JALAN-JALAN SERU KE NEGERI MANCA

Sumber gambar: Pixabay

Oleh: Harjuno Prabuningrat

Tidak banyak atau malah mungkin tidak ada novel anak di Indonesia yang menuturkan kisah petualangan ke sejumlah negara. Dalam kelangkaan itu, tersebutlah novel anak bertajuk Petualangan ke Tiga Negara.

Novel yang didasarkan pengalaman nyata lima belas anak dan tiga guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SD UMP) saat melawat ke Singapura, Malaysia, Thailand selama sepuluh hari ini, memuat dua puluh satu bab. Tiga bab pertama memaparkan kisah perjalanan di Negeri Tanpa Gunung, Singapura. Lima belas bab berikutnya menguraikan perjalanan selama di Negeri Jiran, Malaysia. Sementara bab tersisa menggambarkan penjelajahan di Negeri Gajah Putih, Thailand.

Ada alasan mengapa jumlah bab yang menguraikan perjalanan di Malaysia lebih banyak daripada bab yang melukiskan perjalanan di Singapura dan Thailand. Sebab, dalam faktanya memang waktu berpusimg-pusing di Malaysia lebih lama ketimbang di dua negara lain. Di negeri ini pula, selain mendatangi banyak obyek wisata edukatif, rombongan berkesempatan belajar selama sekian waktu di Sekolah Kebangsaan Saint Paul, Matrix Global School, dan Sekolah Kebangsaan Syekh Hussein Al Marbawi.

Banyak informasi menarik yang dapat diperoleh dari novel yang dieditori Muridatun Ni’mah ini. Misalnya, fakta bahwa Singapura tidak punya gunung, sehingga kebutuhan air orang senegara dipasok dari Malaysia. Belakangan, Singapura mencoba lebih mandiri dengan mengolah air limbah menjadi air jernih lewat teknologi New Water (halaman 26-29). Kemudian, Sekolah Kebangsaan Syekh Hussein Al Marbawi di Kuala Kangsar, Kerajaan Perak yang terkenal sebagai satu dari empat Sekolah Kluster Kecemerlangan Berkebitaraan Woodball di tingkat nasional Malaysia, rupanya mengimpor peralatan olahraga tersebut dari Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia (halaman 106, 117).

Ada pula informasi mengenai betapa ruwetnya kabel listrik dan telepon di Thailand yang saking banyak dan panjangnya hingga diikat melingkar-lingkar di tiang listrik, bahkan disangkutkan ke dahan pohon tepi jalan (halaman 120-122).

Tidak cuma itu, novel ini juga mengandung cukup banyak quote atau kata mutiara seperti, “Air lebih berharga dari emas. Sebab, orang tetap bisa hidup meski tidak punya emas. Tapi, orang pasti mati kalau tidak ada air.” (halaman 26-27).

“Punya sumber daya alam yang banyak, tidak otomatis membuat negara jadi maju. Begitu juga sebaliknya. Negara yang hanya punya sumber daya alam sedikit, tidak berarti jadi tertinggal. Intinya, bukan seberapa jumlah kekayaan alam yang dimiliki, tapi seberapa pandai mengelolanya!” (halaman 30-31).

“Kalau kamu pengin tahu kepribadian teman-temanmu dan kepribadian dirimu sendiri, pergilah bertualang bersama-sama. Selama di perjalanan, sifat kalian yang sesungguhnya, pasti kelihatan!” (halaman 34).

Salah satu bagian dari novel yang pantas direnungi adalah, “Bagaimana pun bagusnya luar negeri, negeri sendiri tetaplah jadi tempat paling nyaman buat ditinggali. Sebab, di sana kita lahir dan tumbuh besar. Di sana keluarga kita berada. Meskipun Indonesia belum jadi negara maju … suatu masa, Indonesia bisa jadi negara yang jauh lebih baik.” (halaman 135).

Akhirnya, novel satu ini sangat layak dihadiahkan untuk dan dibaca oleh anak-anak Nusantara. Bukan cuma guna menambah wawasan mengenai negara-negara manca, tapi juga agar lebih mencintai dan mensyukuri anugerah sebagai warga negara Indonesia.


Judul     : Petualangan ke Tiga Nagara

Penulis : Thomas Utomo

Lini         : Lintang

ISBN      : 978-602-5701-48-1

Blurb     :

 

Apa jadinya kalau anak-anak SD melakukan petualangan ke tiga negara? Pasti tidak cuma seru dan mengasyikkan, ya. Tapi juga menantang dan bikin deg-degan.

Itulah yang dialami Nara, sahabat kita. Bersama lima belas temannya, dia bertualang ke Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Berbagai pengalaman menarik dia dapatkan, seperti menonton Wings of Time di Pulau Sentosa, Singapura, menyusuri Sungai Melaka, belajar di sekolah-sekolah Malaysia, atau mendatangi Magic Eye 3D Museum di Thailand.

Tidak cuma itu. Ada juga kejadian-kejadian mendebarkan. Mulai dari ditahan di Bandara Changi, Singapura karena dicurigai sebagai penjahat, bertanding futsal di Seremban, Malaysia, dan sebagainya lagi.

Penasaran? Jelajahi cerita petualangan selengkapnya di buku ini. Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *