FIKSI ANAK UNGGULAN INDIVA

Buku-buku fiksi dari serial Lintang dan PECI telah menemani ruang baca anak-anak Indonesia lebih dari lima tahun. Dari rentang waktu tersebut, berbagai masukan baik itu kritik maupun saran kami terima. Alhamdulillah kami juga memperoleh apresiasi dari berbagai pihak. Tidak sedikit serial fiksi dari Lintang dan PECi diganjar penghargaan baik daerah maupun nasional.

Berikut buku-buku fiksi anak unggulan Indiva.


ZIA ANAK HEBAT


Zia memergoki mamanya menangis. Zia kaget. Ada apa dengan Mama? Nggak cuma sekali saja, tapi Zia sering melihat mata mamanya sembab seperti habis menangis. Nggak biasanya Mama yang tegar itu menangis. Mama juga jadi gampang marah. Trus dikit-dikit menjawab SMS atau telepon dengan wajah tegang.

Nggak hanya itu. Papa yang punya usaha jual beli rumah dan properti itu juga jarang pulang. Sekalinya pulang, pasti larut malam. Lalu, suatu hari mobil di rumah Zia dijual. Yang bikin Zia tambah bingung, Papa nggak ada kabar. Papa pergi begitu saja. Bi Akah, pembantu di rumah Zia, juga berhenti bekerja secara mendadak. Dan yang paling bikin Zia sedih, rumah mewah mereka disita oleh bank!

Zia bingung. Bagaimana dengan teman-teman Zia di sekolah? Zia takut teman-temannya akan menjauhi Zia karena sekarang Zia jadi anak miskin. Gimana caranya nanti dia datang ke kemping di vila barunya Ola? Teman-teman, kan, tahunya Zia punya mobil. Apa Zia menyewa mobil saja, ya, biar teman-teman mengira kalau Zia masih punya mobil? Trus nanti kalau teman-teman minta main ke rumah Zia gimana? Kan, rumah mewahnya udah dijual. Sekarang, Zia bersama Mama dan dua adiknya mengontrak di rumah kecil. Aaahhh…rumit!

Teman-Teman, kalian penasaran, kan, dengan kisah Zia? Apa, ya, yang dilakukan oleh Zia bersama Mama dan dua adiknya? Berakhir sedihkah kisah Zia ini?


UNTUK SEJUTA HARAPAN


“Teman-teman, kita harus bertemu dengan Bu Ninik sekarang juga!” ujarku dengan semangat berkobar-kobar.

            Teman-temanku mengangguk, bersedia mengikuti ajakanku.

            “Bu Ninik, kelas kami memiliki ide yang luar biasa,” ucapku sambil menampilkan senyum yang lebar. “Pertama, kami harus meminta kesediaan sekolah untuk membuat acara ini, Bu,” pintaku pelan.

            “Tunggu, Rizka. Ibu tetap tidak bisa menyetujui jika ini tentang pasar kelas kalian,” potong Bu Ninik.

            “Tapi, Bu, acara ini akan membuat harapan-harapan teman-teman saya dan sekolah ini terwujud,” yakinku sambil memegang erat tangan teman-temanku yang sedari tadi membisu di sampingku. “Acara ini pasti bisa merampungkan pembangunan masjid sekolah kita dengan cepat.”

Wah, apa yang sebenarnya terjadi, ya? Acara apa sih yang Rizka maksud? Buruan cari tahu jawabannya dalam kumpulan CERPEN PEMENANG LOMBA PECI 2017 ini! Karena, selain cerpen Untuk Sejuta Harapan, masih ada 9 cerpen menarik lainnya. Jadi, tunggu apa lagi?


SENANGNYA MENGHAFAL AL QURAN


 

Ummi menawariku (Kinan) dan kakakku, yang bemama Kak Fatih untuk mengikuti kegiatan PSA (Pesantren Sabtu Ahad). Kami merasa enggan untuk mengikuti kegiatan PSA tersebut karena beban pelajaran di sekolah sudah berat. Kami sekolah di SDIT populer di kotaku.

Lagian, kalau ikut PSA, kapan kami jalan-jalannya? Kapan kami mainnya? Aku mencoba membela diri.

Tetapi. Ummi tetap berusaha membujuk kami agar mau ikut kegiatan PSA. Ummi ingin anak-anaknya menjadi penghafal Al-Quran dan tentunya menjadi anak yang shalih dan shalihah.

Hmm, kira-kira Kinan dan Kak Fatih patuh pada permintaan umminya apa tidak, ya, teman? Penasaran bukan? Temukan jawabannya dalam novel ini. Novel ini berbahasa ringan dan disampaikan dengan gaya khas anak-anak karena ditulis oleh anak seumuran kalian. Dalam buku ini juga ada tips-tips menghafal Al-Quran-nya juga Iho. Wah, komplet deh. Jadi, tunggu apalagi? Ayo, buruan baca buku ini!


SALMAN DETEKTIF CILIK


Salman adalah anak penjual bakso. Ia berambut jabrik dan suka memakai baju hijau. Kalian tahu kenapa? Karena kulitnya yang cokelat tampak serasi dengan baju hijau. Suatu hari, saat ia dan ibunya hendak membeli daging sapi untuk membuat bakso, ternyata ada orang kaya yang memborong semua daging di pasar. Ternyata, orang kaya itu adalah tetangga barunya. Ia memiliki anak, Archie, si anak tampan namun sombongnya setengah mati. Sebalnya, setelah Archie datang, semua teman-teman Salman mendekat ke Archie, dan tak ada yang mau berteman dengan Salman.
Tentu saja Salman marah luar biasa. Namun, apakah ia tetap dalam kemarahan, meskipun kemudian ia mendapatkan Archie diculik?

 


REISHA SI PENGUSAHA CILIK


Reisha tiba-tiba minta dibuatkan puding cokelat ke mamanya. Di luar perkiraan, puding itu ternyata dijual kepada teman-temannya di kelas. Ternyata, puding itu laku keras. Teman-temannya suka banget dengan puding itu. Reisha pun akhirnya menjadi pengusaha cilik di sekolahnya, berjualan puding-puding lezat.

Tetapi, ada seorang anak yang tak senang melihat Reisha sukses berwirausaha. Agil namanya. Agil mengancam anak-anak yang membeli puding Reisha. Untuk menyaingi, Agil juga berjualan barang-barang lain seperti mainan.

Naaah, aksi mereka, ternyata diketahui oleh pak guru. Terus, apa ya, yang akan dilakukan oleh Pak Guru? Hm… cerita yang sangat seru. Selain menghibur, juga akan membuat kamu merasa lebih bersemangat untuk berwirausaha.


PESAN RAHASIA DARI HUTAN RIMBA


Zen berdiri sambil melempar senyum manis kepada ketiga anak rimba itu. Senyuman adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh siapa pun di dunia ini. Bahasa persaudaraan.

“Namaku Zen dari Jakarta.” seru Zen memperkenalkan diri.
“Kami mohon izin untuk menginap di sini.”
“Jakarta?” ucap ketiga anak rimba seketika. Ketiganya saling berpandangan.

“Jakarta,” ulang ketiganya. Lalu berlari pergi.

Mereka menerobos masuk ke dalam hutan. Melintasi jalan setapak, menuju arah bukit.

Zen, Ahmad, dan Ruli tercekat. Apa yang salah? Mengapa mereka malah berlari?

Wah, apa yang terjadi dengan Zen dan teman-temannya, ya?
Sepertinya mereka tersesat di hutan. Dan … mereka bertemu dengan anak rimba? Apakah mereka akan berhasil keluar dari hutan? Apa yang akan dilakukan anak-anak rimba itu terhadap Zen dan teman-temannya? Segera temukanjawabannya dalam buku ini!


MERAPI TAK PERNAH INGKAR JANJI


“Kisah luar biasa! Ada ikatan batin yang tidak semua orang mampu merasakannya, antara manusia, alam semesta, dan Allah Sang Pencipta. Bagaimana menyikapi bencana alam yang setiap saat selalu mengintai. Bagaimana menyikapi roda kehidupan yang rumit. Semua dibalut dalam kisah yang cantik dari kacamata anak-anak yang polos, riang, serta jujur! Jadi pengen kenalan ama penulisnya, sang Juara PECI 2016.”(Sherina Salsabila, Penulis Produktif, Tokoh Anak dan Remaja, Penerima Penghargaan Kebudayaan 2015 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia)

“Akan ada pelangi setelah badai. Pesan yang disampaikan Merapi Tak Pernah Ingkar Janji menjadikan kisah ini begitu menarik.”(Laksita Judith T, Penulis 30 Novel dan Antologi, Pemenang Juara I Lomba Menulis Cerpen PECI 2015)

“Membaca novel ini serasa mengalami sendiri bencana erupsi Merapi yang terjadi tahun 2010. Baru membaca kalimat awal saja sudah terbayang kengeriannya. Namun, Ranti seperti halnya penduduk Merapi lainnya mengambil sisi positifnya, walaupun sangat berat. Novel ini berhasil membuat saya panas dingin.” (Shofa Salsabila, Alumni PECI, Penulis trilogi “Serunya di Pesantren”)


GARA-GARA HOAX


 

Malam itu, Dhila mengecek notifikasi Whatsapp-nya. Ada sebuah pesan dari nomor tak dikenal. Ia membaca pesan yang agak panjang itu sampai habis. Di bagian akhir pesan tertulis….

Kirimkan pesan ini ke 15 kontak dan 5 grupmu dan kamu akan mendapat surprise besar di depan pintu rumahmu 2 jam kemudian….

Gara-gara pesan itu, Dhila jadi galau. Apakah baiknya disebar atau dibiarkan? Wah, jadi penasaran, apa ya isinya? Apakah benar atau jangan-jangan hanya berita bohong belaka? Cari tahu di buku ini. Selain Gara-Gara Hoax, ada juga tujuh cerpen superkeren Pemenang Lomba PECI 2018. Happy reading, happy learning!


JANJI  1000 BAKAU


Janji 1000 Bakau berisikan 10 cerpen pemenang Lomba Menulis Cerpen PECI 2015. Judul Janji 1000 Bakau diambil dari cerpen juara 1 lomba.

Janji 1000 Bakau bercerita tentang seorang anak yang tinggal di Kampung Nelayan. Isna namanya. Dia sedih karena teman-temannya mulai habis. Teman-temannya banyak yang keluar dari kampung. Lapangan pekerjaan di Kampung Nelayan, yang sebagian besar nelayan sudah menipis. Banyak yang keluar kampung untuk mencari pekerjaan lain. Mereka keluar kampung dengan membawa keluarganya.

Jumlah tangkapan ikan semakin sedikit. Dikarenakan lingkungan mulai tercemar oleh sampah dan pohon bakau mulai habis. Banyak orang luar yang masuk ke kampung dan menebangi hutan bakau. Kayu-kayu hasil penebangan mereka bawa keluar kampung.

Isna sedih melihatnya. Dia tak hanya kehilangan teman, tetapi juga kehilangan kelestarian lingkungan. Dia teringat dengan janjinya bersama temannya bahwa dia akan membeli bibit bakau untuk ditanam kembali di Kampung Nelayan.

Isna pun mempunyai ide. Karena tidak mungkin ia membeli bakau dengan uang saku sekolahnya yang pas-pasan, maka ia inisiatif mencari uang dengan cara lain. Ia akan mengamen, tetapi hanya mau dibayar dengan sampah berupa botol bekas. Sampah itu kemudian akan dijual ke pengepul.

Suatu hari, Isna mengamen di sebuah taman di kota. Di sana ada seorang kakek tua. Kakek tua itu berniat memberi uang, tapi Isna menolak. Ia hanya mau dibayar dengan sampah. Kakek tua itu pun mengajak Isna ke rumahnya. Isna dapati banyak botol plastik di rumah kakek. Isna senang sekali.

Kakek bertanya mengapa dia hanya mau dibayar dengan sampah? Isna pun menjelaskan soal janjinya bahwa ia ingin membeli bikit bakau. Isna kembali ke kampungnya dengan hati riang.

Selang beberapa hari, Isna dan seisi kampung dibuat kaget. Ada banyak perahu menepi. Perahu-perahu itu berisi bibit bakau. Salah satu orang yang di dalam perahu mancari Isna. Setelah bertemu Isna, ia pun menyerahkan sepucuk surat. Ternyata itu surat dari kakek yang beberapa waktu lalu memberinya banyak sampah botol. Kakek itu ingin terharu dengan janji Isna. Maka hati kakek tergerak untuk mewujudkannya.


ASYIKNYA DI PESANTREN 


Mengulang kesuksesan Serunya di Pesantren, Fira dan teman-teman kembali hadir untuk menemani sahabat. Fira sekarang sudah kelas delapan lho sahabat. Jadi, sekarang Fira sudah menjadi kakak tingkat dan mempunyai adik tingkat. Tambah seru lagi dengan kehadiran Irin, si adik tingkat yang ternyata nge-fans habis sama Fira. Bukan hanya karena Fira baik hati, tetapi juga karena Fira berprestasi. Mau tahu apa prestasinya?

Kehadiran Ike, Ifka, dan Rina akan menambah semarak Asyiknya di Pesantren. Fira dan para sahabatnya itu akan mengisahkan bahwa tinggal di pesantren itu sangat menyenangkan. Kita bisa belajar agama, belajar mandiri, bersahabat, dan juga berpetualangan seru lainnya! Tak hanya itu, kisah persahabatan empat sekawan ini bakal bikin hari-harimu tambah ceria!

Gak percaya? Coba deh baca buku keren ini! Berani baca?!


AMANAH TERINDAH


Novel ini merupakan pemenang naskah buku pengayaan Puskurbuk Kemendikbud 2013. Novel anak sarat hikmah ini menceritakan tentang Ahmad. Ahmad adalah seorang anak berumur empat belas tahun dari Desa Fior di Distrik Kokas, Kabupaten Fak-fak, Papua Barat. Satu di antara desa dengan komunitas muslim yang ada di Papua. Ia dan lima anak lainnya adalah murid mengaji di mushola al-Hikmah, dengan guru mengajinya yang bernama Ustadz Ali.
Suatu ketika, Ustadz Ali pergi ke Kaimana untuk mengantar saudaranya yang akan berhaji. Ahmad disuruh ustadz untuk menggantikan dirinya sementara mengajar mengaji teman-temannya. Serta diamanahi untuk menjaga Al-Qur’an terjemahan yang sangat berharga bagi Ustadz Ali.

Pada suatu hari, Al-Quran terjemahan itu hilang. Ahmad pusing tujuh keliling dibuatnya. Apakah Ahmad berhasil menemukan kembali Al-Quran tersebut? Segera temukan jawabannya dalam buku ini, ya!


AKU SAYANG BUNDA


“Eh kamu tidak tahu, ya?” Wati tiduran di atas tempat tidur Nayla. “Kalau ibu tiri itu hi . .. galak sekali. Suka mukul, suka marah-marah.”

“Memangnya siapa yang punya ibu tiri?” Nayla ikut tiduran di samping Wati.

Wati memandangi Nayla. “Jadinya kamu tidak tahu, ya?”

Nayla menggeleng.

“Ayah kamu itu ayah betulan. Tapi Tante Aida itu bukan bunda betulan.”

Nayla masih juga tidak mengerti.

“Bunda betulan itu bunda …,” Wati menggaruk kepalanya.

“Bundaku Bunda betulan kok …,” bantah Nayla.

“Bukan,” Wati menggeleng. “Kamu punya Bunda betulan. Aku tahu kok…eh…,” Wati kali ini menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

Tentu saja Nayla terkejut dan sedih dengan cerita dari Wati, sepupunya, kalau Nayla punya bunda yang lain selain Bunda yang ada di rumahnya. Kata Wati lagi, Bunda Aida itu bukan bunda betulan Nayla.

Nayla jadi tidak mengerti. Lalu siapa bunda betulan Nayla?


JANGAN MENYERAH ADIBA


“Aku kalah,” Adiba berkata pelan dan tanpa semangat kepada Ummi, yang menyapanya saat sampai di depan pintu rumah.

 “Adiba gagal, Ummi. Adiba enggak pantas jadi penulis. Adiba hanya berangan-angan saja. Adiba … hiks hiks,” Adiba sudah tidak dapat lagi menahan rasa sedih yang menggelayuti hatinya yang sudah ditahan-tahannya dari sekolah tadi.

Sejak kekalahan itu, Adiba menjadi sangat pendiam. Ummi, Abi, dan Attar sudah berusaha membujuknya. Namun, kekecewaan itu membuatnya jadi sakit. Karena memikirkan terus menerus tentang lomba itu, Adiba jadi demam.

Wah, Adiba sepertinya benar-benar putus asa, ya, teman? Apakah cita-cita Adiba akan pupus begitu saja? Hmm, apakah kalian penasaran dengan kelanjutan cerita novel terbaru karya Sherina Salsabila ini? Yuk, segera temukan jawabannya!


PETUALANGAN KE TIGA NEGARA


Apa jadinya kalau anak-anak SD melakukan petualangan ke tiga negara? Pasti tidak cuma seru dan mengasyikkan, ya. Tapi juga menantang dan bikin deg-degan.

Itulah yang dialami Nara, sahabat kita. Bersama lima belas temannya, dia bertualang ke Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Berbagai pengalaman menarik dia dapatkan, seperti menonton Wings of Time di Pulau Sentosa, Singapura, menyusuri Sungai Melaka, belajar di sekolah-sekolah Malaysia, atau mendatangi Magic Eye 3D Museum di Thailand.

Tidak cuma itu. Ada juga kejadian-kejadian mendebarkan. Mulai dari ditahan di Bandara Changi, Singapura karena dicurigai sebagai penjahat, bertanding futsal di Seremban, Malaysia, dan sebagainya lagi.

Penasaran? Jelajahi cerita petualangan selengkapnya di buku ini. Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *