INGENUE, SANG HEROINE LEMAH LEMBUT

Dalam karya fiksi, film, maupun drama teater kita mengenal banyak inventori karakter.  Ingénue adalah salah satunya. Karakter ingénue digambarkan sebagai sosok perempuan muda yang naif, jujur, feminim, sering kali tampak rapuh, dan tipikal gadis lurus. Dalam pembawaan, karakter ini merupakan karakter manis yang ‘ingin kalian lindungi’. Gravitasi tokoh dengan karakter ini terletak pada aura dependensi dan kepolosan.

Jenis karakter ingénue acap kali muncul dalam berbagai karya dan kehadirannya biasanya berdiri di atas plot atau subplot romantis. Kisah cinta tokoh ini biasanya klise, murni, dan manis.  Banyak karakter novel-novel terkenal masuk dalem kategori ingénue; Cosette dalam Les Miserables karya Victor Hugo, Natasha Rostova dalam War and Peace karya Leo Tolstoy, dan lain-lain.

Afifah Afra baru-baru ini merilis sebuah novel light reading berjudul Cinta Suci Adinda yang merupakan republish karya lama beliau. Sesuai dengan judulnya, novel ini mengisahkan kehidupan Adinda, perawat muda yang bekerja di rumah sakit jiwa. Sebelum meniti profesi sebagai perawat, Adinda pernah bekerja sebagai pembantu di rumah konglomerat bernama Brata Kusuma. Melalui pembiayaan dan perwalian Brata Kusuma lah Adinda berkesempatan mengenyam pendidikan yang layak, hingga ia dapat menyelesaikan sekolah keperawatannya.

Adinda, sang perawat muda menyayangi Brata Kusuma seperti ayahnya sendiri. Maka, tatkala sang mantan majikan divonis menderita skizofrenia, terbukalah baginya kesempatan untuk membalas jasa. Adinda pun bersedia merawat Brata Kusuma kendati keluarga sang mantan majikan justru menghalangi niat baiknya. Berbagai tuduhan dilayangkan.

Adalah Irham Prasetya, seorang dokter jiwa kenamaan yang bekerja di RSJ tempat Adinda bekerja. Pada Irham lah Adinda dengan putus asa meminta bantuan untuk menyembuhkan Brata Kusuma.  Irham yang awalnya enggan, akhirnya terluluhkan oleh permohonan Adinda. Bahkan akhirnya sisi emosional Irham terlibat lebih jauh. Perasaan Irham berkembang dari simpati ke lebih dari sekadar empati. Ada romansa yang bersemi di dadanya.

Fakta bahwa Afifa Afra memunculkan Adinda, heroine berkarakter ingénue, adalah hal menarik sekaligus tidak biasa. Sebab Afifah Afra ‘yang biasanya’ lekat dengan novel serius dan tokoh utama perempuan yang independen, berdaya, dan intelek. Sebutlah Everdeen Kareen Spinoza dan Sekar Prembayun dari tetralogi De Wints. Menjadi sebuah kejutan tersendiri kala di awal tahun 2018 ini, saat para pembaca menantikan buku keempat De Wints, Afifah Afra justru merevival novel ‘ringan’ Cinta Suci Adinda.

Akan tetapi, kendati cenderung nge-pop, Cinta Suci Adinda bukan karya ecek-ecek. Seperti biasa, Afifah Afra menyajikan formulasi apik dan penuh makna dalam novel ini. Ringan namun tetap berisi. Yang membuat novel ini kian menarik adalah bonusnya. Novel Cinta Suci Adinda dilengakpi dengan bonus novelet berjudul Oikos yang baru pertama kali dipublikasikan di media.  Oleh karenanya, Cinta Suci Adinda adalah rilisan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Tak akan butuh waktu lama untuk menuntaskan novel setebal lebih dari 300 halaman ini, sebab meski cukup tebal, kisah yang disajikan terlalu sweru untuk dijeda lama-lama. Kalian takkan sabar menanti ujung dari kisah Cinta Suci Adinda.


TEASER



INFO BUKU


 

Judul: Cinta Suci Adinda

Penulis: Afifah Afra

Harga: Rp 75.000,-

 

Adinda ditangkap polisi? Siapa yang bisa percaya kabar itu? Adinda perawat lugu dan berhati selembut sutera. Tak mungkin dia terlibat dalam kriminalitas. Apalagi, tuduhan yang dilayangkan padanya sungguh tak masuk akal: menculik Brata Kusuma, sang penderita skizofrenia yang tak lain adalah mantan majikannya.
Pria itu bagai mutiara bagi Adinda, selalu dirawat dan dijaga. Irham, dokter jiwa ternama itu menyaksikan dengan mata kepala sendiri, betapa besar pengorbanan Adinda untuk Brata Kusuma. Rasanya mustahil dia menjadi aktor di balik penculikan Brata Kusuma.
Irham memang tak percaya gadis selugu Adinda terlibat kasus pelanggaran hukum, namun di saat bersamaan, Irham mendapati hubungan yang janggal antara Adinda dan Brata Kusuma. Ya, sebuah interaksi aneh. Tak lagi sekadar hubungan pasien dan perawatnya.
Dokter Irhamudin Prasetya semakin terbebat ketidakmengertian. Bukan sekadar karena kelit kelindan kehidupan yang kian sulit dicerna, namun juga dirinya yang akhirnya menyadari, bahwa daya tarik Adinda telah membuatnya pria terhormat seperti dirinya, justru jatuh pada gadis sederhana yang jauh dari standar idealnya.
Cinta Suci Adinda merupakan novel yang bertutur tentang loyalitas, totalitas dan kesederhanaan yang menawan dari seorang perawat bernama Adinda.
Selain Cinta Suci Adinda, sebuah novelet cantik berjudul “Oikos” pun dipersembahkan Afifah Afra dalam buku ini. Sebuan novelet dengan latar belakang peristiwa kebakaran hutan di Sumatera beberapa waktu silam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *