AISYAH BADRES: KETIKA SANTRI MENGINSPIRASI

sH-Catatan Harian Anak Pesantren

Alhamdulillah, segala pujian hanya milik Allah Ta’ala. Dia-lah yang memberikan segala nikmat, karunia dan hidayah-Nya kepada kita hingga detik saat ini di mana kita masih dapat bernafas bebas. Kita memuji Allah untuk memohon pertolongan dan ampunan dari-Nya, berlindung kepada-Nya dari segala keburukan jiwa, harta dan amal. Shalawat serta salam selalu tercurah pada Nabi yang kita bersaksi tiada lagi setelahnya, Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. Kepada keluarga, sahabat dan yang mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.

Dalam  hidup ini, ada banyak sekali kisah bermakna dan berharga yang membawa kita pada kekayaan nonmateri jika kita mau menikmati dan menyaksikan hikmah di dalamnya. Satu dari kisah kehidupan tersebut adalah kisah para santri di pesantren.

Tak banyak yang menyadari bahwa kisah para santri dapat dijadikan suntikan inspirasi untuk membangun motivasi dan benih baru untuk mengajak pada kebaikan dan menjadi lebih baik. Para santri sendiri terkadang tak bisa larut dalam nikmatnya mengemban ilmu di penjara suci atau merasakan indahnya perwakilan hari yang tercipta jauh dari keluarga.

Buku ini menceritakan berbagai kisah yang didapat penulis dari rekan-rekan santri. Pengalaman yang tak banyak dapat saya rasakan sendiri. Penulis sendiri bukanlah seorang santri maupun mantan santri atau bahkan lulusan pesantren. Saya hanya seorang biasa yang tertarik pada kehidupan para santri yang begitu menginspirasi.

Dalam buku ini, penulis mencoba untuk mengajak para santri sadar dalam menikmati- mencintai hari-harinya di pesantren dan selepas darinya. Mengajak untuk ikut menuliskan penggalan kisah mereka yang bisa saja menginspirasi diri sendiri minimal saat bernostalgia. Buku harian yang dapat menjadi teman bagi santri dalam bertahan hidup di pesantren.

Saya juga membingkai beberapa kisah menarik seputar pesantren yang dapat dijadikan pelajaran dan diambil kebaikannya oleh sahabat semua. Menyuguhkan hidangan berbahan cinta, hikmah, pesan, motivasi, inspirasi, rasa, dan cerita.

Buku ini juga merupakan satu jendela masyarakat untuk melihat dan mengetahui kehidupan pesantren beserta cerita-cerita di balik layar santri.

Semoga Catatan Harian Anak Pesantren, buku sederhana yang ini, dapat bermanfaat dan berbuah kebaikan. Segala salah yang ada di dalamnya merupakan ketidaksengajaan dan keluputan yang tentu telah menjadi bagian dari ketidaksempurnaan saya.

Salam,

 

Aisyah Badres


aisya

Aisyah Badres, lahir di Solo 20 November 1996 silam. Gadis berkacamata yang merupakan anak perempuan satu-satunya dari 6 bersaudara ini adalah mahasiswi Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin (STIM) Ngruki, Surakarta. Saat ini, dia tengah menempuh semester 5 Pendidikan Bahasa Arab.

‘Buku Harian Anak Pesantren’ ini merupakan buku pertamanya. Kegiatan menulis sudah Aisyah mulai sejak bangku SMP. dia sering menulis untuk majalah sekolah namun hanya beberapa yang bisa dimuat. Hal itu tak lantas membuatnya menyerah. Saat SMA yang dia tempuh di Madrasah Aliyah, dia mengikuti organisasi jurnalistik di sekolahnya. Mulai dari menjadi anggota, bendahara hingga terakhir menjadi ketua redaksi untuk majalah sekolah ‘IQOMAH’ menjadi pengalaman berharga miliknya.

Kesukaannya terhadap menulis tak banyak diketahui orang di sekitarnya.  Setelahnya Aisyah lulus dari bangku Sekolahpun, kegiatan menulisnya dia lanjutkan pada blog pribadi miliknya dan sosial media populer. Keingiannya untuk menerbitkan buku merupakan salah satu mimpi besarnya. Mimpi yang sudah ditanam sejak sekolah.

Saat ini Aisyah juga aktif sebagai guru TK salah satu sekolah Islam terpadu di Sukoharjo. Selain mengajar dan kuliah, waktu yang dimiliki Aisyah juga dia gunakan untuk mengajar privat dan membaca. Membaca yang menjadi temannya menikmati cappucino kesukaannya. Membaca untuk memperoleh inspirasi. Inspirasi untuk menulis. Menulis untuk ber-amr ma’ruf nahi munkar.

Semoga dengan terbitnya buku ini dapat menjadikannya lebih semangat dalam menyebarkan ilmu dan berdakwah lewat tulisan serta menjadikannya istiqamah dalam menulis. Aamiin.

Bagi Sahabat yang ingin berbagi, diskusi, memberi kritik dan saran atau sekadar ingin menjalin silaturahim, silakan bergabung dengan penulis di email aichapucino@gmail.comatau Twitter @aichapucino.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *