judul gambar

Berdamai dengan Masa Lalu

  • by

Oleh Sam Edy Yuswanto*

Setiap orang saya yakin pernah memiliki masa lalu yang kurang bahkan tidak menyenangkan. Tak jarang, sebagian orang sampai tak bisa melupakan masa lalunya sehingga menjadi sebuah trauma mendalam dalam kehidupannya. Saya akui, masa lalu yang kelam memang sulit untuk dilupakan begitu saja. Jejaknya seolah akan terus membekas sampai kapan pun. Bila kita tidak pandai menyikapi masa lalu yang kelam, maka bisa menjadi penghambat masa depan kita.

“Berdamai dengan masa lalu” menjadi cara yang sangat ampuh agar kita tetap bisa melanjutkan hidup dengan penuh semangat dan bahagia. Berdamai di sini memiliki makna yang luas, bahwa setiap kejadian yang kita alami memang sudah menjadi garis takdir Tuhan yang harus kita lewati dengan legawa dan ikhlas. Justru masa lalu yang sulit dan kelam bisa menjadi sebuah pelajaran berharga di masa depan, agar kita lebih berhati-hati lagi dalam melangkah dan mengambil keputusan penting dalam hidup.

Ada satu kisah menarik yang bisa dijadikan bahan introspeksi dalam novel remaja berjudul “Mencari Jejak Caraka” karya Iir Hikma ini. Kisah tentang seorang anak remaja yang tengah berjuang melupakan masa lalunya yang kelam dan membuatnya terpuruk; tak semangat menjalani hidup. Dikisahkan, Caraka adalah seorang anak remaja yang mengalami broken home. Ia tak bisa merasakan ketenteraman dan kebahagiaan dalam rumah tangga kedua orangtuanya yang selalu bertengkar bahkan kerap melakukan kekerasan fisik.

Demi membela ibu, Caraka rela mendapat pukulan sang ayah. Hingga sebagian tubuhnya mengalami luka-luka parah. Tapi ia berusaha menutupi semua persoalan hidupnya kepada teman-teman sekolahnya. Caraka yang dulu adalah bocah ceria dan pintar di sekolah, kemudian berubah menjadi sosok pendiam dan tertutup. Di mata teman-temannya ia dinilai sebagai sosok dingin, angkuh, sombong, dan anti sosial. Maka tak heran bila teman-teman sekolahnya merasa enggan bergaul dengannya.

Orion adalah satu-satunya sahabat sejati Caraka yang selalu ada dalam kehidupannya. Bahkan, demi menyelamatkan dirinya, Orion sampai rela mengorbankan keselamatannya sendiri. Orion mengalami kecelakaan parah dan koma dalam waktu lama di sebuah rumah sakit. Kejadian tragis itu sontak membuat Caraka sangat terpukul dan didera perasaan bersalah yang sangat mendalam.

Satu-satunya cara bagi Caraka untuk menghibur dirinya sendiri ialah dengan melakukan perjalanan dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya. Selain untuk menyembuhkan luka masa lalunya, dengan traveling ia juga sedang berusaha mewujudkan impian Orion yang pernah berkeinginan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di negeri ini. Tak ayal, kebiasaan bepergiannya itu menyebabkan Caraka nekat membolos sekolah.  

Suatu hari, Hana, sang ketua kelas, mendapat tugas dari gurunya untuk mencari keberadaan Caraka yang tiba-tiba menghilang dan tak masuk sekolah dalam waktu lama. Terlebih ujian sekolah sudah semakin dekat. Sang guru hanya berusaha memastikan semua muridnya bisa mengikuti ujian tersebut. Hana bersama teman-temannya akhirnya membuat tim khusus untuk mencari keberadaan Caraka yang selain membolos juga telah kabur dari rumahnya.

Berbagai persoalan dan konflik pun dihadapi oleh Hana dalam misi pencarian Caraka. Namun di sisi lain, Hana semakin tersadar bahwa selama ini kelasnya kurang kompak dan ia akan berusaha mempererat hubungannya dengan teman-temannya. Karena sejatinya, semua teman-temannya itu ibarat sebuah keluarga yang mestinya saling bantu ketika ada salah satu anggota yang sedang memerlukan uluran pertolongan (hlm. 59).

Kisah yang dialami oleh Caraka dalam novel remaja ini cukup memikat dan meninggalkan sederet hikmah yang bisa dipetik oleh para pembaca. Di antara hikmah yang penting direnungi bersama ialah: bahwa setiap persoalan itu pasti ada jalan keluarnya. Justru dengan adanya persoalan hidup dapat mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bijaksana. Intinya, jangan pernah mencoba lari dari setiap persoalan yang ada. Lari dari persoalan justru hanya akan semakin memperparah masalah yang kita hadapi.

Hikmah lainnya yang bisa dipetik dalam buku ini perihal pentingnya menjaga keharmonisan dalam sebuah keluarga. Disadari atau tidak, yang namanya pertengkaran antara ayah dan ibu memiliki dampak buruk yang sangat besar bagi perkembangan psikis anak-anaknya. Caraka adalah salah satu contoh anak yang mengalami trauma mendalam, bahkan ia sampai membenci sang ayah yang kerap melakukan kekerasan fisik pada dirinya dan juga ibu kandungnya.

***

*Sam Edy Yuswanto, penulis lepas mukim di Kebumen.

Mencari Jejak Caraka

Judul Buku       : Mencari Jejak Caraka

Penulis             : Iir Hikma

Penerbit          : Indiva Media Kreasi

Cetakan           : I, November 2020

Tebal               : 216 halaman

ISBN                 : 978-623-253-015-7

Sinopsis : Pada hari ketiga Study Campus, Caraka—atau biasa dipanggil Raka, laki-laki paling pendiam di kelas Bahasa—tiba-tiba menghilang. Padahal jadwal yang padat, belum lagi simulasi membuat semua orang kelimpungan. Mengetahui ada yang tidak beres, Sensei (wali kelas Bahasa) memutuskan untuk membuat Tim Peka (Pencari Raka) untuk membawa Raka kembali sebelum ujian simulasi berlangsung. Tim Raka adalah anak-anak kompeten di kelas bahasa yang dipilih Sensei langsung untuk membantu Hana sang ketua kelas mencari Raka.

Alden, Farel, Nata, Indira, Hasna, dan Sia mulai mencari jejak Raka. Mereka yakin bolosnya Raka ada hubungannya saat menghilangnya Raka di Jogja. Apakah Hana dan kawan-kawan berhasil membawa Raka kembali sebelum ujian simulasi dilaksanakan? Simak kisahnya dalam novel remaja apik ini.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

judul gambar