SEKILAS TENTANG CYBERPUNK DAN STEAMPUNK

 

Barang kali saat mendengar dua istilah ini untuk kali pertama, ada tanda tanya yang melintas di kepala.  “Adakah hubungannya dengan musik punk?”

Emm… ada kesegarisan pengaruh memang, tapi kali ini kita tidak akan membahas sejauh itu. Dua istilah yang akan dibahas disini adalah subgenre dalam dunia fiksi ilmiah. Jika ada dari kalian yang menggemari genre sci-fi, mungkin kalian pernah mendengar keduanya, atau setidaknya salah satunya.

 


CYBERPUNK


Cyberpunk adalah subgenre fiksi ilmiah yang menggambarkan cerita belatar futuristik dengan keadaan distopia disertai pemanfaatan teknologi tingkat tinggi. Cerita cyberpunk umumnya terjadi pada masa depan yang tak jauh dari masa kini. Secara visual di dalamnya banyak ditemui unsur-unsur  noir serta tokoh dan elemen seperti hackerperusahaan besar, dan kecerdasan buatan.

Istilah cyberpunk diperkenalkan oleh penulis Amerika Serikat bernama Bruce Bethke. Pada tahun 1980 Bethke menulis cerita pendek berjudul Cyberpunk, yang dipublikasikan oleh majalah Amazing Stories pada 1983.

 

Gambar: Wikipedia

Fiksi cyberpunk rata-rata menyajikan cerita yang  kompleks. Di samping memberi gambaran tentang kemajuan teknologi dan canggihnya kehidupan manusia, cerita-cerita cyberpunk juga memaparkan ‘efek samping’ dari kemajuan tersebut; jatuhnya tatanan moral masyarakat beserta sederet dampak modernisasi yang membuat dunia jatuh pada titik distopia.

Fiksi cyberpunk klasik biasanya memunculkan karakter yang termarginalkan oleh keadaan di mana teknologi berkembang dengan sangat cepat. Sang tokoh utama hidup menyendiri dan teraleniasi di tengah lingkungan serba robotik dan terkomputerisasi. Dalam cerita, tokoh utama ini akan beroposisi dengan perusahaan raksasa atau pihak superpower yang mengendalikan tatanan dunia. Semacam derivasi lain epic David versus Goliath, hanya saja tidak perlu heran jika turunan David dalam fiksi jenis ini terkesan dingin dan sinis. Sebab demikianlah konstelasi cerita membangunnya.

Aliran cyberpunk menggeliat pada tahun 1980-an. William Gibson disebut-sebut sebagai pioner fiksi aliran ini. Melalui novel Neuromancer, Gibson dianggap ‘berjasa’ memopulerkan tema cyberpunk di wilayah karya fiksi. Tema ini selanjutnya semakin marak dan mewarnai dunia perfilman, ditandai dengan munculnya Blade Runner (1982) dan Tron (1982).

Aliran cyberpunk dapat dengan mudah dilihat dalam anime dan manga. Judul-judul anime kerap menampilakn latar futuristik bernafas distopia, memiliki  plot kompleks dengan nuansa nihilisme dan eksistensialisme yang kuat. Sebutlah, Ghost In the Shell, Ergo Proxy, Akira, dll.


TRIVIA

Ergo Proxy


Gambar: Wikipedia

Ergo Proxy bercerita tentang kehidupan di masa depan kala manusia hidup dalam sistem utopis. Setiap manusia memiliki android ‘pendamping’ yang disebut AutoReiv. Android AutoReiv  dikendalikan oleh sistem agar mereka senantiasa patuh dan tidak membahayakan manusia.

Kemapanan itu lantas terusik tatkala para AutoReiv  mulai terserang virus cogito, yakni sejenis virus yang membuat android memiliki pemikiran dan kesadarannya sendiri. Kesadaran mereka dianggap sebagai ancaman sebab hal ini memburamkan batas antara manusia dan android.

Ergo Proxy secara vulgar menggunakan tagline Rene Descrates, cogito ergo sum. Anime ini mendemonstrasikan ide bahwasanya tubuh dan pikiran adalah hal berbeda. Selain itu, Ergo Proxy juga menampilkan solipsisme, yakni  pandangan yang menyakini satu-satunya fakta yang dapat dipercaya adalah pengalaman diri pribadi sehingga seseorang tidak memiliki landasan kepercayaan lain selain pada diri sendiri.

Ergo Proxy jelas tidak ditujukan bagi pemirsa anak-anak. Bukan lantaran profanitas dan unsur seksualitasnya, akan tetapi karena unsur nihilisme yang ditawarkan.


STEAMPUNK


Lain dengan cyberpunk yang melibatkan elemen digital dan kecerdasan buatan, steampunk justru membawa kita pada nostalgia di mana mesin-mesin uap masih menjadi tulang punggung kehidupan industri. Jika cyberpunk menawarkan kisah yang kental akan suasana posmodern, steampunk memperlihatkan tegangan fantasi eksperimental dan petualangan.

Steampunk adalah subgenre fiksi ilmiah yang mengambil inspirasi dari mesin-mesin industri bertenaga uap yang marak digunakan pada abad ke-19 di Inggris Raya era Viktoria dan Amerika era Wild West. Aliran ini merupakan fusi antara fiksi ilmiah, horor, fantasi, sejarah alternatif, dan fiksi spekulatif.

Gambar: Movie Poster

Ciri utama steampunk adalah usaha untuk mengeksplorasi  teknologi berbasis steam, sehingga tak jarang fiksi ini menawarkan latar masa depan alternatif  di mana teknologi berbasis uap bertahan. Di sinilah letak perbedaan steampunk dengan aliran gothic.

Istilah steampunk diperkenalkan oleh K.W. Jater. Jater yang dikenal melalui novelnya, Dr. Adder. Ia juga menulis novel-novel dengan mengambil latar Star Trek, Blade Runner, dan Star Wars.  Jater menggunakan istilah steampunk untuk mengategorikan novel The Anubis Gates  (Tim Powers), Homunculus  (James Blaylock), dan dua karyanya sendiri yang berjudul Murlock Night dan Invernal Devices. Keempat novel ini memiliki ciri yang sama, yakni; berlatar abad ke-19 atau era viktoria, dan menggunakan unsur fiksi spekulatif layaknya novel The Time Machine karya H. G. Wells.

Selain dalam novel, elemen-elemen steampunk dapat ditemukan dalam film,  komik, anime, role playing games, dll. Elemen steampunk tidak hanya eksis di dunia literasi, akan tetapi juga dihidupkan di dunia fashion, fotografi, arsitektur, dan cabang seni yang lain.


TRIVIA

Strange Case of of Dr. Jekyll and Mr Hyde


Gambar: Amazon

Karya klasik ini ditulis oleh penulis Skotlandia Robert Louis Stevenson, dipublikasikan pertama kali pada tahun 1886. Bercerita tentang investigasi Gabriel John Utterson seorang pengacara asal London atas kasus yang melibatkan teman lamanya, Dr Henry Jekyll dengan sosok jahat bernama Edward Hyde.

Dr Jekyll adalah dokter yang memiliki ketertarikan tinggi pada bidang kimia. Ia melakukan sebuah eksperimen untuk menghasilkan formula yang dapat mengubah dirinya menjadi sosok manusia yang sepenuhnya berbeda. Dengan formula itu ia dapat berubah-ubah ke dalam wujud manusia lain.

Gambar: Comixology

Novel ini memaparkan kasus kelainan mental langka, Dr Jekyll memiliki dua kepribadian yang saling bertolak belakang dalam dirinya. Pribadi bermartabat dan bermoral tinggi di satu sisi dan pribadi jahat di sisi yang lain.

Dalam khasanah kesusastraan di dekade berikutnya, novel ini diadopsi ke dalam berbagai media; film, novel lain, musical, teater, dsb. Novel ini disadur dalam serial komik bernuansa steampunk, Victorian Undead II .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *