Parade Kultwit #AkuBukanPerempuanCengeng Oleh Galuh Retno

Aku bukan Perempuan Cengeng

Galuh Retno (@laa_tansani), penulis yang masih berstatus mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur ini memberikan narasi menarik tentang salah satu tokoh perempuan dari kalangan pesantren. Dalam antologi Aku Bukan Perempuan Cengeng Galuh mengisahkan sepak terjang Nyai Khoiriyah Hasyim. Sosok yang barang kali kalah gebyar dibanding R.A Kartini atau Dewi Sartika. Namun jasanya di bidang pendidikan, terutama pendidikan kaum perempuan tak kalah berpengaruh.


Nah, berikut kultwit Galuh untuk menyemarakkan parade #AkuBukanPerempuanCengeng

1. Tuhan memberi air mata kepada seorang wanita bukan untuk menjadi kelemahannya, namun ketulusanya #akubukanperempuancengeng @penerbitindiva

2. Menangis ketika bersedih adalah fitrah, namun bukan berlarut-larut di dalamnya #akubukanperempuancengeng @penerbitindiva

3.  Aku bisa jatuh berkali-kali dan terluka dimana-mana, namun aku akan tetap bangkit tanpa lelah, tanpa putus asa #akubukanperempuanceng

4. Aku mungkin akan tersandung, terjatuh, lalu terluka, namun aku juga akan tetap kembali berdiri dan melangkah #akubukanperempuancengeng

5. Tuhan memberi ujian yang bisa membuat kita lelah dan menangis, namun yakinlah, Dia juga pasti akan menyekanya #akubukanperempuancengeng

6. Berhati lembut dan penyayang bukan alasan untuk menjadi lemah #akubukanperempuancengeng

7. Terlahir menjadi perempuan biasa bukanlah batas untuk melakukan hal yanh luar biasa #akubukanperempuancengeng @penerbitindiva


Galuh Retno

n0wtF0jQ

Nama lengkap Galuh Retno Setyo Wardani, saat ini sedang berstatus sebagai mahasiswi tahun ketiga di Unipdu Jombang. Galuh megambil konsentrasi Hukum Syari’ah, Program Studi Hukum Keluarga Islam, sekaligus sebagai santri di Ponpes Darul Ulum Jombang. Penulis bisa dihubungi melalui email galuhretnosetya@gmail.com atau bisa juga dikontak di 085785744625.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *