SEGERA HADIR DI BULAN NOVEMBER

SH-NOVEMBER

  1. PECI: Guruku Superhero

    Penulis: Hesty Nurul Kusumaningtyas, dkk.
    Sinopsis

    “Kalian tahu, enggak? Bukan cuma Superman dan Spiderman aja lho, yang punya kekuatan hebat. Kita juga punya. Kekuatan itu bersumber dari hati nurani. Yang akan muncul ketika, misal, kita melihat orang lain yang sedang susah atau butuh pertolongan. Contoh, nih. Saat teman kita jatuh, kita akan membantunya untuk bangkit dan membersihkan lukanya. Nah, perbuatan kecil itu yang membuat kita hebat seperti superhero!”
    Namanya Bu Marni, guru Bahasa Indonesiaku yang tetap semangat mengajar walau sudah berusia lebih dari setengah abad. Dalam memberi motivasi, biasanya Bu Marni akan menggunakan tokoh-tokoh terkenal untuk membantu menyampaikannya secara seru buat kami.
    Kutipan di atas adalah secuil kisah yang ada di cerpen Guruku Superhero. Bu Marni hebat, ya, teman? Mengajar dengan cara yang tidak biasa. Kira-kira, ada kehebatan Bu Marni yang lain nggak, ya? Daripada penasaran, yuk lanjutin baca kumcer Guruku Superhero. Masih ada 9 cerpen menarik lainnya lho.

  2. Hantu Kubah Hijau (Lintang)

    Penulis: Sinta Yudisia
    Sinopsis:
    Naya yang tinggal di kota Metropolis Surabaya, berlibur di kota kecil Tegal bersama kedua adiknya, Angga dan Tegar. Naya bertemua lagi dengan Leli, Subki, dan Banu. Liburan pun menjadi sungguh mengasyikkan.
    Naya dimanjakan jajanan tradisional dan makanan lezat oleh Nenek. Naya pun mengenal tempat-tempat bersejarah yang dikenal dengan sebutan Kiai Gentong, Masjid Kubah Hijau, dan Daerah Ki Gede Sebayu.
    Namun, mengapa teman-teman Naya ketakutan ketika Naya meminta mereka menemani ke Masjid Kubah Hijau? Konon, Kubah masjid tersebut ratusan tahun lalu merupakan hadiah dari kerajaan Melayu. Apakah karena telah lapuk, tua, antik, dan tak berpenghuni maka Masjid Kubah Hijau tersebut dihuni hantu?

  3. PECI: Belajar dari Kesalahan

    Penulis: Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah, dkk.

    Sinopsis:
    Farhan yang sedang serius berlatih soal matematika, segera melihat ponselnya. Ternyata, ada SMS dari Ustadzah Amel.
    Dari: Ustadzah Amel (034512998)
    Assalamu’alaikum.
    Farhan, dengan ini Ustadzah beri tahukan nilai latihan soal Matematika pada hari Sabtu kemarin.
    Nilai: 10.
    Nak, belajar lagi, ya? Ujian Sekolah sebentar lagi. Seharusnya kirim Ustadzah SMS ini ke orang tua, tapi Ustadzah mengerti, kok. Farhan pasti bersedih.
    Wassalam.
    “Nilaiku sepuluh?” mata Farhan mulai berkaca-kaca. “Maafkan aku, Ummi, Abi. Farhan janji enggak akan curang lagi.”
    Wah, Farhan hanya dapat nilai 10? Kenapa Farhan janji tidak akan curang lagi? Hmm, benar-benar membuat penasaran. Yuk, segera cari jawabannya dalam buku ini. Selain cerpen Belajar dari Kesalahan, masih ada 7 cerpen keren lainnya, lho!

  4. PECI: Kristal Persahabatan

    Penulis: Shofiyyah Lukman, dkk.

    Sinopsis:
    “Kamu, kok, mau berteman dengan Dinda si miskin?” ketus seorang anak perempuan saat kelas 4.
    “Jangan gitu, Naya. Aku berhak memilih temanku sendiri. Kalian tidak usah ikut campur!” tukas Ainun marah. Dia tidak suka sahabatnya dicela seperti itu.
    “Cari sahabat yang setara dong, Ainun. Contohnya aku yang kaya raya ini!” bantah Najwa mengangkat kepalanya tinggi-tinggi sambil menepuk dadanya. “Bukannya Dinda yang beda jauh denganmu!”
    “Aku tidak berteman dengan Ainun karena dia kaya!” seru Dinda menimpali walaupun tubuhnya gemetaran hebat.
    Apa yang terjadi dengan mereka, ya? Mengapa Naya tidak memperbolehkan Ainun berteman dengan Dinda? Apa kalian juga penasaran?
    Kalau gitu, nggak usah ragu lagi untuk beli buku ini, ya! Setelah itu, cari jawaban dalam kumcer ini. Selain cerpen Kristal Persahabatan, masih ada 9 cerpen menarik lainnya lho!

  5. Catatan Harian Anak Pesantren (Motiva)

    Penulis: Aisyah Badres

    Sinopsis:

    Kisah para santri dapat menjadi suntikan inspirasi, dapat pula membangun motivasi untuk mengajak pada kebaikan. Buku ini membingkai berbagai kisah menarik seputar pesantren yang dapat dijadikan pelajaran. Tentang adaptasi, perpisahan, identitas, dan ekspektasi.

    Buku ini juga merupakan satu jendela untuk melihat cerita-cerita di balik layar kehidupan santri, menyuguhkan hidangan berbahan hikmah, pesan, motivasi, inspirasi, cinta, rasa, dan cerita.

  6. BUKAN SEPASANG MALAIKAT

     

    Penulis: Vida Robi’ah Al-Adawiyah
    Tebal: 256 halaman

    Seperti yang kutulis, kita bukan sepasang malaikat. Jadi kita mengalami banyak peristiwa di sepanjang pernikahan kita. Siapa bilang bahagia itu tanpa air mata dan gulana? Bukankah pelangi terbit setelah mendung dan hujan? Aku sedang mencoba merangkum bahwa kita dapat mereguk hikmah dari nestapa. Dan bersama kita dapat menghalau mendung dari rumah kita, lalu kita lukis pelangi dengan warna cinta.
    ****
    Kala suami dan istri disatukan dalam ikatan pernikahan, ikatan suci itu telah menghalalkan hubungan laki-laki dan perempuan. Pernikahan itu akan melahirkan relasi-relasi sosial yang unik, mulai dari hubungan Anda dengan pasangan, anak-anak, keluarga besar, hingga masyarakat sekitar Anda. Butuh keluwesan, strategi, kesabaran, dan yang terpenting adalah ilmu, untuk menaklukkan problematika tersebut.
    Justru karena Anda dan pasangan Anda bukan malaikat, maka Anda akan sanggup melakukannya. Selamat membaca, merenung, dan mengambil manfaat dari buku luar biasa ini.

    * Gambar hanya ilustrasi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *