SEGERA HADIR: NOVEL KARYA AFIFAH AFRA & S GEGGE MAPPANGEWA

Perpisahan dengan tahun 2017 tinggal menghitung hari. Nah, buat yang bertanya-tanya kapan Indiva merilis novel lagi? Mari sambut tahun 2018 bersama novel Indiva karya tangan dingin Afifah Afra dan S Gegge Mappangewa.

 

  1. CINTA SUCI ADINDA

Judul                : Cinta Suci Adinda

Penulis             : Afifah Afra

Lini                  : Novela

ISBN               : 978-602-6334-56-5

 

Adinda ditangkap polisi?! Jantung Irham seperti hendak terloncat dari dadanya ketika membaca tulisan di grup chatting pegawai RSJ tempat dia bekerja.

Siapa yang bisa percaya kabar itu? Adinda adalah perawat rookie yang lugu dan berhati lembut. Terlebih lagi tuduhan yang dilayangkan padanya sungguh tak masuk akal: menculik Brata Kusuma! Konglomerat penderita skizofrenia yang tak lain adalah mantan majikannya. Pria yang sangat disayangi Adinda! Irham, dokter jiwa ternama yang juga atasan Adinda, menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa besar pengorbanan Adinda untuk Brata Kusuma. Rasanya mustahil.

Akan tetapi, benarkah Adinda bukan aktor di balik penculikan Brata Kusuma? Irham memang tak percaya gadis selugu Adinda terlibat kasus pelanggaran hukum. Namun di saat bersamaan, Irham mendapati hubungan yang janggal antara Adinda dan Brata Kusuma. Sebatas mantan majikan dan mantan pekerja? Terdengar terlalu ‘mudah’ untuk menjelaskan betapa ‘keras kepalanya’ Adinda berkorban untuk pria kaya yang sakit jiwa  itu.

Ataukah kesangsian Irham tumbuh lantaran bias romansa yang tengah membebat hatinya? Dia sendiri tak habis mengerti, mengapa pria terhormat seperti dirinya, justru jatuh pada pesona sederhana seorang perawat yang berada di luar standar idealnya?

 

  1. SABDA LUKA

JUDUL                 : SABDA LUKA: Calabai, Sepasang Merpati Tanpa Dara

PENULIS             : S. GEGGE MAPPANGEWA

LINI                      : NOVELA

ISBN                     : 978-602-633-47-3

Vito pergi meninggalkan ayahnya. Melangkah bersama air mata.  Beranjak bersama bahagia bercampur luka. Pertemuan itu nyata, tetapi bahagia tetaplah fiksi.

Vino lelah melawan rindu. Dia bisa mengerti bahwa Vito untuk ibu, Vino untuk ayah. Namun sulit untuk dia pahami bahwa rindu yang dibagi tak boleh bersisa luka.

Si kembar Vito dan Vino harus  terpisah karena perceraian orang tua. Dari jauh mereka didera rindu,  jauh lebih deru dari angin dendam yang menari di Danau Sidenreng.

 

“Selalu ada luka di atas rindu yang terlalu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *