SEKSOLOGI PERNIKAHAN ISLAMI, MENGHADIRKAN INFORMASI SEKSUAL SECARA ILMIAH DAN SYARI

 

 

Oleh: Sinta Yudisia

Tiap kali mendengar kata seks, dalam benak kita berseliweran berbagi macam kata, gambar, sensasi mulai arti harfiahnya atau segala macam informasi terkait hubungan seksual. Kata seks dapat menjadi kata yang demikian imajinatif, sekaligus paling misterius. Ketika anak atau remaja membahas seks, belum tentu mendapatkan informasi yang benar dari sekitar. Bisa jadi, lingkungan justru menempelkan telunjuk di bibir -stop!- atau justru memberikan informasi yang keliru terkait informasi seksual. Bahkan hingga dewasa seringkali kita secara sembunyi-sembunyi mencari pemahaman seskual entah dari pengetahuan resmi yang telah teruji kebenarannya atau berasal dari kabar turun temurun.

Islam memandang hubungan seksual demikian indah.

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS. Al Baqarah (2) :223)

Istri adalah kebun atau sawah, sementara kaum suami adalah petaninya.

Tidak ada gambaran vulgar tentang hubungan suami istri, tetapi terdapat pemaknaan yang demikian dalam. Bak sawah yang gersang tandus atau subur penuh pupuk; istri merupakan lahan yang harus dipelihara. Andaikan ia belum menghasilkan, suami sebagai petani harus bersabar mencangkul, memberi pupuk, menyiangi tanaman dari hama hingga menanam benih dan memetiknya. Begitupun sebagai lahan seorang istri menerima benih sebaik-baiknya dan membiarkannya tumbuh di rahim sebelum membuahkan keturunan.

Berbeda dengan Quran yang banyak menggunakan bahasa simbol; sunnah Nabi berikut nasihat ulama berusaha menerjemahkan bahasa Quran ke dalam bahasa yang lebih jelas dan jernih. Bagaimanakah cara bercocok tanam? Bagaimanakah cara menanam benih? Bagaiman supaya dalam proses menanam benih itu baik petani dan lahannya sama-sama mendapatkan kebahagiaan? Bahkan, alim ulama mengupas detail tentang tata cara hubungan suami istri beriktu variasinya!

Ketika para alim ulama yang shalih justru tidak membuat pembahasan seksual ini menjadi tabu, mengapa kita sebagai manusia biasa malah menghindari pembicaraan ini? Padahal, hubungan seksual pada hakikatnya adalah ibadah. Sebagaimana konsep ibadah pada umumnya, terdapat hal-hal yang mengharamkan dan menghalalkannya. Bila sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya maka akan berbuat barakah, indah, dan nikmat surgawai. Bila melawan tuntunan-Nya maka akan berbuat laknat dan resah sepanjang hayat. Ibarat makan yang dikonsumsi dengan halal, dari nafkah terbaik, dengan membaca doa; insya Allah menjadikan tubuh dan jiwa sehat. Makanan yang haram, didapat dari harta yang haram, memakannya pun sembari  berdiri, berlari-larian tanpa mengindahkan adab sama sekali; menimbulkan berbagai macam gangguan di dalam tubuh.

Hubungan seksual demikian pula adanya. Bila dikonsumsi secara halal, berlandas iman dan ilmu, sesuai tuntunan syariah; maka yang didapat adalah kepuasan puncak yang akan menentramkan jiwa dan menyehatkan tubuh.

Hubungan seksual tak pada tempatnya?

Bersama pasangan yang tak halal, tak diawali doa, dilakukan tergesa, dilaknat banyak orang, bahkan dilakukan di bagian tubuh yang dilarang; oh, sungguh, bila ia menghasilkan keturunan seperti apa benih yang ditanam? Meski pelakunya memperoleh kenikmatan puncak secara biologis, belum tentu hati merasa tentram.

Dalam buku Seksologi Penikahan Islami, Sinta Yudisia ingin menghadirkan informasi seksual secara ilmiah dan syari, terutama saat dibingkai dengan nilai-nilai psikologis yang Islami. Semoga bisa memberikan informasi yang memperkaya serta menambah kekukuhan jati diri sebagai seorang muslim.


PROFIL BUKU


Judul                     : Seksologi Islami

Penulis                 : Sinta Yudisia

ISBN                      : 978-602-5701-26-9

Harga                    : 135.000,-

Tebal                      : 296 halaman

Format                    : hardcover

 

 

Islam memandang hubungan seksual demikian indah.

“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS. Al Baqarah (2):223)

Istri adalah kebun atau sawah, sementara kaum suami adalah petaninya.

 

****

Sebuah buku yang berani! Sinta Yudisia, salah satu penulis yang lantang, kembali menyuguhkan sebuah tulisan yang berani. Membicarakan tentang seks dan cinta lebih gamblang tanpa tabir dalam konteks pendidikan dan pandangan Islam. Buku Seksologi  Islami  memberikan gambaran detail proses terjadinya, gejala yang muncul tiap tahapnya, sampai pada bagaimana solusi menghadapi yang sesuai konteks Islam. Buku yang diharapkan sebagai panduan awal untuk memahami dan menghadapi bagi mereka yang sedang mengalami atau yang sedang memiliki saudara, teman, kerabat yang sedang mengalami sex & love addiction tanpa menghakimi. Great book!

(Zain Budi S., dr. | Residen Psikiatri FK UNAIR | Trainer & Pemerhati Remaja)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *