PERJUANGAN MENGHAFALKAN AL QURAN

 

Oleh: Thomas Utomo, S.Pd.

Di dunia ini, tidak ada kitab suci yang paling banyak dibaca dan dihafalkan selain Al Quran. Di Indonesia saja, misalnya, ada ribuan atau mungkin jutaan orang di berbagai madrasah, sekolah Islam, pondok pesantren, juga rumah tahfidz yang terus berjibaku memahami dan mengucap isi Al Quran di luar kepala. Jangan harap dapat lulus jika mereka luput menghafal dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Masya Allah!

Sealur dengan tuturan tersebut, novel Senangnya Menghafal Al Quran merekam kisah Fatih dan Kinan, sepasang kakak-beradik yang diharuskan orang tuanya mengikuti pesantren Sabtu-Ahad (PSA) untuk menambah jumlah hafalan Al Quran. Semula, mereka menolak perintah orang tua. Alasannya, kegiatan dan waktu belajar mereka di sekolah sudah terlalu banyak. Bisa-bisa, kegiatan tambahan di PSA bisa membuat nilai akademik keduanya menurun (hal. 12). Namun, orang tua bersikukuh, kekhawatiran itu tidak akan terjadi.

Dimulailah kesibukan Fatih dan Kinan yang seperti tidak ada jeda—Senin sampai Jumat belajar di full day school, lalu Sabtu-Ahad menginap di pondok pesantren. Berbagai pengalaman unik mereka peroleh di PSA, seperti mendapat teman-teman yang berpakaian kumuh (hal. 19-20), ketularan kutu rambut teman-teman sepondokan (hal. 26-28), dan sebagainya. Tentu, keduanya kesal. Tapi perlahan mulai bisa menyesuaikan diri, bahkan kemudian dapat bergabung dengan teman-teman lainnya. Lambat laun, jumlah hafalan mereka meningkat, hingga empat juz dalam waktu satu tahun. Di samping itu, prestasi akademik mereka pun melejit, justru jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Sebagai tambahan informasi, novel yang ditulis berdasarkan pengalaman nyata ini memperoleh penghargaan Pustaka Terbaik II Anugerah Mitra Perpustakaan Nasional Tahun 2018 Kategori Karya Siswa SD dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.


PROFIL BUKU


Judul                   :     Senangnya Menghafal Al Quran

Pengarang        :     Rizky Khansa Najibah

Penerbit            :     Lintang

Cetakan             :     Pertama, November 2016

Tebal                  :     112 halaman

ISBN                   :     978-602-6334-08-1

 

Ummi menawariku (Kinan) dan kakakku, yang bemama Kak Fatih untuk mengikuti kegiatan PSA (Pesantren Sabtu Ahad). Kami merasa enggan untuk mengikuti kegiatan PSA tersebut karena beban pelajaran di sekolah sudah berat. Kami sekolah di SDIT populer di kotaku.

Lagian, kalau ikut PSA, kapan kami jalan-jalannya? Kapan kami mainnya? Aku mencoba membela diri.

Tetapi. Ummi tetap berusaha membujuk kami agar mau ikut kegiatan PSA. Ummi ingin anak-anaknya menjadi penghafal Al-Quran dan tentunya menjadi anak yang shalih dan shalihah.

Hmm, kira-kira Kinan dan Kak Fatih patuh pada permintaan umminya apa tidak, ya, teman? Penasaran bukan? Temukan jawabannya dalam novel ini. Novel ini berbahasa ringan dan disampaikan dengan gaya khas anak-anak karena ditulis oleh anak seumuran kalian. Dalam buku ini juga ada tips-tips menghafal Al-Quran-nya juga Iho. Wah, komplet deh. Jadi, tunggu apalagi? Ayo, buruan baca buku ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *