AJAK ANAK BELAJAR BERSIKAP HATI-HATI

Sumber Gambar: Pixabay

Oleh: Ratnani Latifah*

Untuk mencetak generasi  tangguh dan berakhlak mulia, maka sudah sepatutnya orang tua  ikut berperan serta dalam mulai mengenalkan pendidikan karakter anak sedini mungkin. Di mana salah satunya bisa melalui media cerita. Apalagi saat ini banyak buku-buku genre anak yang selain menawarkan cerita menarik, buku tersebut juga banyak memberikan nilai-nilai pendidikan juga moral.

Luki, Jangan Ceroboh Lagi, merupakan salah satu buku  yang menarik untuk dibacakan kepada anak. Menawarkan cerita yang tidak jauh dari keseharian anak, membuat novel ini tidak membosankan. Sebaliknya cerita ini sangat seru dan akan membuat kita mendapat banyak pembelajaran. Apalagi buku ini diceritakan dengan gaya bahasa yang sederhana dan tidak menggurui.

Memiliki nama  Luckita Dewi yang artinya  dewi keberuntungan, ternyata tidak serta-merta membuat kehidupan Luki selalu beruntung. Sebaliknyua ia malah lebih sering mendapat kesialan. Dan itu tidak hanya sekali dua kali terjadi, tetapi terus berulang berkali-kali. Pernah suatu kali, karena terlambat bangun pagi, Luki telat sekolah bahkan salah masuk kelas. Belum selesai ketidakberuntungan yang diterima Luki. Hari itu ia juga harus mendapat hukuman karena salah mengerjakan pekerjaan rumah.

Ketidakberuntungan Luki ternyata tidak berhenti sampai di sana saja. Di lain hari ia pernah salah mengantarkan pesanan kue kepada pelanggan ibunya. Luki juga pernah hampir kehilangan uang kas kelas untuk belanja.  Karena kebiasaan Luki inilah, Binta, salah satu sahabatnya, menganggap kalau kesialan yang terjadi terus-menurus itu berhubungan dengan nama Luki.

“Menurut primbon ini, namamu Luckita Dewi terlalu berat. Karena itu, kamu sering kena masalah. Pokoknya,kalau namamu nggak diganti, kamu bakal sial terus. Orang-orang di sekitarmu juga bakalan ikut sial.  (hal 51).

Apa yang diucapkan Binta tentu saja langsung membuat teman-temannya geger. Mereka jadi  mempercayai bahwa Luki itu membawa sial. Sehingga banyak teman-temannya yang kemudian menjauhi Luki. Mereka takut tertular kesialan itu. Di sisi lain, Luki tentu saja marah. Ia tidak terima dengan perkataan Binta. Karena ia yakin nama pemberian orang tua nya memiliki arti yang baik. Hingga akhirnya Binta dan Luki bertengkar, saling mendiamkan.

Karena ramalan yang diucapkan Binta pula, Luki hampir tidak mendapat kesempatan untuk mengikuti lomba festival sekolah.  “Kalau Luki benar-benar pembawa sial, aku juga nggak mau lah dekat-dekat. Untung ya, semua sepakat agar dia tidak usah ikut lomba. Coba kalau aku sampai satu regu dengannya, tahu deh..,” (hal 65).

Luki yang tanpa sengaja mendengar percakapan dua temannya—Ayu Via, merasa sangat  sedih. Padahal selama ini ia sudah berusaha sebaik mungkin mengurangi sifatnya yang memang agak ceroboh dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Tapi sepertinya semua temannya sudah terpengaruh dengan ucapan Binta. Namun bernarkah semua ketidakberuntungan Luki berhubungan dengan namanya? Atau ada alasan tersendiri kenapa Luki sering tidak fokus dan selalu melakukan kesalahan? Selengkapnya bisa kita baca di dalam buku ini. Karena penulis telah menyiapkan kejutan yang tidak terduga juga cara penyelesaikan masalah khas anak-anak dengan apik.

Membaca buku ini banyak pembelajaran yang bisa kita peroleh.  Salah satunya kita diajak belajar untuk  bersikap hati-hati. Karena ketidakhati-hatian atau kecerobohan hanya akan mendatangkan banyak masalah baik diri sendiri juga orang lain. “Kecerobohan hanya akan mendatangkan masalah untuk kita dan orang-orang di sekitar kita.” (hal 30).

Tidak hanya itu melalui buku ini kita juga belajar tentang persahabatan, jangan terlalu percaya dengan ramalan atau primbon, cara mengatasi masalah dan kemarahan, serta berani mencoba, memiliki tekad kuat dan berusaha untuk melakukan yang terbaik. “Tekad yang kuat merupakan awal yang baik untuk suatu perubahan ke arah yang lebih baik.” (hal 106).

Srobyong, 22 Februari 2020

 

*Alumnus Unisnu Jepara. Bisa dihubungi di akun FB Ratna Hana Matsura.


LUKI, JANGAN CEROBOH LAGI


Judul               : LUKI, JANGAN CEROBOH LAGI

Penulis             : Fajriatun Nur

Penerbit           : Lintang, Indiva Media Kreasi

Cetakan           : Pertama, Januari 2020

Tebal               : 144 halaman

ISBN               : 978-602-495-136-8

 

Namanya memang Luckita Dewi yang artinya dewi keberutungan. Tapi anehnya, Luki justru selalu mendapat kesialan. Luki pernah salah masuk kelas, pernah kehilangan dompet yang dipegangnya, dan dia juga pernah salah mengirim pesanan kue.  Sepertinya tiada hari tanpa kesialan bagi Luki.

Sampai-sampai Binta, salah satu sahabat Luki, curiga semua kesialan Luki berhubungan dengan namanya. Katanya nama Luki terlalu berat dan harus diganti. Gara-gara itu keduanya sampai bertengkar, lho. Tapi, benarkah kesialan Luki selama ini gara-gara namanya? Atau ada hal yang lain? Nah, yuk, ikuti kisah Luki dan teman-temannya di buku ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *