Oleh: Thomas Utomo

Setiap anak lahir dengan kecenderungan baik. Tugas orang tua dan guru adalah memaksimalkannya lewat serangkaian kegiatan edukatif. Salah satu kegiatan edukatif berkualitas unggul adalah ekstrakurikuler Pramuka. Melalui ekstrakurikuler ini, anak ditempa dan diasah mental serta moralnya agar dapat berkembang maksimal, menjadi pribadi tangguh lahir-batin, mampu bekerja sama, dan berkontribusi positif bagi kemanusiaan.

Semangat penempaan dan pengasahan mental-moral inilah yang mengemuka kuat dalam novel Meringkus Dua Monster Hutan (MDMH).

Tokoh utama MDMH adalah tiga sahabat, yakni Budi, Dios, dan Voni. Bersama teman-teman sebaya dan para pelatih Pramuka, ketiga anak kelas lima SD Bina Patria ini berkemah di Hutan Wanagama. Pengalaman menantang mereka dapatkan saat tanpa sengaja menjumpai para pelaku pembalakan liar di tengah hutan.

Lewat tuturan cerita, pengarang MDMH berupaya menuntun pembaca anak-anak untuk menghayati nilai-nilai kebaikan berupa kemandirian (halaman 29-30), inisiatif (halaman 26, 47), pengendalian diri dari amarah (halaman 14-15, 19-21), melek literasi (halaman 42, 57, 60-62), gemar bekerja sama (37-41, 53-63, 75-76, 80-82, 84-88, 92-93), pandai memanfaatkan peluang secara positif (halaman 79-80, 91-93), semangat pantang menyerah meski dibelit keterbatasan (halaman 64-65, 95-97), penolong (halaman 81-82, 92-93), dan pemaaf (halaman 108-111).

Kendati mengandung nilai-nilai kebaikan, MDMH tidak luput dari dalil: tiada ada gading yang tak retak. Keretakan atau kekurangan yang dimaksud adalah; pertama, rumah Budi, Dios, dan Voni terletak tidak jauh dari sekolah. Tapi kenapa sepulang latihan Pramuka, mereka menempuh perjalanan sekolah-rumah selama lebih dari satu jam, padahal tidak mampir ke mana-mana? (halaman 17). Kedua, sikap Imam, remaja tanggung tetangga Budi, terbilang janggal. Dia rela menempuh perjalanan panjang, dari rumah menuju Hutan Wanagama, hanya untuk mengerjai Budi (halaman 60-62, 108-110). Namun, kekurangan yang ada, hanya buih. Tenggelam dalam kelebihan-kelebihan MDMH.

Meringkus Dua Monster Hutan

BELI DI SINI!

Judul          :    Meringkus Dua Monster Hutan

Pengarang  :    Hamdani M.W.

Cetakan      :    Pertama, Januari 2020

Tebal          :    120 halaman

ISBN          :    978-602-495-253-2

Harga         :   Rp 37.000

Trio Ranger terdiri dari tiga sahabat, yaitu Budi, Dios, dan Voni. Saat ini mereka berkemah di sebuah bukit bersama rombongan pramuka sekolah. Dalam acara kemah itu mereka membentuk Regu Bima untuk melakuakn penjelajahan di tengah hutan.

Saat menjelajah, setapak demi setapak mereka melangkah maju, sembari menyibak-nyibakkan ilalang dengan tongkat bambu di tangan. Namun, semakin lama suasana semakin gelap dan mencekam, hingga kemudian terdengar sayup-sayup suara mencurigakan.

Mereka merasa merinding.Tapi mau kembali sudah terlalu jauh. Apa lagi, jalan yang baru saja dilalui seolah lenyap.Rumput ilalang yang tadi disibak telah menutup kembali, menyebabkan mereka tak tahu arah. Akhirnya, tak ada pilihan lain bagi anak-anak itu kecuali terus maju untuk memastikan suara tersebut. Sampai kemudian, mereka terjebak di tangan monster hutan yang menakutkan. 

Berhasilkah regu Bima melepaskan diri dari cengkeraman monster itu? Simak ceritanya….

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *