania, Afifah Marsyla Fadhilati, Ainun Mubin Misbah
Hesty Nurul Kusumaningtyas, Zahra Roidah Amalia Hasna, Kamila Fatimatuzzahro, Charisa Dwi Santika

“Wow, bagus sekali kerudung itu, cocok untuk Mama. Pasti Mama akan cantik sekali pakai kerudung tersebut. Tapi, aku nggak punya uang untuk membelinya. Hmm, aku, kan, bawa uang kas kelas. Apa aku pakai dulu, ya? Toh, nanti bisa aku ganti pakai uang jajan yang aku kumpulin setiap hari. Bu Rosa dan teman-teman nggak akan tahu kalau uangnya aku pakai dulu,” kata Alya dalam hati sambil memandang kerudung cantik tersebut.

Alya tahu itu tidak baik. Namun, dia ingin sekali membelikan kerudung baru untuk Mama.

Hmm, Alya jadi membeli kerudung itu apa tidak, ya? Kalau jadi beli, berarti dia sudah tidak menjadi anak yang jujur dan amanah. Jika tidak? Ah, bikin penasaran deh. Mending kamu langsung baca bukunya aja, ya! Selain cerpen Kerudung untuk Mama, masih ada 10 cerpen menarik lainnya lho. Selamat membaca!


Untuk Sejuta Harapan


Judul     : Untuk Sejuta Harapan
Penulis : Zahra Roidah Amalia Hasna, Firda Kholidah Az Zahroh, Zata Yumni Adania Tarisa Iskandar, Rasyiqa Annisa Thohira, Alexa Aleyda Lailia, Rubee Putri R., Fityan  Fadhlil Azim Tasya

“Teman-teman, kita harus bertemu dengan Bu Ninik sekarang juga!” ujarku dengan semangat berkobar-kobar.

            Teman-temanku mengangguk, bersedia mengikuti ajakanku.

            “Bu Ninik, kelas kami memiliki ide yang luar biasa,” ucapku sambil menampilkan senyum yang lebar. “Pertama, kami harus meminta kesediaan sekolah untuk membuat acara ini, Bu,” pintaku pelan.

            “Tunggu, Rizka. Ibu tetap tidak bisa menyetujui jika ini tentang pasar kelas kalian,” potong Bu Ninik.

            “Tapi, Bu, acara ini akan membuat harapan-harapan teman-teman saya dan sekolah ini terwujud,” yakinku sambil memegang erat tangan teman-temanku yang sedari tadi membisu di sampingku. “Acara ini pasti bisa merampungkan pembangunan masjid sekolah kita dengan cepat.”

Wah, apa yang sebenarnya terjadi, ya? Acara apa sih yang Rizka maksud? Buruan cari tahu jawabannya dalam kumpulan CERPEN PEMENANG LOMBA PECI 2017 ini! Karena, selain cerpen Untuk Sejuta Harapan, masih ada 9 cerpen menarik lainnya. Jadi, tunggu apa lagi?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *