MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK

Sumber Gambar: Pixabay

Oleh: Sam Edy Yuswanto*

Pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting untuk diajarkan oleh para orangtua dan guru kepada anak-anak, baik saat di rumah maupun ketika mereka berada di sekolah. Karakter, sebagaimana diungkap oleh Sjarkawi (2006:1) adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan, misalnya keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan seseorang sejak lahir (Hajar Dewantoro, Silabus.mpi, 21/2/2017).

Karakter yang baik dan ideal, mestinya harus selalu merujuk pada ajaran Islam dan budaya positif yang ada di tengah masyarakat. Misalnya mengajarkan anak-anak tentang pendidikan akhlak yang bersumber dari Al-Quran, hadis Nabi, dan juga kitab-kitab karangan para ulama besar, dengan harapan mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter islami dan berkepribadian mulia.

Karakter juga bisa ditanamkan kepada anak-anak melalui buku-buku cerita yang menghibur dan mendidik. Novel berjudul Rahasia Persahabatan karya Rokhmat Gioramadhita ini misalnya, cocok dijadikan salah satu bacaan yang menghibur dan bermanfaat untuk menumbuhkan karakter yang baik terhadap anak-anak di rumah dan sekolah.

Dalam buku cerita ini dikisahkan persahabatan antara Irina, Pertiwi, dan Langit yang diwarnai dengan suka duka dan kelak dapat menjadi pembelajaran yang berharga bagi anak-anak. dikisahkan, Irina dan Langit adalah dua bocah yang telah bersahabat sejak lama. Mereka selalu bermain bersama. Kebetulan, rumah mereka berdekatan, jadi kadang Langit yang main ke rumah Irina, dan sebaliknya, Irina juga bermain ke rumah Langit. Tak hanya itu, mereka juga duduk bersama saat berada di sekolah.

Namun, Irina merasa sangat sedih ketika ia naik kelas lima Sekolah Dasar. Karena mulai saat itu ia tak lagi bisa duduk bersama-sama Langit. Rupanya ketika usia mereka kian bertambah, Langit mulai merasa risih dan malu duduk berdua dengan teman yang berbeda jenis kelamin. Langit lantas duduk bersama Bimo, teman sesama lelaki. Ia merasa malu jika harus terus-terusan duduk bersama anak perempuan. Namun, meskipun mereka tak lagi duduk berdua di dalam kelas, persahabatan mereka tetap terjalin kuat (halaman 4).

Suatu ketika, datang murid baru pindahan dari luar kota, tepatnya Purbalingga. Murid baru tersebut bernama Pertiwi. Irina tentu merasa sangat senang dengan kedatangan murid baru yang mengenakan busana tertutup dan berjilbab itu. Irina merasa bahagia karena sekarang memiliki sahabat perempuan yang duduk sebangku dengannya. Tak hanya bersahabat dengan Irina, Pertiwi juga akhirnya menjalin persahabatan dengan Langit.

Masalah mulai muncul ketika terjadi kesalahpahaman antara Irina dan Pertiwi. Misalnya, ketika jam istirahat tengah berlangsung, Irina mengajak Pertiwi ke kantin tapi Pertiwi tidak mau. Pertiwi menolak karena ia merasa tidak lapar. Mulanya Irina tak mempersoalkannya, tapi ia kemudian merasa kesal saat melihat Pertiwi mau diajak jalan bareng oleh Langit. Namun, masalah mereka berhasil dipecahkan dengan baik ketika Pertiwi menjelaskan semuanya. Jadi saat jam istirahat berlangsung, daripada diam di kelas, ia lantas memilih ikut Langit ke perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku (halaman 19).

Banyak pelajaran berharga yang bisa dicontoh dalam kisah persahabatan mereka bertiga. Misalnya, ketika Pertiwi berniat ingin memberikan hadiah kerudung untuk Irina. Pertiwi bahkan rela membongkar tabungannya dan mengirit tak jajan di sekolah agar bisa membelikan hadiah kepada Irina. Hikmah lainnya tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagaimana kebiasaan Ibunya Pertiwi yang terbiasa mengatur ruangan dan barang-barang dengan begitu rapi dan bersih di rumah.

Dalam buku ini, anak-anak juga akan belajar tentang cara berbuat baik terhadap sesama, bahkan terhadap binatang sekali pun. Karena, binatang juga makhluk ciptaan Allah yang berhak hidup di dunia dan mendapatkan pertolongan ketika ia mengalami kesulitan. Sebagaimana dicontohkan oleh Pertiwi saat ia bersama Irina pergi ke warung untuk membeli garam untuk ibu. Di tengah jalan, Pertiwi mendengar anak kucing mengeong-ngeong. Ternyata kucing tersebut sedang terjebak di selokan. Ia pun dengan cekatan turun ke selokan untuk membantu kucing tersebut keluar dari selokan. Tentu masih ada hikmah atau pelajaran berharga lainnya yang bisa ditemukan setelah membaca buku ini.

 

*Sam Edy Yuswanto, penulis lepas mukim di Kebumen.


RAHASIA PERSAHABATAN


 

Judul               : Rahasia Persahabatan

Penulis             : Rokhmat Gioramadhita

ISBN               : 978-602-6334-17-6

Sinopsis           :

 

Kriuk … kriuk.

Perut Pertiwi berbunyi. Cacing di perutnya minta segera dikasih makan.

“Ternyata lapar juga kalau nggak jajan,” pikir Pertiwi.

Namun, ini demi memberi hadiah untuk Irina. Jika masih bisa diusahakan, kenapa tidak? Selama ini Irina sudah sangat baik kepadanya. Sedikit menahan lapar tidak apa-apa. Demi Irina.

Ada apa dengan Pertiwi?

Dia ingin memberi Irina hadiah?

Hmm, apa hadiah yang diberikan Pertiwi kepada Irina, ya?

Lalu, bagaimana perjuangan Pertiwi mendapatkan hadiah itu?

Baca kisah perjuangan Pertiwi memberikan hadiah untuk Irina, yuk!

Selamat membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *