MENGEMBARA KE RIMBA AFRIKA

 

Oleh: Totok Utomo

Buku ini adalah novel anak perdana karya Afifah Afra. Sebelumnya, Ketua Umum Forum Lingkar Pena periode 2017-2021 ini lebih banyak menganggit novel untuk remaja dan dewasa, di samping menulis buku-buku nonfiksi untuk dua golongan usia tersebut. Menariknya, novel ini semula adalah cerita yang dilisankan Afra secara bersambung sebagai kisah pengantar tidur buat ketiga anaknya. Ia baru berpikir untuk menuliskannya setelah anak-anaknya berkomentar, kenapa Ummi tidak menulisnya jadi buku? (lihat di www.afifahafra.net/2016/04/dongeng-yang-menjadi-buku.html?m=1).

Adapun garis besar ceritanya yaitu mengenai petualangan Naufal, seorang siswa SD di Solo, Jawa Tengah yang terpaksa harus pindah ke salah satu kota di Kamerun, Afrika untuk mengikuti ayahnya yang bekerja sebagai insinyur mesin di sana. Tepatnya, di kawasan perusahaan pembuat pesawat terbang bernama Al Hambra Corporation, di tepi Sungai Sanaga.

Walau terletak di tengah rimba raya, kota tempat tinggal Naufal yang baru, memiliki fasilitas yang super lengkap dan canggih. Bahkan lebih canggih dan modern dibandingkan tempat tinggal Naufal sebelumnya. Para penghuninya pun bukan sembarang orang, melainkan para petinggi perusahaan. Perusahaannya sendiri dimiliki oleh empat negara, yakni Kamerun, Arab Saudi, Jerman, dan Indonesia.

Tanpa menunggu lama, beberapa hari setelah tiba di tempat tinggal barunya, Naufal kembali bersekolah. Berbeda dengan sekolah sebelumnya, di tempat belajar-mengajar yang baru, ia mendapat teman-teman yang berasal dari berbagai negara berbeda. Ada yang dari Malaysia, Mesir, hingga Amerika Serikat.

Namun, masalah justru muncul saat Naufal belum satu hari mengenyam pendidikan di sekolah barunya itu. Masalah itu  datang dari anak berkewarganegaraan Amerika Serikat yang gemar mengganggunya lewat kata-kata maupun tindakan jahil dan cenderung jahat.

Masalah kian rumit tatkala tanpa sengaja anak kelas lima itu bertemu seorang anak perempuan berambut blonde dan seekor monyet peliharaannya di belantara hutan Kamerun saat ia menerobos terowongan rahasia di batas kota. Anehnya, kejadian pertemuan di tengah hutan disusul dengan hilangnya ayah Naufal, sang profesor ahli mesin.

Apakah kedua peristiwa itu saling berhubungan? Kemudian, siapa sesungguhnya anak perempuan tomboy berambut pirang itu? Lalu, bisakah Naufal menemukan ayahnya yang raib tanpa meninggalkan jejak?

Jelajahi kisah seru dan lengkapnya dalam buku yang tiap halamannya dipermanis dengan hiasan dekoratif bernuansa alam.

Lewat buku ini, kita juga dapat meneguk informasi tentang bentang alam dan suku bangsa asli penghuni Kamerun (hlm. 17-18, 21, 59-61, dst.) lalu pelajaran kehidupan berupa pergaulan lintas budaya dan asal-usul (hlm. 24, 31-37, dst.).

Akhirnya, buku ini sangat cocok dibaca untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, cinta lingkungan hidup, bangga bertanah air Indonesia, dan terutama semangat pantang menyerah dalam sanubari anak-anak.


Info Buku


 

Judul   : Penculikan Sang Profesor

Penulis  : Afifah Afra

halaman  : 144

harga  : Rp 34.000,-

 

Naufal kini pindah sekolah ke Afrika, tepatnya Kamerun. Sekolah barunya itu ternyata berada di sebuah kota kecil serba modern di tengah rimba raya. Aneh, ya? Ternyata kota bernama Al-Hambra itu adalah sebuah pabrik pesawat terbang supercanggih. Jadi, pabrik itu hanya menerima order pesawat untuk kalangan tertentu seperti presiden, raja, atau pesawat tempur dengan teknologi tinggi.

Nah, ayah Naufal, Profesor Adrian bekerja di tempat ini sebagai salah satu pimpinan. Beliau sangat andal membuat pesawat terbang. Saking hebatnya, banyak perusahaan yang ingin mengajaknya bergabung, namun ditolak oleh Profesor Adrian. Alasannya, Indonesia memiliki saham di Al-Hambra Corporation. Wah, nasionalis banget ya, Sang Profesor!

Di sana Naufal mempunyai teman yang sangat hebat namun aneh, namanya Anne dan Dido. Anne sangat cerdas dan pemberani. Sedangkan Dido adalah seekor monyet lincah dan pintar.

Suatu hari, Profesor Adrian menghilang. Oh, tidak! Profesor diculik. Naufal dan Anne pun tidak tinggal diam. Teman, bagaimanakah aksi Naufal, Anne, dan Dido dalam menyelamatkan sang Profesor yang disembunyikan para penjahat di rimba raya Kamerun yang menyeramkan dan penuh binatang buas? Temukan jawabannya dalam buku ini, ya!

2 thoughts on “MENGEMBARA KE RIMBA AFRIKA

  1. Izzan Nur Almas says:

    Contoh teks ulasan tentang Penculikan Sang Profesor, tolong dibuat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *